Ini Strategi Go-Jek Atasi Kenaikan Tarif Ojek Online

2 menit
Ilustrasi Ojek Online (Shutterstock)
Ilustrasi Ojek Online (Shutterstock)

Penyedia jasa transportasi ojek online Go-Jek telah melakukan uji coba tarif Go-Ride di 5 kota sesuai dengan pedoman tarif Kementerian Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019.

Nila Marita, Chief Corporate Affairs Go-Jek Indonesia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama tiga hari terjadi penurunan permintaan penumpang.

“Kami melihat adanya penurunan permintaan (order) Go-Ride yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra driver kami,” ujar Nila di Jakarta.

Akan tetapi, Go-Jek menegaskan, dengan semangat dan komitmen mendukung keberhasilan dan optimalisasi peraturan dari pemerintah, pihaknya akan melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan Go-Ride.

Berlakukan Tarif Diskon

“Dalam penerapan tarif uji coba ini, kami tetap melakukan berbagai program promosi (diskon tarif) kepada konsumen. Hal ini baik untuk jangka pendek, namun tidak baik untuk keberlangsungan usaha secara jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Menurutnya, subsidi berlebihan untuk promosi (diskon tarif) memberikan kesan harga murah, namun hal ini semu karena promosi tidak dapat berlaku permanen.

“Dalam jangka panjang, subsidi berlebihan akan mengancam keberlangsungan industri. Menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan dari industri itu sendiri,” jelasnya.

Nila mengatakan, ancaman terhadap keberlangsungan industri dapat mengakibatkan hilangnya peluang pendapatan bagi para mitra driver yang tentunya sangat ingin kami hindari.

“Go-Jek ingin menjaga keberlangsungan industri ini, agar mitra driver kami terus mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Para konsumen juga terus dapat menikmati layanan aman, nyaman dan berkualitas,” kata Nila.

Pihaknya juga akan terus laporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada Pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan.

“Kami berharap dapat bersama-sama menciptakan industri yang sehat. Sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen serta menjaga pendapatan dan kesejahteraan driver yang berkesinambungan,” paparnya.

Tarif Ojol Naik

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menetapkan aturan terkait besaran tarif atas dan bawah angkutan ojek online.

Aturan ini ditetapkan oleh pemerintah dengan membagi tiga zona, yang mulai berlaku pada 1 Mei lalu.

Dari aturan tersebut, tarif batas bawah zona I ditetapkan untuk wilayah Sumatera, Bali, Jawa (selain Jabodetabek) sebesar Rp 1.850 per km.

Sedangkan untuk batas bawah  zona II (Jabodetabek) ditetapkan sebesar Rp 2.000 per km, dan zona III meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua, ditetapkan sebesar Rp 2.100 per km.

Sementara itu, untuk tarif batas atas tertinggi ditetapkan untuk zona III sebesar Rp 2.600 per km, kemudian zona II sebesar Rp 2.500 per km, dan zona I Rp 2.300 per km.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.