Gojek Ungkap Cara Hasilkan Pendapatan Tinggi Bagi Mitra Driver di Indonesia

2 menit
Laris Manis! Gojek Ungkap Cara Hasilkan Pendapatan Tinggi Bagi Mitra Driver, (Instagram/@gojekindonesia).

Vice President (VP) Public Affairs Gojek, Astrid Kusumawardhani mengungkapkan, saat ini tingkat pendidikan para mitra driver Gojek mayoritas di bawah Sekolah Menengah Atas (Atas) akan tetapi dari sisi pendapatan para mitra driver ini mendapatkan pendapatan di atas Upah Minimum Kota atau Kabupaten.

Astrid mengatakan, kehadiran Gojek di Indonesia memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk turut andil dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

“Gojek memperluas peluang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, dari tingkat pendidikan 80% mitra driver Go-Ride, Go-Car, Go-Life itu tamatan SMA ke bawah, dan 91 persen mitra Go-life juga tingkat SMA ke bawah,” ungkap Astrid di Jakarta.

Tak hanya itu, dari sisi penyandang disabilitas, 1 dari 20 mitra Go-Massage dan Go-Auto adalah penyandang disabilitas. Kemudian, perusahaan yang dikenal dengan warna hijaunya ini  juga memiliki 70 % mitra Go-life adalah perempuan di mana 50 % perempuan tersebut adalah tulang punggung keluarga.

Baca juga: Mulai Dari Rp 900 Juta, 7 Kota Ini Jadi Tempat Termahal untuk Memulai Startup

Penghasilan di atas UMR

Gojek
Begini nih kekompakan para mitra Gojek, (Instagram/@gojekindonesia).

Menurut Astrid, dampak positif ini berkat pengembangan teknologi yang tepat dan cocok bagi seluruh masyarakat, bukan hanya konsumen, tetapi masyarakat  berpendidikan rendah, penyandang disabilitas, hingga para Ibu Rumah Tangga.

“Semua ini bisa karena teknologinya cocok, ekosistemnya dibentuk sedemikian rupa sehingga mereka-mereka punya kesempatan yang sama mendapatkan penghasilan, tetapi kuncinya pada teknologi yang tepat, karena kalau tidak sama saja akan meningkatkan lagi kesenjangan yang sudah terjadi,” papar Astrid.

Sementara itu, dari sisi penghasilan para mitra bisa melebihi tingkat pendapatan UMR berdasarkan survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2019.

Untuk rata-rata Penghasilan mitra Gojek di wilayah Jabodetabek Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, rata-rata penghasilan mitra Go-Ride mencapai Rp 4,9 juta per bulan, atau diats UMK sebesar Rp 3,9 juta.

Kemudian mitra Go-Car mencapai Rp 6 juta per bulan, atau diats UMK sebesar Rp 3,9 juta, dan mitra Go-Life mendapatkan pengahasilan per bulan Rp 4,8 juta per bulan,  atau diats UMK sebesar Rp 3,9 juta.

Baca juga: Wanita Paling Banyak Buru Promosi di Medsos, Giladiskon Lakukan Ini

Gojek berkontribusi perekonomian Indonesia sebesar Rp 44 triliunan lho!

Gojek
Gojek memudahkan banyak orang nih, salah satunya layanan Go-Food, (Instagram/@gojekindonesia).

Sedangkan rata-rata Penghasilan mitra di luar Jabodetabek juga diatas UMK seperti di Kota Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Balikpapan, Makassar.

“Mengenai penghasilannya para mitra Gojek seperti Go-Ride, Go-Car, Go-Life dengan sentuhan teknologi pendapatan mereka bisa diatas UMR. Ini terjadi karena teknologi membuka kesempatan dan menghubungkan mereka dari dunia informal menjadi dunia profesional,” papar Astrid.

Berdasarkan penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada 2019, Gojek telah berkontribusi Rp 44,2-55 Triliun terhadap perekonomian nasional.

Direktur SMERU Research Institute, Widjajanti Isdijoso mengatakan, Gojek menjadi contoh startup lokal yang berhasil mendorong sektor ekonomi dengan sentuhan digitalisasi yang tepat. “Hadirnya berbagai startup di Indonesia tentunya dapat meningkatkan ekonomi digital secara merata,” pungkasnya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.