Dikenal Hemat dan Irit, Pria Ini Wariskan Rp 160 Miliar buat Anak Yatim

3 menit
Dikenal Hemat Seumur Hidup, Pria Ini Wariskan Rp 160 Miliar buat Anak Yatim, (Ilustrasi/Pixabay).

Seorang pria bernama Naiman dikenal sosok yang menjalani hidup hemat. Siapa sangka, Naiman mewariskan uang sebesar Rp 160 miliar buat anak yatim.

Kabar itu emang mengejutkan banyak orang yang mengetahui sosok Naiman. Semasa hidupnya, Naiman dikenal sosok yang menjalani hidup hamat bahkan ngirit banget lho.

Seperti dikutip dari Okezone.com, Senin, (31/12/2018), Naiman merupakan pekerja sosial yang hidupnya hemat banget. Bahkan buat membeli pakaian aja, Naiman memilih toserba lho dalam memiliki baju yang ia pakai.

Gak cuma itu, Naiman juga dikenal orang yang selalu berbelanja menmggunakan kupon dari koran dan majalah. Gak cuma itu buat bepergian aja, Naiman menggunakan kendaraan umum.

Sebagai pekerja sosial, uang yang ditinggalkan Naiman terbilang fantastis banget nih. Gimana gak, harta warisannya senilai Rp 160 miliar.

Naiman meninggal akibat kanker yang ia derita. Hidup hemat dan selalu tampi sederhana bukan berarti dirinya gak punya uang sedikit pun. Nyatanya nih, ia meninggalkan warisan sebesar US$ 11 juta atau sekitar Rp 160 miliar lho.

Uang yang ia tinggalkan itu nyatanya digunakan buat anak yatim piatu. Naiman meninggal pada Januari 2018 lalu.

Baca juga: Bukan Cuma Jenius, Kata-Kata Albert Einstein Ini Bisa Jadi Inspirasi Suksesmu

“Saya pikir semua terkejut. Kita semua kaget ketika mengetahui dia punya uang sebanyak itu untuk disumbangkan,” ujar Mary Monahan, rekan Naiman di dinas sosial Washington.

Mengetahui dirinya mengidap kanker, Naiman menitipkan pesan ke rekannya buat menyumbangkan seluruh kekayaannya ke bagian amal. Perbuatan yang mulia sekali ya, dalam keadaan sakit ia pun masih memikirkan gimana uangnya bisa digunakan dengan baik.

Ya, menyumbangkan ke badan amal merupakan keputusan Naiman dalam surat wasiatnya sebelum dirinya menghembuskan napas.

“Orang-orang akan terkejut dengan jumlahnya,” ungkap Monahan, mengulang pernyataan Naiman.

“Dan ya, orang-orang memang terkejut,” sebut Monahan.

Tiga puluh tahun yang lalu, Naiman emang bekerja di salah satu perusahaan bergengsi dan memiliki penghasilan yang luar biasa lho. Namun, ia hengkang dari pekerjaannya dan lebih memilih buat merawat anak-anak terlantar serta penyandang disabilitas.

Bekerja dan mengabdi buat anak-anak terlantar, Naiman terinspirasi buat hidup lebih hemat bahkan ngirit banget. Rekan Naiman ingat dengan perkataan almarhum bahwa dirinya sangat menyayangi anak-anak yang gak mampu.

Baca juga: Dari Nol Jadi Berharta, Ini Deretan Film yang Memotivasi agar Sukses!

“Saya kira, dia merasa sudah cukup dengan apa yang dia miliki dan sementara banyak orang, anak-anak, yang masih kekurangan. Alan sangat menyayangi anak-anak yang dia tangani,” kenang Monahan.

Uang sebesar Rp 160 miliar dibagikan pada enam lembaga sosial 

Uang sebesar Rp 160 miliar dibagikan pada enam lembaga sosial, (Ilustrasi/Pixabay).

Asal kamu tahu nih, uang senilai Rp 160 miliar itu dibagikan pada enam badan amal lokal yang semuanya menangani anak-anak. Keenam badan amal tersebut di antaranya Childhaven, Little Bit Therapeutic Riding Center, Make-A-Wish Alaska dan Washington, Odessa Brown Children’s Clinic, Treehouse, dan WestSide Baby.

Jessica Ross, Kepala bagian pengembangan Treehouse, justru terkejut dengan sikap Naiman usai dirinya meninggal. Jessica menerima tranferan dari bank senilai US$ 5 ribu di lembaga di mana dirinya bekerja.

Uang senilai Rp 72 juta itu ia terima dari Naiman melalui bank. Uang dengan puluhan juta rupiah itu digunakan buat anak-anak yatim.

Baca juga: Selamat Hari Ibu! Ini Perempuan Sukses Zaman Now yang Cocok Jadi Panutan

“Itu sumbangan yang sangat besar dan kami tidak menyangka,” ungkap Ross.

Gak cuma itu lho, Naiman banyak melakukan hal-hal bikin orang terkejut dengan sikapnya. Pihak Treehouse gak hanya menerima transferan sebelumnya, Naiman yang dikenal hidup hemat ini juga memberikan dana lain.

uang senilai US$ 900 ribu atau sekitar Rp 13 miliar, diberikan ke pihak manajemen Treehouse. Gimana bak bikin bingung, orangnya udah tiada namun uangnya masih tetap mengalir buat lembaga anak-anak yatim piatu. (Editor: Mahardian Prawira). 

Mahardian Prawira
Mahardian Prawira

Penyuka cokelat dan kopi yang mulai menyukai seputar dunia investasi, ekonomi dan bisnis. Lebih menyukai dan menghargai sebuah proses dalam mencapai sesuatu! Xoxo...