Mengenal Liechtenstein, Negara Kecil yang Gak Punya Utang Sama Sekali

4 menit
Mengenal Liechtenstein, Negara Kecil yang Gak Punya Utang Sama Sekali, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ternyata di dunia ini ada lho negara-negara yang gak memiliki utang. Salah satunya adalah Liechtenstein. Mungkin kamu asing ya mendengar namanya, tapi ada lho negara ini.

Sebuah negara kecil yang terletak di tengah-tengah Swiss dan Austria, Liechtenstein ini merupakan negara terkecil keempat di Eropa lho, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino. Luas daerahnya aja cuma 160 km persegi dengan jumlah penduduknya sekitar 37.000 orang. Wah! masih lebih banyakan kursi penonton di Gelora Bung Karno ya.

Liechtenstein ini jadi satu-satunya negara yang letak wilayahnya berada di Pegunungan Alpen, kebayang dong dinginnya seperti apa. Kalau lagi cerah suhunya 1 derajat sampai 5 derajat celcius.

Baca juga: Bisnisnya Lagi Lesu, Ini Lika-liku Perjalanan Hero Supermarket dari Era 70-an Hingga Kini

Di sana kalau buat berkomunikasi di Liechtenstein ini menggunakan bahasa ibu yaitu bahasa Jerman. Tapi banyak juga warganya yang menggunakan bahasa Alemannia.

Liechtenstain ini jadi satu-satunya negara yang berbahasa Jerman tapi letaknya gak berdempetan dengan Jerman. Dikutip dari MentalFloss ada beberapa fakta menarik tentang negara kecil ini yang gak memiliki utang ini, penasaran? Yuk simak!

Asal muasal Liechtenstain

Asal muasal Liechtenstain ini menarik lho buat kamu simak, (Ilustrasi/Shutterstock).

Nah, nama negara yang gak punya utang ini ternyata diambil dari nama seseorang, Pangeran Austria Johann Adam Von Liechtenstein. Pada tahun 1712, ia membeli wilayah Vadus yang kini menjadi ibu kota Liechtenstein dari tangan bangsawan Jerman.

Baca juga: 5 Pelajaran Hidup dari Film Kartun Jepang yang Bisa Bikin Sukses

Liechtenstein sendiri dulu telah lama berda di bawah penjajahan kekaisaran Roma, hingga akhirnya merdeka dan bergabung dengan Swiss tahun 1923.

Bentuk pemerintahan monarki konstitusional

Bentuk pemerintahan negara ini bersifat monarki konstitusional, (Ilustrasi/Shutterstock).

Liechtenstein ini dipimpin oleh seorang Raja Hans-Adam II. Ia berkuasa sejak tahun 2003 hingga kini. Hans-Adam II dikenal ramah dan baik hati kepada rakyatnya. Gak jarang ia mengumpulkan rakyat Liechtenstein setahun sekali buat makan bareng di halaman kastil.

Selain berhasil memimpin Liechtenstein menjadi negara bebas utang, Hans-Adam II juga diketahui sebagai raja terkaya di dunia. Kekayaannya mencapai Rp 43,3 triliun.

Baca juga: Kekayaannya Ratusan Triliun, Inilah Orang Terkaya yang Punya Klub Sepak Bola

Sebagai pemimpin, ia berhak buat menentukan pengangkatan hakim, memecat pejabat pemerintahan, menunjuk menteri, dan menjalan pemerintahan seusai keinginannya. Tapi terbukti ia gak semena-mena dan justru berhasil memimpin negara dengan sangat baik tanpa adanya utang.

Tingkat kriminalitas sangat kecil

Tingkat kriminalitas di negara ini terbilang sangat-sangat rendah lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Udah gak ada utang, tindak kriminalnya juga kecil lagi! Duh, siapa yang gak mau tinggal di sini. Tindak kriminal terberat yang terakhir terjadi adalah tahun 1997. Jenis kejahatannya adalah pembunuhan.

