Dibanderol Harga Rp 65 Juta, Honda Monkey Kini Sudah Bisa Dibeli di Indonesia

4 menit
Honda Monkey Kini Sudah Bisa Dibeli di Indonesia (Shutterstock)
Honda Monkey Kini Sudah Bisa Dibeli di Indonesia (Shutterstock)

Nama Honda Monkey cukup populer di kalangan bikers dunia, sayangnya baru tahun ini motor mungil tersebut masuk ke Indonesia. Motor yang hadir sejak 58 tahun lalu ini siap menjadi pusat perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di booth Honda.

Bagi yang masih ingat atau mau beli Honda Monkey 2019, motor ini sebenarnya tetap mempertahankan gaya jadul namun dengan dukungan teknologi modern pabrikan sayap kepak atau PT Astra Honda Motor (AHM).

“Popularitas sepeda motor yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1961 ini terus bertahan karena desainnya yang ikonik dan dimensinya yang compact. Mesinnya yang 125 cc berperforma tangguh juga menjanjikan pengendalian yang mudah saat berkendara. Kami menghadirkan sepeda motor ikonik Honda Monkey dengan penampilan beraura gagah didukung berbagai teknologi dan fitur modern,” ucap President Director AHM Toshiyuki Inuma melansir laman Carmudi Indonesia.

Bicara soal teknologi, motor mungil ini telah dibekali berbagai fitur modern. Sebut saja, panel meter digital full LCD berbentuk bulat dan headlamp dengan teknologi LED. Model ini juga telah menggunakan teknologi answer back system dan rem dengan fitur ABS.

Desain ikonik berbalut warna krom juga disematkan pada spatbor depan dan belakang, penutup knalpot, spion berbentuk bulat dan juga setangnya yang diposisikan tinggi. Honda Monkey memiliki tangki bensin 5,6 liter dengan permukaan glossy yang berwarna sama dengan rangka, swing arm dan shock belakang.

Baca juga: Ramaikan Booth GIIAS 2019, Viar Luncurkan New Q1 Tanpa Bocoran Harga

Cek Spesifikasi, Sebelum Beli Honda Monkey 2019

Honda Monkey
Spesifikasi Honda Monkey
(Carmudi Indonesia).

Dari segi dapur pacu, sensasi berkendara menyenangkan dari Honda Monkey dihasilkan oleh mesin silinder tunggal horizontal 4 percepatan SOHC 125cc.

Mesin tidur andalan Honda ini terkenal kuat dan disesuaikan untuk menghasilkan performa yang optimal. Konfigurasi silindernya berdiameter dan panjang langkah sebesar 52,4 x 57,9 dan perbandingan kompresi 9,3:1, ditunjang dengan teknologi PGM-FI.

Mesin 125 cc pada Honda Monkey menghasilkan tenaga maksimal 6,9kW @ 7.000rpm dan torsi sebesar 11Nm @ 5.250rpm. Model ini memiliki jarak sumbu roda 1.155mm, dengan ketinggian jok 776mm dari permukaan tanah. Bobot sepeda motor ini juga ringan yaitu 107kg.

Motor yang dipajang di GIIAS 2019 ini didatangkan langsung dari Thailand, sama seperti Super Cub 125. Monkey yang dibekali mesin silinder tunggal 125 cc SOHC 2 klep tanpa radiator, dan bertransmisi manual empat percepatan.

Selain itu, motor ini memiliki jarak sumbu roda 1.155 mm, bobot sepeda motor 107 kg dengan ketinggian jok 776 mm dari permukaan tanah, serta ground clearance maksimal 160mm.

Desain Honda Monkey 2019

Honda Monkey
Desain Monkey (Carmudi Indonesia).

Dari segi desain, Honda Monkey ini masih mempertahankan garis desain dari generasi pertama. Sedangkan dari sisi bodinya, desainnya dibuat terpisah dengan lekuk yang simpel, namun tetap menarik.

Desain ini ditunjukkan dengan sebuah siluet trapesium yang menonjol dari ukuran bodi yang compact. Desainnya yang ikonik serta bobot yang ringan membuat Monkey sangat menyenangkan digunakan untuk berkendara.

Bagian kaki-kakinya sendiri masih sama seperti Monkey generasi sebelumnya. Motor ini dibekali ban depan berukuran 120/80-12, dan 130/80-12 untuk ban belakang. Ban berdiameter 12 inch dengan pola block menjamin pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.

Uniknya, suspensi depan motor ini sudah menggunakan upside-down, dan sistem pembakarannya juga sudah memakai teknologi injeksi.

