Lebih Parah Dibanding Low Season, Hunian Hotel Sepi Gara-Gara Tiket Pesawat Mahal

2 menit
Harga Tiket Pesawat Mahal (Shutterstock)
Harga Tiket Pesawat Mahal (Shutterstock)

Tingkat hunian hotel secara nasional sepanjang Januari-April 2019 rata-rata turun 20 persen hingga 40 persen. Turunnya okupansi hotel ini seiring dengan tingginya harga tiket pesawat.  

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan penurunan okupansi itu lebih rendah dibanding saat low season. Dia menjelaskan bahwa secara tahunan penurunan okupansi rata-rata hotel pada awal tahun tidak sebesar periode tahun ini.

Pada saat low season pihaknya mencatat penurunan okupansi rata-rata hanya sekitar 10 persen. “Biasanya kalau low season itu turunnya paling 10 sampai 15 persen,” kata Maulana seperti dikutip dari katadata.co.id.

Penurunan okupansi hotel terasa di industri-industri jasa pariwisata di luar Jawa. Industri pariwisata di Jakarta, Bogor kemungkinan penurunannya tidak seberapa. Hal ini karena mungkin dampak yang dirasakan berbeda. Mengingat tidak membutuhkan maskapai penerbangan sebagai moda transportasi.

“Namun, kalau di daerah-daerah seperti Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera, penurunan okupansinya bisa sampai 40 peren. Karena maskapai penerbangan menjadi hal penting bagi mereka,” ujar Maulana.

Pemerintah Bakal Pantau Jelang Lebaran

Oleh karena itu dirinya menyarankan pemerintah membuka akses penerbangan. Dengan memilih secara selektif maskapai-maskapai lain agar bersaing secara sehat dalam bisnis penerbangan di Indonesia.

Hal ini bisa menjadi sebagai solusi untuk mengatasi tingginya harga tiket. Harga tiket pesawat tidak kunjung turun seperti yang diharapkan. Menko Maritim Luhut Panjaitan sebelumnya telah memberikan ultimatum ke maskapai untuk menurunkan harga. 

Kementerian Perhubungan akan terus mengamati harga tiket pesawat menjelang Lebaran 2019. Apabila penurunan tarif tiket penerbangan tidak dilakukan, Kemenhub berancang-ancang menyiapkan aturan baru.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta ada porsi harga tarif yang bisa diterima oleh masyarakat. Termasuk ada 5 sampai 10 persen di tarif batas bawah (TBB) atau sebesar 35 persen dari tarif batas atas (TBA).

Beliau menyebutkan bahwa maskapai terutama BUMN, sudah sepakat, tetapi masih belum jelas pelaksanaannya. Menhub menegaskan jika dalam waktu dua pekan tetap tidak ada kejelasan subprice yang ditawarkan, pemerintah yang akan menetapkan keharusan subprice.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!