Si pelaku akhirnya dihukum 2 tahun penjara. Tapi saking gak adanya kriminalitas, Liechtenstein gak memiliki penjara sendiri lho. Jadi, si pelaku akhirnya dijerumuskan ke penjara di Austria.

Dikutip dari BBC, pada tahun 2008 aja, jumlah narapidana asal Liechtenstein hanya berjumlah 8 orang dan mereka pun langsung dijebloskan ke penjara Austria.

Saking amannya ini negara, masyarakat di sini jarang lho mengunci  pintu rumah mereka. Wah! Gimana kalau di Jakarta ya, ngunci rumah aja masih sering kemalingan, apalagi gak dikunci.

Swiss pernah gak sengaja menginvansi Liechtenstein

Swiss pernah gak sengara menginvasi Liechtenstein, (Ilustrasi/Shutterstock).

Buat kalian yang belum tahu, Liechtenstein ini memiliki wilayah yang sangat kecil sekitar 160 km persegi. Kalau dibandingakan dengan kota di Indonesia, luasnya masih kalah sama Jakarta Timur.

Saking kecilnya, tepatnya Maret 2007, 170 pasukan tentara Swiss lengkap dengan senjata secara gak sengaja menjajah negara ini. Saat itu, mereka tengah menjelajahi hutan di perbatasan Swiss sejauh beberapa mil hingga akhirnya mereka gak sengaja memasuki wilayah Liechtenstein. Warga Lichtenstein saat itu panik karena mereka memang gak memiliki tentara sendiri.

Surganya industri gigi palsu di dunia

Surganya industri gigi palsu di dunia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Nah! Ini nih salah satu alasan kenapa Liechtenstein gak memiliki utang. Di negara ini ternyata tempat industri gigi palsu terbesar di dunia. Terbukti sebesar 20 persen gigi palsu yang dijual di seluruh penjuru dunia, diproduksi di sini.

Mereka mampu memproduksi gigi palsu sebanyak 60 juta per tahun dengan lebih dari 10.000 model.

Negara ini memiliki nilai ekspor yang tinggi, bahkan untung besar. Total nilai ekspornya bisa mencapai US$ 2,83 miliar atau setara Rp 39 triliun, sementara nilai impornya US$ 1,77 miliar atau setara Rp 24 triliun. Nah, ini makanya negara kecil bisa hidup tanpa hutang!

Lagu kebangsaannya mirip sama Britania Raya

Lagu kebangsaan Liechtenstein hampir mirip dengan Britania Raya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Liechtenstein memiliki lagu kebangsaan berjudul ‘Oben am jungen Rhein’ nah ternyata melodinya sama persis seperti lagu kebangsaan Britania Raya ‘God Save The Queen’.

Kejadian unik pun pernah terjadi saat itu Irlandia Utara dan Liechtenstein bertanding di kualifikasi Euro 2004. Saat diputar lagu kebangsaannya, melodi tersebut diputar dua kali.

Gak memiliki tentara

Liechtenstein gak punya sama sekali tentara di negaranya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sejak tahun 1866, Liechtenstein gak memiliki tentara, saat itu mereka pernah mengirimkan 80 tentaranya saat perang, mereka kembali selamat dan sejak itu, tentara tersebut langsung dibubarkan.

Nah itu tadi beberapa fakta-fakta unik tentang Liechtenstein, salah satu negara kecil yang tidak memiliki utang kepada siapapun. Tapi wajar gak sih kalau mereka gak punya utang? Karena penduduknya sedikit banget terus pengeluaran mereka juga gak terlalu banyak.

Tentara saja mereka gak punya jadi mereka gak perlu deh mengeluarkan bujet buat aspek keamanan. Terus penjara juga sepi, gak perlu ribet ngurus biaya makan para narapidana

Tapi yang pasti jumlah pendapatan mereka dari industri lebih besar dari pengeluarannya. Jadi buat apa ngutang kalau kita masih punya banyak cadangan uang? (Editor: Mahardian Prawira)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.