Honda Monkey memiliki kapasitas tangki bensin 5,6 liter dengan permukaan glossy yang berwarna sama dengan rangka, swing arm, dan shock belakang. Posisi tangki bensin diletakkan di atas mesin, serta dilengkapi dengan emblem logo Old Wing 3D yang memperkuat kesan legendaris pada sepeda motor ini.

Desain yang ikonik berbalut warna krom juga disematkan pada spatbor depan dan belakang, penutup knalpot, spion berbentuk bulat, serta setang yang diposisikan tinggi untuk memberikan kenyamanan saat berkendara di medan jalan yang sulit.

Mesin Honda Monkey 2019

Untuk dapur pacunya sendiri, Honda Monkey menggendong mesin silinder tunggal horizontal 4 percepatan SOHC 125cc. Ini berpadu sistem pendingin udara yang memiliki diameter dan panjang langkah sebesar 52,4 x 57,9. Ditunjang dengan teknologi PGM-FI, motor ini dapat menghasilkan tenaga maksimal 6,9kW @ 7.000rpm, dan torsi sebesar 11Nm @ 5.250rpm.

Fitur Honda Monkey

Sebagai salah satu motor ikonik, Honda Monkey sudah memakai teknologi yang modern. Salah satunya, panel meter motor ini sudah menggunakan digital full LCD yang berbentuk bulat.

Selain itu, pada pencahayaan motor juga sudah mengaplikasikan teknologi LED, serta Answer Back System untuk memudahkan pengendaranya jika mencari motor ini. Menariknya, anak kunci memiliki wave pattern dengan motif logo Old Wing.

Untuk fitur keamanan, Honda Monkey telah menggunakan ABS di sistem pengeremannya dengan Inertial Measurement Unit (IMU) agar ban belakang motor tidak terangkat saat melakukan pengereman mendadak.

Pilihan Warna & Harga Honda Monkey 2019

Honda Monkey yang dihadirkan memiliki tiga varian warna yaitu Banana Yellow, Pearl Nebula Red, dan Pearl Shining Black. Motor mungil ini dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) DKI Jakarta Rp 65 juta.

Sekilas Sejarah Honda Monkey

Honda Monkey
Pilihan warna Monkey (Carmudi Indonesia).

Sejarah Honda Monkey dimulai pada tahun 1961 dengan nama Z100. Awalnya hanya menjadi motor untuk tempat wisata di Tama Tech Park, taman hiburan motor milik Honda, dan di sirkuit Suzuka Honda.

Honda Monkey pakai tangki bahan bakar yang disimpan di atas kerangka merah kecil yang cerah. ditambah roda 5 inci tebal namun kecil dan ditenagai oleh mesin dari Super Cub, Z100. Alhasil formula itu terbukti populer di kalangan pengunjung taman. Dengan dimensinya yang ringkas, pengendara Z100 digambarkan seperti monyet, karena itu disebut “Motor Monkey.”

Pada tahun 1964, Honda memperkenalkan versi produksi jalan-hukum yang disebut CZ100, tetapi baru pada tahun 1967 Honda mulai mengekspor Monkey Bikes dalam volume besar ke Eropa sebagai Z50M.

Dengan nama Z50M menggunakan kerangka merah dan tangki bahan bakar putih serupa dengan fender yang serasi. Serta kursi kotak-kotak, kursi dapat diturunkan dan setang dapat dilipat.

Tidak hanya itu, bisa juga dilonggarkan beberapa tombol untuk membuat Z50M cukup kompak untuk disimpan dengan mudah. Mesin 49cc dipasangkan dengan transmisi tiga kecepatan dengan kopling otomatis. Pemindahan gigi dilakukan dengan menggulirkan throttle dan memiringkan tuas shift.

Berganti nama jadi Gorilla

Sementara itu, di Jepang, Honda Monkey  mengambil jalur evolusi yang berbeda dengan pengenalan model Z50J. Seri itu diperkenalkan pada tahun 1972.

Dilanjutkan pada tahun 1978, Honda memperkenalkan versi yang lebih besar dari Monkey Bike, Z50J-III. Tepatnya dinamai “Gorilla.” Transmisi manual empat kecepatan dan tangki bahan bakarnya pun lebih besar.

Setang juga diperbaiki dan tidak terlipat seperti pada Honda Monkey. Honda Gorilla dihentikan pada 1990, tetapi dibangkitkan delapan tahun kemudian. Produksi berlanjut selama beberapa tahun sebelum dihentikan lagi pada 2007. (Editor: Winda Destiana Putri). 

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be