Hadapi 4 Situasi Ini, Sewa Bisa Jadi Pilihan Terbaik Ketimbang Beli Rumah

3 menit
Beli atau sewa rumah ya? Pikirkan baik-baik (Shutterstock).

Membeli rumah memang menjadi impian setiap orang. Terlebih generasi milenial saat ini. Memiliki hunian seolah menjadi kebutuhan paling mendasar yang wajib dipenuhi.

Hal itu pula yang dikatakan oleh pakar keuangan asal Amerika Serikat, David Bach. “Saya tidak ingin kamu menunggu. Saya ingin kamu berpikir tentang membeli real estate lebih cepat dibandingkan nanti,” katanya seperti dilansir laman CNBC.

Menurut dia, kepemilikan rumah merupakan eskalator tertinggi dalam membangun kekayaan. “Orang yang memiliki hunian akan menjadi kaya, karena dia tidak perlu pusing membuang uang untuk sewa rumah,” kata dia lagi.

Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa ada hal yang harus dipikirkan sebelum membeli hunian menurut Bach. “Ada beberapa situasi dimana kamu tidak boleh membeli hunian,” papar Bach.

Menyewa hunian memang membuat kamu berfikir hanya buang-buang uang untuk sesuatu yang gak bisa kamu miliki. Tetapi, beberapa hal ini menjadikan alasan menyewa hunian jadi penting ketimbang membelinya.

Apa sih alasan tersebut yang membuat kamu disarankan untuk lebih menyewa rumah ketimbang membelinya. Simak yuk.

1. Tidak yakin akan pekerjaan

Tidak yakin akan pekerjaan saat ini membuat kamu jangan cicil rumah dalam waktu dekat (Shutterstock).

Jika kamu tidak yakin akan pekerjaan yang saat ini dijalani, Bach menyarankan untuk tidak membeli rumah dalam waktu dekat. Jika kamu sudah mantap membeli hunian secara kredit, itu artinya perlu memiliki pekerjaan yang mantap dan perencanaan keuangan yang baik.

Selama belum mendapat pekerjaan yang laik, kamu bisa menyewa rumah dengan catatan harga uang sewa tidak terlampau mahal. Agar sisa gaji kamu setiap bulan bisa ditabung untuk membeli hunian kelak sampai memiliki pekerjaan yang stabil.

Idealnya menurut Bach, setelah satu tahun bekerja, kamu baru bisa mengambil cicilan rumah. Hal itu untuk menutupi biaya down payment dan cicilan pertama ketika suatu saat kamu kehilangan pekerjaan.

2. Pekerjaan kamu tidak tinggal diam

Pindah kerja (Shutterstock).

Jika dalam waktu dekat kamu akan dipindah tugas ke daerah lain, ada baiknya urungkan niat untuk membeli rumah. Pasalnya, menurut Bach, jika sudah memutuskan untuk membeli hunian, minimal selama lima tahun kamu menempatinya.

Jangan sampai kamu kerepotan setelah membeli rumah dengan cara mencicil ke bank, tetapi harus dipindah tugas ke wilayah lain. Karena proses over kredit tak bisa cepat atau buru-buru. Pikirkan baik-baik ya.

3. Memiliki keluarga

pekerjaan kantor
Keluarga bahagia

Nah, buat kamu yang akan berumah tangga, ada baiknya membeli hunian saat sudah menikah. Pasalnya, kamu perlu memikirkan kondisi rumah tersebut bersama pasangan. Berapa banyak anak yang akan kalian miliki nanti juga menentukan kelayakan sebuah rumah untuk dihuni.

Jangan sampai kamu membeli rumah terlalu kecil, sehingga tidak membuat nyaman anak-anakmu kelak. Anak-anak membutuhkan banyak ruang untuk mereka bermain.

“Biasanya kelahiran anak pertama belum terlalu terasa kamu membutuhkan banyak ruang. Tetapi setelah anak kedua lahir, kamu akan membutuhkannya,” kata Bach.

4. Masih ingin tinggal di pusat kota

Masih ingin tinggal di pusat kota (Ilustrasi).

Jika lokasi pekerjaan kamu berada di pusat kota, tetapi untuk membeli hunian disana terlampau mahal. Bahkan tidak cukup dana meskipun sudah bertahun-tahun menabung, ada baiknya sewa ketimbang membeli.

Biasanya, harga rumah yang sesuai dengan bujet memiliki lokasi cukup jauh dari rumah keluarga kamu, atau bahkan tempat kerjamu. Jika masih memungkinkan untuk sewa karena akses ke lokasi kerja, silahkan lakukan. Asal, kamu juga tetap harus memikirkan akan membeli rumah di lokasi lain, mengganti pekerjaan, atau kalau itu dirasa berat, pikirkan membeli kendaraan agar akses menuju tempat kerja dan rumah bisa diatasi.

Setelah melihat keempat hal tadi, apakah kamu tetap akan membeli atau menyewa hunian terlebih dahulu? Apapun yang kamu putuskan, jangan sampai merugikan masa depanmu kelak. Rumah bukan untuk ditempati satu atau dua hari, tetapi jangka panjang. Memiliki rumah kamu harus siap berada di tempat itu selama bertahun-tahun atau bahkan selamanya.

“Kuncinya adalah menyadari bahwa kepemilikan rumah adalah investasi jangka panjang. Ini adalah keputusan keuangan dan gaya hidup yang besar, dan yang harus dibuat dengan pemikiran jangka panjang, bukan jangka pendek.” (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be