7 Hal Umum Tentang Investasi Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula

4 menit
investasi saham
Hal-hal yang harus diketahui investor pemula. (Shutterstock)

Investasi saham kini sudah semakin mudah. Kalau dulu mungkin hanya orang-orang berduit saja yang main saham, tapi kini semua kalangan sudah bisa menyelaminya.

Buat para pemula juga semakin mudah karena banyak beredar sekuritas-sekuritas terpercaya. Tinggal kamu memerlukan modal, selain uang, tapi juga pemahaman yang mumpuni. Paling enggak hukum-hukum dasar di dunia pasar modal harus kamu pahami. Rata-rata investor yang gak tahu apa-apa mereka malah gak dapat untung, yang ada malah buntung.

Untuk menghindari hal buruk itu terjadi ke kamu, berikut ini kita mau kasih tujuh hal umum yang harus diketahui investor pemula yang mau terjun ke investasi saham.

Baca juga: Dijamin Paham, Ini 6 Cara Bermain Saham yang Pas Buat Investor Pemula

1. Beli pas harganya murah, jual pas harganya naik

investasi saham
Prinsipnya sederhana, beli saat turun, jual saat naik. (Shutterstock)

Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang investasi saham adalah waktu untuk membelinya. Karena harga saham itu fluktuatif alias naik turun, gak ada yang bisa jamin, kalau hari ini naik, besok naik, atau hari ini turun besok juga turun.  

Namanya investasi kan pasti penginnya dapat untung dong. Nah di dunia saham, hukumnya simpel banget kok, beli pas harganya sedang turun, dan jual saat harganya tengah melonjak naik. Waktunya? Sabar-sabar saja, tunggu sampai waktu tersebut datang, dan kamu tinggal menikmati hasilnya.

Baca juga: Dengan 6 Trik Ini, Kamu Berpeluang Untung Besar dari Main Saham Online

2. Tidak ada hal yang pasti

investasi saham
Tidak ada yang pasti. (Shutterstock)

Dunia ini penuh ketidakpastian, termasuk juga dalam hal investasi saham. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa harga per lembar saham itu tidak ada yang bisa memastikan, tapi mungkin bisa diprediksi melalui beberapa analisa yang komprehensif. Tidak semuanya selalu naik dan tidak semuanya selalu turun, bahkan untuk perusahaan-perusahaan besar sekalipun.

Ada perusahaan kecil, tapi mereka memperlihatkan pola atau pergerakan saham yang melonjak tinggi, padahal dilirik untuk dibeli saja enggak. Ada juga ketika ramai-ramai para investor membeli saham perusahaan-perusahaan besar dengan harapan bisa memetik keuntungan dengan cepat, tapi pas udah dibeli harganya anjlok dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Tertarik Bermain di Investasi Saham? Ini Lho 6 Biang Kerok yang Bikin Miskin

3. Pentingnya melihat kondisi perusahaan di pasar

investasi saham
Lihat kondisi perusahaan di pasar. (Shutterstock)

Membeli saham adalah hal yang gampang-gampang sulit. Mudahnya kamu hanya tinggal setor uang, pilih perusahaan, tentukan berapa lot yang mau kamu investasikan. Beberapa orang mungkin beranggapan mereka akan membeli perusahaan-perusahaan besar dengan harapan pasti mendapatkan untung dalam waktu cepat.

Tapi sebagai investor yang bijak dan pintar, kamu gak bisa sepenuhnya menyerahkan pilihanmu ke selera pasar begitu saja. Salah satu langkah bijak saat terjun ke dunia saham adalah mau menganalisis. Caranya rajin-rajin melihat kondisi pasar, bagaimana pertumbuhan bisnis perusahaan yang mau kamu beli, bagaimana laporan keuangannya, dan ada sentimen apa yang mengelilingi perusahaan itu.

4. Pikirkan investasi jangka panjang

investasi saham
Pikirkan investasi jangka panjang. (Shutterstock)

Namanya investasi, manfaat yang akan didapatkan akan lebih bagus kalau dilakukan dalam jangka panjang. Gak sedikit juga orang main saham tapi jangka pendek. Hal ini biasa disebut dengan trading. Dua-duanya sama-sama menguntungkan kalau dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat.

Namun, untuk pemula, para pakar menyarankan untuk bermain saham dalam jangka panjang.

Gak masalah kalau bulan ini kamu beli satu lot, kemudian bulan depannya satu lot, dan demikian seterusnya. Jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, misal 5 tahun, keuntungannya juga jadi banyak.

5. Mendapat keuntungan tambahan dari dividen

investasi saham
Bisa dapat untung dari dividen. (Shutterstock)

Selain mendapatkan keuntungan dari penjualan, kamu juga bisa dapat untung dari dividen yang diberikan perusahaan. Dividen adalah pembagian laba yang diberikan secara rata kepada pemegang saham. Biasanya dividen dihitung per lembar saham yang kamu miliki. Misalnya saja BRI yang baru membagi-bagikan dividen dengan besaran Rp 131 per lembar, yang berarti per lot atau 100 lembarnya kamu bakal dapat keuntungan Rp 13.100.

6. Per lembar Rp 10.000 gak mahal dan per lembar Rp 500 juta gak murah

investasi saham
Lihat nilai perusahaan. (Shutterstock)

Saat investasi saham, kamu bakal melihat beragam perusahaan dengan harga per lembar sahamnya yang berbeda-beda. Besaran harga itu gak bisa menentukan mahal-murahnya harga saham tersebut, karena persepsi mahal atau murah harus dilihat pula dari nilai perusahaannya. Kalau nilai perusahaan itu kecil maka otomatis harga sahamnya juga murah, dan sebaliknya.

Kemudian perlu dilihat juga berapa banyak lembar saham yang diedarkan oleh perusahaan tersebut. Semakin banyak tentu harganya akan berada di level rendah, sebaliknya semakin sedikit yang diedarkan maka harganya juga akan tinggi.

7. Keuntunganmu bakal sedikit berkurang karena ada biaya admin dari sekuritas

investasi saham
Ada potongan biaya transaksi dari sekuritas. (Shutterstock)

Menabung saham gak bisa dilakukan sendiri. Kamu harus melalui perantara yaitu jasa sekuritas. Nah seperti usaha di bidang jasa lainnya, kamu bakal dikenakan biaya administrasi dari setiap transaksi. Misalnya kamu mau beli saham, pada saat membeli nanti harganya akan sedikit berbeda karena ada biaya admin.

Begitu pula saat kamu hendak mengambil keuntungan dari penjualan saham, keuntunganmu bakal kepotong sedikit sebagai biaya admin. Tenang saja, nominalnya gak besar-besar banget kok. Masing-masing sekuritas memiliki besaran biaya yang berbeda-beda, tinggal cari tahu saja mana yang paling kecil.

Itu tadi tujuh hal umum yang wajib diketahui oleh investor pemula. Sebagai pemula, ada baiknya juga kamu untuk mengamati arus berita yang mendorong pergerakan pasar modal sehari-hari.

Bisa terkait kesepakatan-kesepakatan ekonomi antar negara, kondisi pasar sebuah industri, atau bisa juga terkait hambatan-hambatan ekonomi yang sedang dialami oleh industri tertentu.

Ketiga hal tersebut bisa menjadi penentu naik turunnya harga saham. Bacalah dari media-media terpercaya di dalam negeri maupun luar negeri agar aman dalam investasi saham. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!