Ekonomi Dunia Lesu, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Malah Perkasa

1 menit
Shutterstock
Shutterstock

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2018 mencapai 5,17 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 lalu yang mencapai 5,07 persen.

Meski lebih tinggi dari tahun 2017, capaian tahun lebih rendah dibandingkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Adapun, pertumbuhan ekonomi 5,17 persen merupakan hasil akumulasi dari empat kuartal sepanjang tahun 2018. Dimana pada kuartal I, ekonomi Indonesia tumbuh 5,06 persen. Kuartal II naik menjadi 5,27 persen, kuartal III sebesar 5,17 persen, dan kuartal IV-2018 sebesar 5,18 persen.

“Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,17 persen. Ini tren yang bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya,”ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta.

Cukup Baik Ditengah Gejolak Ekonomi Global

Suhariyanto menilai, capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 menunjukan tren yang positif ditengah gejolak ekonomi global yang sedang terjadi.

“Di tengah harga komoditas dan ekonomi global yang tidak pasti, ini adalah capaian yang menggembirakan buat kita karena usaha yang terus kita lakukan,” paparnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia timur diatas pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Indonesia timur pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari nasional, meski kontribusinya lebih kecil. Kontribusi lebih tinggi dengan banyaknya infrastruktur sehingga membuat distribusi barang dan jasa lebih lancar,” ujar Kepala BPS.

Dari sisi struktur ekonomi secara nasional, pada 2018 masih didominasi oleh perekonomian pulau Jawa. Mereka menyumbang 58,48 persen ke produk domestik bruto (PDB) dengan pertumbuhan ekonomi 5,72 persen.

Kemudian, disusul wilayah Sumatera yang menyumbang 21,58 persen dan bertumbuh 4,54 persen, dan Kalimantan berkontribusi 8,20 persen dan tumbuh 3,91 persen.

Dari Indonesia timur, Sulawesi berkontribusi 6,22 persen dan tumbuh 6,65 persen. Bali Nusa Tenggara berkontribusi 3,05 persen dan tumbuh 2,68 persen, serta Maluku Papua dengan kontribusi 2,47 persen dan tumbuh 6,99 persen.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

 

 

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.