Bangun Satu Juta Rumah, SMF Cari Duit Rp 2,51 Triliun

2 menit
Ilustrasi Penyaluran Kredit Perumahan SMF (Shutterstock)
Ilustrasi Penyaluran Kredit Perumahan SMF (Shutterstock)

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menerbitkan obligasi (surat utang) Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap VIII Tahun 2019, senilai Rp 2,51 triliun. Rating obligasi SMF idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari PUB IV yang diupayakan SMF dalam menghimpun dana dengan target sebesar Rp 12 triliun.

Obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yaitu Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp 522 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75 persen. Adapun jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi, dan Seri B, sebesar Rp 1,98 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,45 persen berjangka waktu 3 tahun.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa minat investor untuk berivestasi pada surat utang SMF cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dengan adanya kelebihan permintaan (oversubscribe).

“Minat investor yang masuk pada saat book building untuk obligasi PUB IV tahap VIII ini melebihi target yaitu mencapai Rp 3 triliun. Namun kami sesuaikan dengan kebutuhan dana kami saat ini yaitu sebesar Rp 2,5 triliun,” kata Ananta Wiyogo.

Obligasi tersebut telah memenuhi kriteria instrumen bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.36/POJK.05/2016. Yaitu Tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.1/POJK.05/2016, Tentang Investasi Surat Berharga Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank.

Ananta mengatakan, dana yang diperoleh dari obligasi ini, rencananya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur KPR/refinancing. Selain dalam rangka melaksanakan peran SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV).

Likuditas KPR

Penerbitan obligasi ini merupakan bentuk komitmen dari SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi KPR.

“Penerbitan obligasi SMF ini bertujuan untuk mendukung Program Satu Juta Rumah, melalui penyaluran pinjaman (refinancing atas KPR). Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk memperluas akses ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.” ucap Ananta.

Sebelumnya telah diterbitkan PUB IV Tahap VII dengan total dana sebesar Rp 1,8 triliun. Adapun Total dana yang dihimpun melalui PUB IV adalah sebesar Rp 11,9 triliun.

Ananta menambahkan terkait penerbitan obligasi berikutnya direncanakan akan memproses pengajuan Obligasi PUB V dan Sukuk PUB I. Total target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 21 triliun, target memperoleh efektif dari OJK pada akhir Kuartal II.

Adapun, SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan. Mereka mengemban tugas sebagai special mission vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.

SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

Perseroan memiliki peringkat AAA untuk korporasi, yang diperoleh dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Rating.

Peringkat tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menujukkan kemampuan SMF untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Juga merupakan profil permodalan yang sangat kuat, dengan didukung oleh kualitas aset yang sangat baik.

Peringkat tersebut mencerminkan tingkat dukungan yang sangat kuat dari Pemerintah Indonesia. Sejak tahun 2009 hingga saat ini perusahaan telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 36 kali dengan total Rp 29,6 triliun.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.