Punya 3 Ibu Kota, Mungkinkah Jejak Afrika Selatan Diikuti Indonesia?

3 menit
ibu kota
Cape Town, Afrika Selatan. (Wikimedia Commons)

Pasca pemilu yang diadakan pada tanggal 17 April 2019, pemerintahan Joko Widodo terus mengembuskan wacana tentang rencana pemindahan ibu kota negara ke kota lain yang berada di luar pulau Jawa. Konon, rencananya sih ibu kota baru Indonesia bakal berada di pulau Kalimantan.  

Sebenarnya wacana pemindahan ibu kota udah pernah muncul beberapa tahun yang lalu. Bukan tanpa sebab, kondisi kota Jakarta yang udah semakin sesak dan gak diiringi dengan pertumbuhan infrastruktur yang seimbang jadi alasan utamanya.

Kalau gak segera diatasi tentu ini akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan aja. Oleh karena ini solusi paling realistis yang bisa diwujudkan adalah dengan memindahkannya.

Eitss.. namun memindahkan ibu kota sepenuhnya ke kota lain itu bukan jalan satu-satunya lho. Karena ternyata ada negara yang menjadikan tiga kota sebagai ibu kota, di mana masing-masing kota memiliki fungsi berbeda-beda.

Contohnya adalah negara Afrika Selatan yang punya 3 ibu kota negara yakni Bloemfontein, Pretoria dan Cape Town. Masing-masing kota memiliki fungsinya sendiri.

Daripada berlama-lama lagi mending kita langsung simak aja yuk fakta unik seputar Afrika Selatan yang punya 3 ibu kota negara, mengutip dari Thought Co berikut ini:

Baca juga: 6 Ibu Kota yang Penduduknya Lebih Banyak dari Jakarta, Biaya Hidupnya Mahal Gak Ya?

Sektor perekonomian Afrika Selatan pernah mengalami masa sulit

Dalam 5 tahun terakhir di bawah mantan presiden Afrika sebelumnya, Jacob Zuma, perekonomian Afrika Selatan mengalami gelombang naik turun yang cukup sulit. Pada tahun 2014 tingkat Produk Domestik Bruto mereka mencapai US$ 351 miliar atau sekitar Rp 5.055 triliun.

Dua tahun berselang pertumbuhan ekonomi Afrika Selatan jatuh dari 2,4 persen ke minus 0,6 persen. GDP mereka anjlok hingga sampai ke titik terendah yakni US$ 296 miliar atau senilai Rp 4.255 triliun.

Kembali tumbuh ke angka 2 persen di Januari 2018 tetapi kembali runtuh di pertengahan tahun pada angka kurang dari 1 persen. Situasi yang sulit itu bikin pemerintahan Zuma menjadi sorotan oleh banyak pihak terutama masyarakat dalam negerinya sendiri.

Gak gampang emang memimpin sebuah negara yang punya total penduduk sampai 56,7 juta jiwa. Apalagi kalau pemerintahannya terbagi dalam 3 wilayah sesuai fungsi kenegaraan.

Baca juga: Akankah Rp 466 Triliun Dikucurkan buat Pindahkan Ibu Kota kayak Negara-Negara Ini?

Ibu kota Pretoria diisi oleh lembaga eksekutif

ibu kota
Balai Kota Pretoria. (Wikimedia/Creative Commons)

Terletak di wilayah utara Afrika Selatan atau sekitar 50 kilometer dari kota Johannesburg, Pretoria adalah kota yang ditempati oleh lembaga eksekutif negara seperti presiden dan jajaran menterinya yang ada di kabinet.

Bukan hanya rumah untuk Presiden Cyril Ramaphosa yang menjabat presiden menggantikaan Zuma pada Februari 2018, kota yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ini juga merupakan tempat kementerian pusat berada serta kedutaan besar negara sahabat tinggal.

Baca juga: Mengenal Bukit Soeharto, Area Tambang yang Kini Jadi Kandidat Ibu Kota

Ibu kota Cape Town dihuni oleh lembaga legislatif

ibu kota
Balai Kota Cape Town. (Wikimedia/Creative Commons)

Dibandingkan dengan Pretoria mungkin kamu lebih familiar dengan kota Cape Town. Kota yang pernah jadi lokasi penyelenggaraan Piala Dunia di tahun 2010 ini menjadi rumah bagi lembaga legislatif seperti DPR, DPD dan MPR Afrika Selatan.

Posisinya ada di sebelah barat daya yang langsung berhadapan dengan samudera Atlantik. Jumlah penduduknya mencapai 3,7 juta jiwa atau terbanyak kedua setelah Johannesburg dengan populasi 4,4 juta jiwa.

Baca juga: Polemik Wacana Pemindahan Ibu Kota dan Kandidat Pengganti Jakarta

Ibu kota Bloemfontein jadi rumah bagi lembaga yudikatif

ibu kota
Bloemfontein, ibu kota Afrika Selatan tempat berkantornya lembaga yudikatif. (Wikimedia/Creative Commons)

Yang terakhir ada Bloemfontein yang posisinya ada di tengah atau di antara kota Pretoria dan Cape Town. Para pegawai negeri yang bekerja di lembaga yudikatif seperti Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial menghabiskan banyak waktunya di sini.

Populasi penduduknya menjadi yang paling sedikit dibandingkan dengan Pretoria dan Cape Town yakni hanya 664 ribu jiwa aja. Pasti kamu masih asing kan dengan kota yang satu ini?

Kok bisa Afrika Selatan punya 3 Ibu Kota?

Pada tahun 1910, ketika negara Afrika Selatan terbentuk terdapat perdebatan antara beberapa negara bagian yang pengin menjadi pusat pemerintahan. Untuk mencegah terjadinya perpecahan, maka pemerintah memutuskan untuk membagi kekuasaan menjadi tiga wilayah.

Sebagai informasi, Afrika Selatan dulunya terdiri 4 negara bagian bekas jajahan kerajaan Inggris yakni Transvaal, Natal, Orange Free State dan Cape of Good Hope.

Barulah pada tahun 1997 presiden Nelson Mandela mengesahkan Constitution of  South Africa di mana pada bab 4 mengatur tentang pusat pemerintahan yang dibagi ke 3 kota yakni Pretoria, Cape Town dan Bloemfontein.

Nah itu dia fakta unik tentang negara Afrika Selatan yang memiliki 3 ibu kota. Jika Indonesia mengikuti jejak Afrika Selatan menurut kamu apakah itu akan berhasil? Yuk, kasih pendapatmu di kolom komentar. (Editor: Ruben Setiawan)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1