Gojek Bakal Terapkan Pelanan Ramah Lingkungan, Ini 2 Programnya!

2 menit
Gojek Peduli Lingkungan (Shutterstock)
Gojek Peduli Lingkungan (Shutterstock)

Gojek kembali menjadi pelopor di industri dengan mengumumkan GoGreener. Sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memudahkan konsumen, mitra merchant, dan mitra driver menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

Inisiatif GoGreener yang pertama dijalankan oleh layanan GoFood melalui pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan dan menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.

Sebagai penyedia layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood turut menyadari pentingnya mendukung bisnis berkelanjutan yang berbasis lingkungan.

Karenanya, GoFood berkolaborasi dengan berbagai pihak yang ditandai dengan rencana penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding/ MoU). Kerja sama ini antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Gojek yang fokus pada edukasi perilaku bisnis.

Pelayanan Ramah Lingkungan

Selain pelayanan, dan konsumsi yang ramah lingkungan yang tergabung dalam ekosistem GoFood untuk mitra merchant, mitra driver, dan pelanggan. Dua program GoFood yang mendorong gaya hidup ramah lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Fitur pilihan alat makan sekali pakai. Ketika memilih makanan sebelum masuk ke halaman checkout. Konsumen harus memilih opsi beli jika memerlukan alat makan sekali pakai. Semakin banyak mitra merchant yang berpartisipasi dalam program ini.
  2. Tas pengantaran makanan khusus bagi mitra driver – GoFood menyediakan tas pengantaran untuk mitra driver yang dirancang khusus. Nantinya dengan kompartemen yang lebih luas dan kualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan. Baik panas maupun dingin, tahan cipratan air, dan dapat dilipat, sehingga tetap fleksibel bagi mitra driver ketika mengantarkan penumpang.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem Gojek. Penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan.

“Kedua program tersebut merupakan proyek awal kami dan telah mendapatkan respon yang sangat positif dari merchant maupun konsumen sejak diperkenalkan bulan Juli lalu,” ujar Catherine.

Inisiatif Dimulai 4 Wilayah

Inisiatif ini akan dimulai di 4 wilayah operasional utama Gojek, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar hingga Desember 2019 mendatang.

Pada program ini, Gojek juga bekerja sama dengan organisasi lingkungan yaitu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Kemudian PlastikDetox, dan World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia. Hal ini untuk memberikan edukasi kepada mitra UMKM, mitra driver, dan para konsumen untuk sadar pentingnya gaya hidup dan bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah melalui KLHK juga tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari plastik sekali pakai.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175.000 ton per hari. Jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg dan 15 persen diantaranya adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman. Lalu kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah makanan dan minuman serta pembungkus barang lainnya.

Pemerintah terus menyempurnakan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Masyarakat pun harus ikut bergerak, apalagi saat ini sudah semakin mudah dengan inisiatif sadar lingkungan yang difasilitasi oleh teknologi Gojek. Salah satunya lewat GoFood,” ujar Novrizal Tahar, IPM, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Saat ini, pemerintah juga telah memiliki kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dengan target pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen terhadap timbulan sampah pada 2025.

Pemerintah saat ini dalam proses akselerasi penerapannya guna mencapai target tersebut dengan harapan dapat terpenuhi tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.