Rencana Kenaikan Harga Rumah Subsidi dan Batas Gaji Untuk Membelinya

3 menit
Rumah Subsidi (Shutterstock).
Rumah Subsidi (Shutterstock).

Salah satu program andalan Pemerintah Indonesia yang sudah ada sejak 30 tahunan lalu adalah program rumah subsidi. Dengan program ini, diharapkan seluruh masyarakat mampu memiliki rumahnya sendiri.

Program ini memungkinkan siapa saja khususnya warga dengan penghasilan rendah untuk memiliki hunian nyaman. Saat ini, subsidi tidak hanya diberikan untuk pasar rumah tapak saja, tetapi juga untuk rumah susun. Keduanya memiliki kelompok sasaran yang berbeda yang berdasarkan dari penghasilan per bulannya.

Harga rumah di manapun kotanya pasti selalu meroket setiap tahunnya. Harga-harga kebutuhan pokok juga ikutan meningkat. Dua indikator tersebut otomatis membuat daya beli masyarakat menurun. Oleh sebabnya, program tersebut sering menjadi rebutan banyak orang.

Pada pemerintahan Jokowi-JK, program rumah subsidi juga tetap ada. Mereka menamainya dengan Program Sejuta Rumah. Yuk kenali lebih dekat dengan program ini.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Rumah subsidi Jokowi-JK baru mencapai target pada tahun 2018

Rumah Subsidi
Pemerintah Indonesia era Jokowi-JK meluncurkan Program Sejuta Rumah (Instagram).

Pemerintah Indonesia era Jokowi-JK meluncurkan Program Sejuta Rumah. Dikutip dari detik, program tersebut telah diluncurkan pada tahun 2015, dengan misi menyediakan satu juta unit rumah subsidi setiap tahunnya.

Namun, sayang beberapa kali target tidak tercapai. Pada tahun 2015 hanya 699.770 unit berhasil dibangun. Tahun 2016, sebesar 805.169 unit, dan 2017 sebesar 904.758 unit.

Dikutip dari detik, ada tiga faktor yang menyebabkan target tersebut tidak dicapai, pertama makin mahalnya harga tanah, kedua persoalan regulasi, dan ketiga pembiayaannya.

Akhirnya, seperti dikutip dari website resmi Kementerian PUPR pada tahun 2018, program rumah murah tersebut berhasil mencapai target dengan total 1.132.621 unit. Capaian ini kemudian dijadikan acuan sebagai menentukan target pada tahun 2019 ini. Jika sebelumnya pembangunan hanya ditargetkan 1 juta unit, di tahun ini, target ditingkatkan menjadi 1,25 unit.

Berapa batasan harganya?

Rumah Subsidi
Bagi para pengembang yang ingin ikut kontribusi dalam program ini harus mengikuti aturan pemerintah (Instagram).

Bagi para pengembang yang ingin ikut kontribusi dalam program ini harus mengikuti aturan pemerintah. Khususnya mengenai standar konstruksi, dan juga standar harga yang ditetapkan. Kalau tidak mengikuti aturan atau menyimpang, sanksinya siap-siap tidak bisa ikut lagi di proyek pengerjaan rumah subsidi berikutnya.

Mengenai harga jual, pemerintah telah memberikan batasan kepada para pengembang. Harga yang ditetapkan oleh Menteri PUPR telah diperhitungkan masak-masak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat di suatu daerah. Jadi masing-masing daerah akan berbeda batasan harganya.

Berikut ini daftar harga rumah tapak saat ini dikutip dari Keputusan Menteri PUPR:

  • Jawa (Non Jabodetabek): Rp 130.000.000
  • Sumatera (Non Kepri dan Bangka Belitung): Rp 130.000.000
  • Kalimantan: Rp 142.000.000
  • Sulawesi: Rp 136.000.000
  • Maluku dan Maluku Utara: Rp 148.000.000
  • Bali dan Nusa Tenggara: Rp 148.500.000
  • Papua dan Papua Barat: Rp 205.000.000
  • Kepulauan Riau dan Bangka Belitung: Rp 136.000.000
  • Jabodetabek: Rp 148.500.000

Harga bakal naik tahun 2019

Rumah Subsidi
Harga bakal naik tahun 2019 (Instagram).

Dikutip dari Beritagar.id, harga rumah subsidi tahun 2019 direncanakan mengalami kenaikan. Besarannya sekitar 3 persen sampai 7,75 persen tergantung dari daerah masing-masing. Indikator yang menentukan harga nantinya adalah harga material bangunan hingga pajak. Jadi untuk setiap daerah tidak mungkin sama besaran kenaikannya.

Jumlah tersebut ternyata masih berada di bawah harapan pada asosiasi pengembang. Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) meminta kenaikan harga rumah subsidi sebesar 9 persen. Besaran tersebut dihitung berdasarkan kenaikan harga material bangunan dan juga letak geografis suatu daerah.

Berikut ini rincian usulan kenaikan harga rumah tapak subsidi yang diajukan oleh REI:

  • Jawa (Non Jabodetabek): Rp 140.000.000
  • Sumatera (Non Kepri dan Bangka Belitung): Rp 140.000.000
  • Kalimantan: Rp 153.000.000
  • Sulawesi: Rp 146.000.000
  • Maluku dan Maluku Utara: Rp 158.000.000
  • Bali dan Nusa Tenggara: Rp 158.000.000
  • Papua dan Papua Barat: Rp 212.000.000
  • Kepulauan Riau dan Bangka Belitung: Rp 146.000.000
  • Jabodetabek: Rp 158.000.000

Namun, hingga kini harga kenaikan rumah subsidi belum terealisasikan. Karena usulan kenaikan 3 persen sampai 7,75 persen harus menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan.

Gaji minimal untuk membeli rumah subsidi

Rumah Subsidi
Gaji minimal untuk membeli rumah ini sebesar Rp 4 juta (Instagram).

Sedari awal, program rumah subsidi itu memang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Demi memenuhi asas keadilan, makanya pemerintah telah menetapkan batasan gaji maksimal sebagai syarat untuk memiliki hunian bersubsidi.

Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR, mereka yang ingin memiliki rumah subsidi tapak harus memiliki penghasilan maksimal Rp 4.000.000 per bulan. Sedangkan untuk hunian unit rusun, maksimal pembeli harus memiliki pendapatan Rp 7.000.000 per bulan. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan