Dari Melayani Sampai Lepas Tangan, Ini 7 Gaya Kepemimpinan Bos di Perusahaan

4 menit
gaya kepemimpinan
Ilustrasi gaya kepemimpinan. (Shutterstock)

Setiap orang pasti memiliki gaya kepemimpinannya sendiri-sendiri dalam bekerja. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik yang dialami semenjak duduk di bangku sekolah hingga meniti karier di dunia profesional. 

Keanekaragaman karakter yang dimiliki oleh setiap orang pastinya berdampak pula pada gaya kepemimpinan jika udah menjadi bos di sebuah perusahaan. Mau gak mau para karyawan yang berada di bawahnya harus mengikuti gaya tersebut dan biasanya memerlukan waktu guna beradaptasi.

Sebagian dari kamu mungkin merasakan hal tersebut. Ada karakter bos yang sesuai dengan keinginan kamu, namun ada juga yang gak sesuai.

Ujung-ujungnya pasti milih untuk resign kalau udah gak cocok sama bosmu. Tapi yang harus diketahui adalah pilihan tersebut bukanlah solusi terbaik dan hanya menunda masalah.

Oleh karena itu, daripada kamu terus-terusan pindah kantor ada baiknya untuk mengetahui macam-macam gaya kepemimpinan bos di kantor dan mencoba untuk beradaptasi. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Gaya Kepemimpinan Ini Berbahaya Buat Kemajuan Perusahaan

1. Gaya kepemimpinan Otokratik

gaya kepemimpinan
Ilustrasi pemimpin otokratis. (Shutterstock)

Mengutip dari Business News Daily, pertama ada gaya bos yang otokratik atau dalam bahasa Inggris disebut “one who rules by himself”. Umumnya karakter yang seperti ini bersifat absolut dan keputusannya udah gak bisa diganggu gugat lagi.

Untuk sebagian pegawai yang punya atasan seperti ini pasti mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri. Sebab gaya bekerjanya harus sesuai dengan apa yang atasan mau tanpa adanya komunikasi dua arah.

Oleh karena itu, mau gak mau kamu harus mengikuti ritme kerja yang ada di kantor tersebut.

Baca juga: Bikin Rempong! Ini 5 Cara Menghadapi Gaya Kepemimpinan Bos yang Narsis

2. Pemimpin Demokratik

gaya kepemimpinan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Selanjutnya ada gaya atasan yang demokratik. Tentu bos seperti ini lebih lunak dalam mengambil keputusan bagi karyawannya karena mempertimbangkan berbagai faktor serta pendapat dari banyak pihak. 

Sementara itu, dari sisi pegawainya sendiri tipe bos yang kayak gini juga lebih enak untuk diajak bicara. Alhasil, bekerja bisa terasa lebih nyaman dan tenang tanpa adanya rasa takut yang menghantui.

Baca juga: 5 Sikap Kepemimpinan Ini Mampu Tingkatkan Produktivitas Kerja Bawahan

3. Pemimpin Karismatik

gaya kepemimpinan
Ilustrasi pemimpin karismatik. (Shutterstock)

Ketiga, ada sosok pemimpin yang karismatik atau memberikan pesona tersendiri kepada bawahannya ketika sedang berbicara ataupun bekerja. Hal ini bisa memberikan dampak yang positif kepada pegawainya untuk memberikan motivasi bekerja.

Gak hanya bisa memberikan motivasi, pemimpin berkarismatik juga kadang sering membantu bawahannya yang sedang mengalami kesulitan. Untuk lingkungan kantor yang hectic, sosok pemimpin ini cukup diperlukan keberadaannya.

4. Kepemimpinan Birokratik

gaya kepemimpinan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Keempat ada tipe bos yang birokratik. Orang yang seperti ini biasanya sangat bertumpu pada hirarki dan peraturan yang udah dibuat oleh perusahaan.

Jadi, segala macam keputusan yang mau dibuat harus berdasarkan prosedur yang ada agar tidak menyalahi peraturan. Kamu sendiri jika pengin menyuarakan sesuatu harus mengikuti prosedur tersebut agar bisa didengarkan langsung oleh atasan.

5. Kepemimpinan Laissez-faire

gaya kepemimpinan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Gaya kepemimpinan yang kelima adalah Laissez-faire. Karakter pemimpin seperti ini umumnya lepas tangan atas apa yang dikerjakan oleh bawahannya.

Namun dalam konteks yang baik, jadi bos ini memberikan keleluasaan buat karyawannya untuk berekspresi dalam bekerja meski tetap dalam pengawasan pemimpin. Tipe seperti ini cocok untuk lingkungan kerja yang para pegawai dan atasannya sama-sama punya banyak pengalaman kerja.

6. Kepemimpinan yang melayani

gaya kepemimpinan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Tipe pemimpin yang satu ini bisa menjadi yang paling didambakan banyak pegawai karena kamu bakal merasa diakui eksistensinya dan jika mengalami kebuntuan dalam kerja bisa mendapatkan insight yang baik dari atasan.

Di samping itu, pemimpin yang melayani juga mempertimbangkan kepentingan tim daripada hanya mementingkan kepentingan sendiri aja. Lingkungan kerja yang memiliki keberagaman latar belakang pegawai cocok untuk tipe di poin keenam ini. 

7. Gaya kepemimpinan transaksional

gaya kepemimpinan
Ilustrasi pemimpin yang traksaksional. (Shutterstock)

Terakhir ada gaya pemimpin yang transaksional. Tapi jangan sampai salah kaprah karena yang dimaksud disini bukan berkonotatif negatif, melainkan yang positif. 

Salah satu contohnya adalah dengan memberi apresiasi atau penghargaan kepada karyawan yang udah mencatatkan prestasi atau target tertentu bagi perusahaan. Dengan demikian, seluruh karyawan termotivasi untuk bekerja secara lebih baik agar bisa mendapatkan penghargaan tersebut.

Jadi transaksi yang dimaksud disini adalah sebagai bentuk penghargaan.

Nah itulah 7 gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh atasan di perusahaan. Dari ketujuh tipe tersebut, kantor kamu memiliki bos yang seperti apa nih kira-kira? (Editor: Ruben Setiawan)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1