Hore Harga Tiket Pesawat Sudah Turun, Ini Datanya!

2 menit
Harga Tiket Pesawat Mulai Turun (Shutterstock)
Harga Tiket Pesawat Mulai Turun (Shutterstock)

Harga tiket pesawat mulai turun dan membuat konsumen kembeli antusias. Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif batas atas tiket penerbangan pada Mei 2019. Hal ini menjadi pendorong meningkatnya jumlah penumpang pesawat di Indonesia.

Tercatat, jumlah penumpang angkutan udara pada Juli 2019 naik 1,50 persen menjadi 7,1 juta penumpang dari 7 juta penumpang pada Juni 2019 lalu.

Suhariyanto mengatakan, selain penurunan tarif bats atas tiket angkutan udara, adanya momen liburan menjadi dongkrak peningkatan jumlah penumpang pesawat.

“Ini terjadi karena Juli itu masih musim liburan, kemudian sudah mulai ada penurunan tarif batas atas. Sehingga ada kenaikan dibanding bulan sebelumnya,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers di Jakarta.

Suhariyanto mengatakan, kenaikan jumlah penumpang telah terjadi di seluruh bandara utama yang meliputi Bandara Soekarno Hatta-Jakarta 11,54 persen. Kemudian Juanda-Surabaya 2,17 persen dan Hasanuddin-Makassar sebesar 0,46 persen.

Soekarno Hatta Terbesar

Adapun jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta yakni mencapai sebanyak 1,7 juta orang atau 24,52 persen dari total penumpang domestik. Diikuti Juanda-Surabaya 620,2 ribu orang atau 8,69 persen.

Sementara itu, peningkatan jumlah penumpang internasional terbesar juga terjadi melalui Bandara Ngurah Rai-Denpasar 631,5 ribu orang atau 39,33 persen dari total penumpang ke luar negeri. Kemudian diikuti Soekarno Hatta-Jakarta yaitu mencapai 620,1 ribu orang atau 38,62 persen.

Secara keseluruhan, selama Januari hingga Juli 2019 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri. Baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 10,5 juta orang atau naik 2,61 persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Pemerintah menetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun antara 12 persen sampai 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen – 16 persen ini berlaku mulai 15 Mei lalu, dan akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di daerah Jawa. Sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, para perusahaan maskapai penerbangan dalam negeri sejak akhir Desember 2018 dan tarif ini tidak kunjung turun setelah 10 Januari 2019. 

Musim Lebaran Puncaknya

Menurutnya, dampak dari kejadian ini dirasakan oleh masyarakat terutama saat menjelang musim Lebaran dan teridentifikasi merupakan isu yang berskala nasional.

Menurut Menko Perekonomian, diperlukan sinergi antara Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha terkait. Hal ini untuk terus mendukung evaluasi industri penerbangan nasional secara berkala sehingga potensi masalah atau isu dapat senantiasa diidentifikasi lebih awal.

“Dengan demikian, kondisi industri penerbangan, khususnya pada pelayanan penumpang udara, dapat berjalan dengan lebih baik dan stabil,” tegas Menko Darmin.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.