Awas Terjerumus Utang dan Melarat! Ini 5 Tanda Gaya Hidup Gak Sesuai Kantong

4 menit
Tanda gaya hidup gak sesuai kantong. (Shutterstock)
Tanda gaya hidup gak sesuai kantong. (Shutterstock)

Gaya hidup menjadi salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab keuanganmu amburadul. Bahkan, banyak orang yang akhirnya nyebur ke lubang utang hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.

Memang sih, mengikuti gaya hidup itu perlu ya biar gak kuper alias kurang pergaulan juga. Lagipula, kamu juga tetap harus mengetahui informasi terbaru untuk menunjang pengembangan dirimu juga.

Yang salah itu kalau gaya hidup itu justru berimbas pada keuangan yang bikin hidup kamu melarat berkepanjangan alias susah sampai tua.

Kamu tentu gak mau kan, kalau kerja dari pagi sampai malam setiap hari hanya untuk bayar utang yang tak kunjung usai? Karena itu, kamu disarankan untuk dapat mengontrol pengeluaran dengan bijak.

Gimana caranya? Salah satu caranya yaitu dengan menerapkan sistem pengelolaan keuangan dengan metode 50/20/30. Berikut ini sekilas penjelasannya.

  • 50 persen untuk kebutuhan pokok, yaitu untuk membayar cicilan kredit atau sewa rumah, belanja bulanan (beli bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya), cicilan kendaraan, pulsa dan internet serta tagihan lainnya seperti listrik, air dan lainnya.
  • 20 persen untuk tujuan finansial yaitu untuk investasi, asuransi serta menabung.
  • 30 persen untuk gaya hidup yaitu untuk belanja, nongkrong di kafe, jalan-jalan dan lainnya.

Dengan menerapkan sistem mengelola keuangan seperti di atas, dijamin hidup kamu akan nyaman dan sejahtera.

Sayangnya, gak sedikit orang yang justru mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Akibatnya, kebutuhan pokok terbengkalai dan gak bisa menabung apalagi investasi.

Lalu, seperti apa tandanya gaya hidup yang gak sesuai kantong dan bisa bikin hidup kamu melarat? Berikut lima di antaranya seperti yang sudah dirangkum oleh MoneySmart.id.

Baca juga: Kaya Sejak Lahir, Intip Gaya Hidup 5 Anak Pengusaha Tajir Indonesia Ini

1. Nominal tabungan semakin berkurang setiap bulan

Tabungan berkurang terus. (Shutterstock)
Tabungan berkurang terus. (Shutterstock)

Berapa pun penghasilan yang kamu peroleh, menabung adalah suatu keharusan yang wajib kamu lakukan setiap bulan. Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga jikalau ada kebutuhan mendesak dan untuk mencukupi kebutuhanmu di hari tua nanti.

Nah, salah satu gaya hidup yang gak sesuai kantong itu ya nominal tabungan semakin berkurang setiap bulan atau mungkin yang parahnya lagi adalah gak punya uang tabungan. Awalnya 30 persen, lalu berkurang ke angka 20 persen hingga akhirnya gak menabung sama sekali.

Padahal jika kamu konsisten menabung, dalam beberapa tahun kamu sudah bisa membayar uang muka membeli rumah untuk investasi di masa depan. Karena itu, sebaiknya tahan keinginanmu untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Baca juga: Gaya Hidup Hemat Anak Artis: Pelesir Pakai Jet Pribadi sampai Pakai Tas Puluhan Juta Rupiah

2. Gaji selalu habis sebelum waktunya

Gaji selalu habis. (Shutterstock)
Gaji selalu habis. (Shutterstock)

Tanda gaya hidup yang gak sesuai isi dompet lainnya adalah gaji selalu habis sebelum waktunya. Baru tanggal 15 tapi uang di rekening tinggal ratusan ribu rupiah, padahal gajimu sudah di atas Rp 10 juta.

