Hore! Gojek Resmi Diizinkan Mengaspal di Malaysia

3 menit
Hore! Gojek Resmi Diizinkan Mengaspal di Malaysia, (Instagram/@gojekindonesia).

Perusahaan teknologi yang bergerak pada bidang ride hailing asal Indonesia, Gojek akan segera beroperasi di Malaysia dalam waktu dekat. Kepastian perizinan operasi ini setelah adanya keputusan dari Kabinet Perdana Menteri Mahathir Muhamad dan langsung diumumkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman melalui laman media sosial Twitter miliknya.

Diizinkannya Gojek beroperasi pada Negeri Jiran tersebut karena dinilai akan memberikan sumbangsih secara sosial dan ekonomi, dan juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda, dan juga meningkatkan daya saing para pemilik usaha kuliner atau warung.

Dalam pernyataan reminya, layanan ojek online yang terkenal dengan layanan Go-Food-nya ini mengatakan, akan berusaha memberikan dampak positif dengan menawarkan peluang baru. “Membawa pilihan bagi pelanggan, membuka kesempatan kerja baru bagi para pelaku ekonomi mandiri dan membantu SME Malaysia untuk berkembang,” tulis Gojek dalam pernyataan resmi.

Menurut Gojek, selama ini komunikasi antara perusahaan besutan Nadiem Makarim dengan pemerintah Malaysia telah terjalin sangat baik. Perusahaan yang ikonik dengan warna hijaunya ini pun mengapresiasi pemerintah Malaysia atas keterbukaan pemerintah Malaysia yang telah memberikan peluang dan izin beroperasi di sana.

Baca juga: 5 Posisi Pekerjaan yang Gak Terlalu Dibutuhkan di Kantor Startup

Gojek diizinkan mengaspal di Malaysia

gojek
Jaket ojol yang melekat dengan warna hijau ini bakal bersliweran di Malaysia nih, (Instagram/@gojekindonesia).

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah Malaysia atas peluang yang diberikan bagi Gojek untuk dapat beroperasi di Malaysia,” tambah Gojek.

Semenatara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman dalam laman media sosialnya mengatakan, keputusan diperbolehkannya perusahaan buatan anak bangsa ini beroperasi di Malaysia diputuskan melalui rapat kabinet pemerintah Malaysia.

Menurutnya, kehadiran ojek online buatan Indonesia di Negeri Jiran akan memberikan dampak sosial ekonomi yang positif, dan juga membantu masyarakat Malaysia dalam mobilitas sehari-hari.

“Alhamdulillah pada hari ini rapat kabinet dengan suara bulat mengizinkan model bisnis Gojek atau Digo ride. Kita ingin memastikan bahwa kelompok kendaraan bermotor mendapatkan lapangan pekerjaan puluhan ribu dan pada saat yang bersamaan pengusaha warung untuk menjual barang mereka melalui layanan Gojek. Ini membantu wirausahawan muda dengan munculnya Gojek dapat menjual barang mereka dengan menggunakan jasa Gojek,” kata Syed Saddiq Abdul Rahman.

Selain itu, kehadiran startup Indonesia ini juga dinilai bisa menekan biaya transportasi masyarakat di Malaysia, dan juga bisa mengatasi kemacetan yang terjadi.

“Turut ingin membantu anak muda dan masyarakat Malaysia secara keseluruhan yang ingin angkutan umum dari rumah ke LRT atau MRT dengan biaya yang  rendah dan tidak perlu menghadapi kemacetan lalu lintas. Insya Allah kita ingin memastikan anak muda akan mendapatkan keberpihakan yang terbaik. Ini adalah masa depan Malaysia kita semua,” tambah Menpora Malaysia.

Baca juga: Gojek Ungkap Cara Hasilkan Pendapatan Tinggi Bagi Mitra Driver di Indonesia

Gelontorkan Investasi Rp 7,1 Triliun, Gojek Mulai Kuasai Asia Tenggara

gojek
Kiprah perusahaan besutan Nadiem Makarim ini patut diacungi jempol lho, (Instagram/@gojekindonesia).

Startup ride hailing besutan Nadiem Makarim secara perlahan mulai menguasasi pasar ride hailing di kawasan reginal Asia Tenggara, dengan keputusan akan beroperasinya layanan antar jemput online ini di Malaysia, maka akan menambah daftar negara operasi Gojek selain di Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini telah hadir di empat (4) negara di Asia Tenggara. Karena telah menjadi aplikasi yang lengkap dan multifungsi, aplikasi perusahaan besutan Nadiem Makarim ini tak bisa dilepaskan dari keseharian masyarakat mulai dari Indonesia dengan nama Go-jek, kemudian Thailand dengan nama GET, Vietnam dengan nama GET, Singapura dengan nama Gojek, dan akan menyusul di Malaysia.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Hitungan Denda Grab buat Pelanggan yang Batalkan Orderan

Sebelumnya udah mengaspal di Singapura, Vietnam dan Thailand

gojek
Ojol buatan anak bangsa ini udah mengaspal terlebih dahulu di Thailand, Vietnam dan Singapura, (Instagram/@gojekindonesia).

Sedangkan di Filipina, perusahaan ini masih dalam tahap proses dan negosiasi dengan pemerintah setempat, setelah ada penolakan dari Badan Pengatur Perhubungan Darat Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/ LTFRB).

Tercatat, pada Pada 24 Mei 2018, Gojek mengumumkan kepastiannya untuk berekspansi ke empat negara di Asia Tenggara yaitu Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Perusahaan besutan Nadiem Makariem ini mengaku menyiapkan dana sebesar USD500 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun untuk memuluskan langkahnya tersebut. 

Sebulan kemudian tepatnya pada 25 Juni 2018, Gojek memperkenalkan GO-Viet  di Vietnam dan GET di Thailand sebagai bagian dari ekspansinya.

Selain tidak menggunakan nama merek nya seperti yang dilakukan Uber atau Grab, Gojek juga lebih memilih menggandeng tim lokal untuk menjalankan layanannya di luar negeri dan memberi kekuatan penuh untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.

Namun, mereka tetap mendapatkan dukungan teknologi, pengetahuan operasional, dan tentu saja pendanaan dari perusahaan yang udah mulai go internasional. Sementara itu, kedua perusahaan tersebut berperan memberikan pengetahuan tentang kondisi pasar lokal. 

Dari sisi operasional, Gojek kini telah tersedia di 167 kabupaten dan kota di Indonesia, 2 kota di Vietnam dan 14 distrik di Bangkok Thailand. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.