Harga Tiket Pesawat Susah Turun, Apakah Mudik Bakal Sepi?

2 menit
Harga Tiket Pesawat Mahal (Shutterstock)
Harga Tiket Pesawat Mahal (Shutterstock)

Harga tiket pesawat yang gak turun-turun membuat jumlah penumpang terus berkurang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik periode Januari hingga Maret 2019 (kumulatif) turun 17,66 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penyebab utama penurunan ini akibat kenaikan harga tiket penerbangan.

“Jumlah penumpang angkutan udara dari Januari ke Maret drop, kita tahu salah satu permasalahannya (harga) tiket yang masih tinggi,” ujar Suhariyanto di Jakarta.

Berdasarkan data BPS, pada bulan Maret 2019, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 6,03 juta. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 turun 21,94 persen atau mencapai 7,73 juta penumpang.

Menurut Suhariyanto, permasalahan ini perlu jadi perhatian seluruh pihak. Hal ini guna mengembalikan minat masyarakat dalam menggunakan angkutan udara. Terlebih saat ini menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan untuk penumpang pesawat rute internasional mencapai 1,55 juta orang pada periode yang sama atau mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Maupun periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang April 2019, Laju Inflasi 0,44 Persen

Sementara itu, BadanPusat Statistik (BPS) menyampaikan, sepanjang April 2019 laju inflasi mencapai 0,44 persen. Angka inflasi ini berdasarkan pemantauan BPS di 82 kota seluruh Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan pemantauan BPS di 82 kota seluruh Indonesia tengah terjadi kenaikan harga kebutuhan dan komoditas. Disamping juga harga tiket pesawat terbang.

“Kalau dilihat selama April perkembangan harga berbagai komoditas secara umum alami kenaikan. Hasil pemantauan di 82 kota terjadi inflasi 0,44 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto saat di Jakarta.

Suhariyanto menjelaskan, dengan inflasi April sebesar 0,44 persen, maka inflasi tahun kalender sebesar 0,80 persen. Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,83 persen.

“Angka ini masih di bawah target 3,5 persen. Secara keseluruhan inflasi April masih terkendali dengan beberapa catatan komoditas yang alami kenaikan,” ungkap Suhariyanto.

Dari keseluruhan 82 kota yang disurvei, sebanyak 77 kora alami inflasi, dan 5 kota deflasi.

“Dari 82, 77 kota inflasi, 5 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Medan 1,30 persen terendah di Parepare 0,03 persen. Deflasi tertinggi di Manado -1,27 persen dan terendah Maumere -0,04 persen,” kata Suhariyanto.

Permasalahan tiket pesawat memang terus menjadi polemik dan menjadi penyumbang inflasi terbesar. Meski Kementerian Perhubungan sudah menghimbau dan melakukan berbagai cara untuk menurunkan harga, namun belum berhasil.

Sementara Kementerian BUMN sendiri nggak bisa intervensi dalam menurunkan harga tiket pesawat yang sudah terlanjur naik. Imbasnya jumlah penumpang pun terus menurun.

Memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran, masyarakat berharap harga tiket pesawat dapat turun dan tidak menggangu aktivitas mudik mereka.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.