Dengan penghasilan yang cukup besar ditambah kamu belum berkeluarga, tentu gaji tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu dan harusnya malah masih ada uang yang tersisa.

Tapi kalau uang kamu selalu habis sebelum waktunya, berarti gaya hidup terlalu tinggi atau kerap mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak berguna. Seperti misalnya belanja suatu barang hanya karena alasan “lucu” hingga mengikuti gaya hidup high class untuk meningkatkan status.

Apapun alasannya, kamu perlu menahan semua keinginanmu itu demi masa depan yang lebih baik dan jangan hanya memikirkan kesenangan semata saja.

Baca juga: Gaya Hidup Pangeran Brunei, Dikelilingi Barang Mewah 

3. Gak bisa mencukupi kebutuhan pokok

Gak bisa mencukupi kebutuhan pokok. (Shutterstock)
Gak bisa mencukupi kebutuhan pokok. (Shutterstock)

Membayar tagihan listrik, air, internet, membayar cicilan hingga membeli makanan merupakan kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan rutin setiap bulannya.

Nah, jika kamu gak bisa memenuhi salah satu kebutuhan pokok, berarti ada yang salah dengan pengelolaan keuanganmu. Misalnya aja bujet buat beli makanan terlalu besar atau kuota internet selalu tersisa setiap bulan.

Kamu bisa mengurangi pos di makanan, seperti tidak membeli camilan terlalu banyak dan fokus membeli bahan makanan pokok saja. Selain itu, kamu juga bisa memilih kuota internet lebih murah yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Intinya, keluarkan uangmu untuk hal-hal yang memang menjadi prioritas, bukan karena keinginan.

4. Utang kartu kredit semakin besar

Utang kartu kredit makin besar. (Shutterstock)
Utang kartu kredit makin besar. (Shutterstock)

Kartu kredit kerap digunakan orang untuk membeli barang dengan nominal yang besar dan memanfaatkan fasilitas cicilan 0 persen, misalnya beli tempat tidur baru seharga Rp 5 juta.

Sayangnya, gak sedikit juga dari mereka yang menggesek kartu kredit untuk hal yang tidak penting seperti nongkrong di kafe atau beli tas terbaru keluaran desainer terkenal.

Tanpa disadari, kondisi tersebut bikin tagihan kartu kreditmu meledak bahkan melebihi penghasilan bulanan yang kamu peroleh. Kalau udah seperti itu, siap-siap aja kamu sengsara setiap bulan karena harus menggelontorkan uang besar untuk mencicil tagihan kartu kredit.

5. Kerap menggunakan barang branded

Kerap gunakan barang branded. (Shutterstock)
Kerap gunakan barang branded. (Shutterstock)

Memang gak bisa dipungkiri kalau menggunakan barang mewah alias branded dapat menaikkan status sosial seseorang di lingkungan pergaulan.

Tapi jangan memaksakan diri memiliki barang mahal jika nyatanya kamu gak mampu untuk membelinya. Apalagi kalau kamu sampai menghalalkan berbagai cara demi membeli barang tersebut, seperti mengajukan pinjaman atau menggesek kartu kredit.

Jangan sampai, karena hanya ingin menenteng tas keluaran merek terkenal, kamu harus tersiksa bayar utang selama bertahun-tahun untuk melunasinya. Lagipula, barang murah tetap bisa bikin penampilan keren kok asal kamu cerdas memadupadankannya. Nagita Slavina yang tajir melintir aja gak gengsi kok mengenakan barang seharga ratusan ribu rupiah.

Gimana, sekarang udah tahu kan tanda kalau gaya hidupmu ternyata gak sesuai dengan penghasilan yang kamu dapatkan. Nah, biar kamu gak susah sampai tua karena “kebanyakan gaya” saat muda, lebih baik tahan keinginan belanja konsumtif-mu itu demi bisa hidup nyaman dan enak saat tua nanti. Setuju? (Editor: Ruben Setiawan)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.