Harga Beras di Indonesia Rp 12 Ribuan, Gimana dengan Negara-Negara di ASEAN?

4 menit
Harga beras di Indonesia disinyalir lebih mahal (Shutterstock).

Baru-baru ini calon presiden 2019 – 2024 Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan yang ramai diberitakan media massa. Ia mengatakan harga beras di Indonesia itu paling tinggi alias paling mahal di dunia.

Gak cuma menyebut harga beras yang paling tinggi di dunia, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan pengusaha Sandiaga Uno ini juga menyebut harga daging di Indonesia juga tertinggi di dunia.

Sontak pernyataannya tersebut memantik komentar banyak orang, terutama di media sosial. Banyak orang yang mempertanyakan data yang diperoleh Prabowo sehingga ia sampai bikin kesimpulan tersebut.

Pertanyaannya lainnya pun bermunculan. Apakah benar harga beras di Indonesia itu mahal banget? Gimana dengan harga di negara-negara Asia Tenggara? Sebagai informasi aja nih, harga beras di Indonesia sekitar Rp 12 ribuan per kilogram.

Buat menjawab pertanyaaan-pertanyaan tersebut, simak yuk ulasannya berikut ini seperti yang datanya bersumber dari Numbeo.

Baca juga: Gak Usah Takut Apalagi Ragu, Begini Tips Membeli Saham Bagi Wanita Pemula

1. Singapura

Pixabay
Ilustrasi Singapura (Pixabay)

Bukan rahasia umum kalau Singapura disebut-sebut sebagai negara berbiaya hidup tinggi. Walaupun biaya hidup disana mahal, besaran gaji yang diterima orang-orang yang bekerja di sana lumayan besar, yaitu rata-rata sebulannya Rp 40 jutaan.

Terus berapa harga beras yang dijual di negara yang tercatat sebagai salah satu negara terkaya di dunia? Rupanya satu kilogram beras di Singapura dijual dengan harga 2,59 dolar Singapura atau setara Rp 26 ribuan. Jelas harga tersebut lebih mahal dari harga beras di Indonesia.

2. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam (Shutterstock).

Satu lagi negara di Asia Tenggara yang menjadi negara terkaya di dunia, yaitu Brunei Darussalam. Negara kaya minyak yang berani kasih gaji besar ini juga dikenal sebagai negara yang berbiaya hidup tinggi.

Kalau begitu, apakah harga beras di sana mahal? Dari informasi yang dilaporkan Numbeo, satu kilogram beras di Brunei Darussalam dijual dengan harga 1,88 dolar Brunei atau setara dengan Rp 19 ribuan. Rupanya masih lebih mahal daripada harga beras di Indonesia.

Baca juga: Pengin Jadi Generasi Milenial yang Kaya Raya, Yuk Ikuti Tips Mengelola Gaji Ini

3. Thailand

Negara di Asia Tenggara yang miliki istana megah, Thailand. (Andy Marchand/Wikimedia Commons)
Negara di Asia Tenggara yang miliki istana megah, Thailand. (Andy Marchand/Wikimedia Commons)

Masuk daftar negara paling bahagia di Thailand, apakah harga beras di negara yang gaji UMR-nya lebih besar dari Indonesia ini juga membahagiakan?

Ternyata gak seperti yang diperkirakan, harga beras di negara berjuluk Negeri Gajah Putih cukup mahal.

Harga beras per kilogram di Thailand berada di angka sekitar 37,69 Bath atau Rp 16 ribuan. Beda Rp 4 ribuan dan masih lebih mahal dari harga di Indonesia.

4. Filipina

Filipina (Shutterstock).

Negara tetangga Indonesia ini juga masuk dalam daftar negara paling bahagia di Asia Tenggara.

Gaji UMR yang berlaku di negara ini juga beda-beda tipis dengan di Indonesia, yaitu sekitar 15 ribuan peso Filipina atau sekitar Rp 4 jutaan.

Lalu, berapa harga beras di sana? Filipina menjual beras di harga sekitar 47,67 peso Filipina atau Rp 12 ribuan. Beda-beda tipis ya harganya dengan Indonesia.

Baca juga: 5 Industri dengan Gaji Terbesar di Indonesia, Kamu Berminat yang Mana?

5. Malaysia

Malaysia (Shutterstock).

Terus gimana dengan negeri jiran Malaysia? Seperti yang kita tahu, gaji di Malaysia lebih besar dari Indonesia. Sebulan aja orang-orang yang bekerja di sana terima gaji sebesar 3.542 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 12 jutaan.

Dengan gaji yang besar tersebut, pasti harga beras di sana mahal? Usut punya usut, satu kilogram beras di Malaysia dijual pada angka 3,96 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 13 ribuan. Selisih seribu rupiah lebih mahal dibanding Indonesia.

6. Vietnam

Vietnam, negara yang cocok buat pensiunan. (Unsplash/Georgios Domouchtsidis)
Vietnam, negara yang cocok buat pensiunan. (Unsplash/Georgios Domouchtsidis)

Soal mata uang, Vietnam jauh lebih lemah kalau lawan dolar. Kalau gaji UMR, Vietnam berada di atas Indonesia dengan besaran 9 jutaan dong Vietnam atau sekitar Rp 5,4 jutaan.

Walaupun gaji yang diterima pekerja di sana lebih besar, harga beras di sana sedikit lebih murah dibanding di Indonesia. Per kilogramnya beras di Vietnam dijual pada harga 18 ribuan dong Vietnam atau sekitar Rp 11 ribuan.

7. Kamboja

Istana Kamboja di Asia Tenggara. (Wikimedia Commons)
Istana Kamboja di Asia Tenggara. (Wikimedia Commons)

Negara Asia Tenggara yang satu ini juga masih kalah dibanding Indonesia kalau menetapkan gaji UMR. Besaran gaji UMR di Kamboja sekitar 727 ribu riel Kamboja atau sekitar Rp 2,5 jutaan.

Walaupun begitu, apakah otomatis harga beras di negara ini murah? Rupanya satu kilogram beras di Kamboja dijual dengan harga 3.611 riel Kamboja atau sekitar Rp 12 ribuan. Kurang lebih sama lah dengan harga di Indonesia.

8. Laos

Negara di Asia Tenggara yang miliki istana megah, Laos. (Wikimedia Commons)
Negara di Asia Tenggara yang miliki istana megah, Laos. (Wikimedia Commons)

Negara Asia Tenggara ini juga masih kalah dengan Indonesia dalam penetapan besaran UMR. Diketahui besaran UMR di negara ini sekitar 2,2 juta kip Laos atau sekitar Rp 3,6 jutaan.

Gimana dengan harga berasnya? Apakah juga murah? Satu kilogram beras di Laos ternyata dijual dengan harga 9.542 kip Laos atau Rp 15 ribuan. Lebih mahal rupanya dibanding Indonesia.

9. Myanmar

Myanmar (Shutterstock).

Lalu ada Myanmar yang besaran UMR-nya masih kalah besar dengan Indonesia. Negara ini menetapkan besaran upah minimum di angka Rp 3,3 jutaan per bulan.

Sementara harga beras di sana lebih mahal lho dibanding Indonesia. Per kilogramnya dijual pada harga Rp 20 ribuan. Selisih Rp 8 ribuan lebih mahal dibanding Indonesia.

Nah, itu tadi daftar harga beras di negara-negara Asia Tenggara plus besaran gaji UMR di sana. Dari data-data di atas, apakah benar harga beras di Indonesia paling mahal sedunia, khususnya se-ASEAN? (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!