Ini yang Perlu Dilakukan Milenial untuk Membangun Kekayaan dengan Cepat

4 menit
Generasi Milenial sukses dalam hal keuangan (Shutterstock).
Generasi Milenial sukses dalam hal keuangan (Shutterstock).

Siapa sih yang gak pengin menjadi generasi milenial banyak uang alias tajir melintir di usia muda. Kalau kamu bukan berasal dari keluarga kaya hal ini gak mustahil untuk digapai. Asalkan sejak saat ini kamu sudah merencanakan dan menyiapkannya dengan baik.

Perencana Keuangan Douglas A. Boneparth mengatakan ada beberapa tahap dalam rentang usia milenial yang dapat membuatnya menjadi kaya. Setidaknya, dalam jangka pendek yakni per lima tahun ada hal besar yang berhasil dicapai.

Rentang usia dalam pencapaian besar itu mulai 25, 30, 35 hingga 40 tahun. Di usia tersebut kamu sebagai milenial harus fokus pada apa tujuan finansialmu. Melaksanakan tujuan jangka panjang dan pendek, apa yang menjadi prioritas dan bagaimana kamu mencapainya. Kamu juga harus meninjau kembali ketika sudah memasuki fase kehidupan yang berbeda. Misalnya dari lajang menjadi menikah.

Boneparth mengatakan, jumlah uang memang tak bisa menjadi patokan resmi bahwa orang akan kaya secara finansial sebab perspektif yang berbeda. “Banyak masyarakat yang tidak kaya secara finansial namun merasa berkecukupan karena alasan lain. Mereka memiliki kesehatan, keluarga, dan teman berhati tulus,” kata dia melansir laman Business Insider.

Untuk kaya secara finansial, ia membagikan kunci yang harus dilakukan bagi generasi milenial demi mewujudkan keuangan yang stabil atau bahkan menjadi kaya raya.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Tentukan target di usia 25 tahun

Generasi milenial mengatur keuangan
Tentukan target di usia 25 tahun (Shutterstock).

Boneparth mengatakan para milenial wajib menentukan target finansial mereka ketika memasuki usia 25 tahun. Di usia ini menurut dia tepat jika kamu mulai fokus mengidentifikasi, mengukur atau bahkan membuat prioritas tujuan di masa depan.

Kenapa? karena hal ini sangat penting untuk membangun fondasi yang kuat untuk menabung sebagian penghasilan. Mulai berinvestasi atau mengendalikan arus kas keluar masuk.

“Kamu menghabiskan uang selama enam sampai 12 bulan? Apa yang dapat disimpan secara konsisten? Tentukan gaya hidup yang nyaman dan realistis,” papar Boneparth.

Menyimpan uang bisa kamu lakukan dengan melihat secara terperinci apa saja pengeluaranmu. Kemudian dari sana lah akan ketahuan berapa banyak yang bisa kamu simpan. Di usia ini juga merupakan masa menghasilkan uang dari hasil bekerja atau bisnis.

Menabung di masa muda itu penting, dan akan kamu rasakan di kemudian hari. Semakin lama kamu menabung, uang yang dihasilkan juga banyak. Kamu akan merasakannya ketika saat genting membutuhkan dana darurat itu tiba, dan kamu sudah memiliki tabungan untuk itu.

Bangun fondasi finansial di usia 30 tahun

Generasi Milenial
Bangun fondasi finansial di usia 30 tahun (Shutterstock).

Saat usia 25 tahun kamu sudah memiliki tabungan, saatnya di usia 30 tahun ini memantapkan fondasi keuangan untuk masa depan. Kamu harus fokus pada tujuan jangka pendek seperti melunasi pinjaman, menabung hal tertentu atau sekedar memiliki dana cadangan.

Kemudian buat perencanaan apakah lima tahun ke depan kamu membeli rumah, karena akan berkeluarga. Kamu juga bisa menginvestasikan uangmu di saham, reksa dana, atau deposito.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

Mulai membuat kontribusi di usia 35 tahun

Generasi Milenial
Mulai membuat kontribusi di usia 35 tahun (Shutterstock).

Di usia ini, Boneparth mengatakan kamu harus membuat kontribusi yang lebih besar ke arah jangka panjang. Misalnya saja membuat tabungan pendidikan anak, dana pensiun, sehingga kamu dituntut untuk menabung lebih banyak.

Dia juga menyarankan agar para milenial mengotomatisasi semua tabungan. Dengan ini langkah awal membangun kekayaan sudah mulai berjalan. Ketika uang sudah berpindah sebelum kamu sempat menyentuhnya, itu cara kekayaan mulai dibangun. Nikmati segala prosesnya dan kamu akan terkejut berapa besar uang yang sudah disimpan bertahun-tahun ini.

Tinjau target di usia 40 tahun

Generasi Milenial
Tinjau target di usia 40 tahun (Shutterstock).

Ketika sudah mencapai di usia ini, kamu wajib meninjau kembali target yang sudah dibuat terdahulu. Di tahapan ini harusnya kamu sudah bisa menikmati segala jerih payah selama beberapa tahun ke belakang. Kamu juga harus meninjau kembali apa yang telah dibangun sejak muda.

Boneparth mengatakan, kembalilah ke fundamental dan analisis kembali arus kas. “Terus disiplin dalam pengeluaran dan tabungan. Lihat apakah sasaran kamu berubah sama sekali dan apakah ada perubahan yang perlu dilakukan,” kata dia.

Sasaran finansial mungkin bergeser saat memasuki dekade yang dianggap sebagai pertengahan karier. Ini adalah saat ketika kamu kemungkinan besar akan menghasilkan penghasilan tertinggi dalam jenjang karier. Hal yang juga harus ditinjau kembali adalah kekayaan bersih. Setidaknya kamu harus meninjaunya dua kali dalam setahun. Mengetahui kekayaan bersih akan membantu kamu tetap di jalur untuk meraih tujuan.

Itu tadi beberapa persiapan untuk menjadi kaya secara finansial sedini mungkin. Kalau kamu merasa generasi milenial, dan ingin menjadi tajir melintir saat dewasa nanti, gak ada salahnya mulai menyiapkan kesehatan finansial dari sekarang. Semoga bermanfaat! (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan