Satu Tim dengan Generasi Milenial? Ini yang Mesti Dipahami Budaya Mereka

3 menit
generasi milenial
Satu Tim dengan Generasi Milenial? Ini yang Mesti Dipahami Budaya Mereka, (Ilustrasi/Pixabay).

Kehadiran generasi milenial di dunia kerja emang menjadi sumber yang sangat dibutuhkan saat ini. Gimana gak, mereka yang masih muda dan memiliki daya kreatif tinggi jadi incaran startup.

Generasi milenial merupakan kelompok tenaga kerja baru nih di zaman seperti sekarang ini. Kehadiran mereka dalam dunia kerja mau gak mau membawa perubahaan gaya bekerja setiap perusahaan.

Yang tadinya dunia kerja hierarki dan statis sontak berubah menjadi dinamis banget dan mau gak mau bikin perusahan buat merubah gaya “old school”.

Seperti dikutip dari Dailysocial.id, Senin, (28/5/2019), generasi milenial memiliki dampak bagi dunia kerja saat ini. Ya, seperti dijelaskan di atas tadi, dunia kerja yang tadinya hierarki dan statis mau gak mau berubah menjadi dinamis.

Mulai dari cara mereka bergaul, berinteraksi di kantor bikin suasana perusahaan berubah. Belum lagi dengan gaya mereka yang pastinya lebih modis dan stylish saat memutuskan pakai baju kerja.

Buat kamu yang memiliki tim datang dari generasi milenial emang mau gak mau mesti memperhatikan gimana gaya mereka. Mulai dari cara berpikir mereka, bersikap hingga etos kerjanya nih.

Gak cuma itu, kamu juga mesti memperhatikan juga kompensasi yang diharapkan oleh karyawan milenial. Pengin tahu apa aja sih yang mesti diperhatikan ketika kamu memiliki tim datang dari anak milenial? Yuk, kita intip bareng-bareng di bawah ini:

Baca juga: 5 Jenis Asuransi yang Mesti Dimiliki Milenial Berdasarkan Urutan Kebutuhan Menurut Pakar

Pahami karakter para karyawan milenial

generasi milenial
Perhatikan gaya kerja mereka saat di kantor, (Ilustrasi/Pixabay).

Ada bagusnya sih kamu memiliki tim kerja anak milenial. Pasalnya nih mereka biasanya memiliki gaya berpikir yang cerdas dan “fresh”. Jangan pernah buat menganggap sebelah mata kemampuan anak milenial dalam bekerja.

Maka dari itu kamu mesti memahami karakter anak milenial yang lahir di tahun 1981-1996. Secara karakteris milenial itu ada lima lho. Tech savvy, senang menerima masukan, tidak sabaran, progresif, dan berjiwa pengusaha.

Jika seseorang milenial memiliki jiwa pengusaha biasanya nih mereka ketika udah lulus kuliah IT dan menjadi terbaik di angkatannya, mereka terpacu buat bikin salah satu aplikasi lebih baik dari yang ada udah ada.

Baca juga: Pengin Kerja di Luar Negeri? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Cermati gaya milenial saat bekerja

generasi milenial
ketika kamu bekerja dengan milenial itu perhatikan deh karakter mereka itu seperti apa?, (Ilustrasi/Pixabay).

Kali ini masih berkaitan dengan karakteristik, di dunia kerja nih. Golongan milenial itu tergolong lebih menyukai ruangan terbuka buat membuka potensi berkolaborasi dan co-creation.

Udah gitu mereka senang banget bekerja di lingkungan perusahaan yang pro terhadap pemakaian teknologi dan paling penting itu anak milenial bukan cuma mau mendapatkan gaji aja lho.

Anak milenial yang udah menjadi karyawan biasanya nih mereka demen banget menerima evaluasi atas apa prestasi atau kinerjanya selam ini. Jangan sungkan-sungkan sih buat memberikan evaluasi kepada mereka agar bisa meningkatkan kinerja di kantor.

Udha gitu daripada kita mengkritik mereka, lebih baik nih para atasan atau pemimpin mengontrol kerja mereka dengan sejumlah arahan dan deadline yang mesti dipatuhi. Tapi jangan lupa lho beri mereka kebebasan buat memutuskan atau mengambil keputusan.

Baca juga: Nyeleneh Banget! 5 Pekerjaan Ini Cuma Ada di Kerajaan Inggris

Perhatikan juga kompensasi tapi bukan soal uang ya!

generasi milenial
Perhatikan juga kompensasi tapi bukan soal uang ya!, (Ilustrasi/Pixabay).

Generasi milenial bukan hanya bicara soal kompensasi dalam bentuk nominal alias uang aja lho. Kompensasi di sini maksudnya ya beri mereka kebebasan berdiskusi dengan para senior, anak milenial itu senang lho bertukar pikiran dan meminta inspirasi buat memacu diri saat bekerja.

Selain itu, kompensasi yang juga bisa kamu berikan nih yakni dengan memberikan dan mendukung buat perkembangan soft skill dan hard skill karyawan milenial di kantor lho. Maka dari itu sosok mentor sangat diperlukan nih buat mendampingi karyawan milenial.

Biasanya nih budaya startup banyak dicari oleh generasi milenial buat bekerja. Lingkungkan kerja yang dinamis dan “casual” kerap banget jadi incaran para generasi milenial bekerja. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Mahardian Prawira
Mahardian Prawira

Penyuka cokelat dan kopi yang mulai menyukai seputar dunia investasi, ekonomi dan bisnis. Lebih menyukai dan menghargai sebuah proses dalam mencapai sesuatu! Xoxo...