Jakarta Kian Padat dan Berpolusi Mantapkan Pemerintah Pindahkan Ibu Kota!

2 menit
Jakarta Kian Padat dan Berpolusi Mantapkan Pemerintah Pindahkan Ibu Kota!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dalam agenda pemindahan Ibu Kota Negara, Milenial Bahas Pemindahan Ibu Kota Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk generasi milenial. Nah, berpolusi dan makin padat menjadi alasan kuat nih bagi pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara. 

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini Jakarta udah gak ideal menjadi Ibu Kota Negara, dari sisi kepadatan, Jakarta menempati posisi ke sembilan sebagai kota terpadat di dunia, hal ini terlihat dari tingkat kemacetan yang hampir setiap waktu terjadi pada jalan-jalan utama di Jakarta.

“Saya sendiri lahir dan besar di Jakarta, kecuali saat saya melanjutkan studi. Tetapi fakta menunjukkan Jakarta adalah kota yang sangat padat, kota ke-9 terpadat di dunia,” kata Bambang di Jakarta.

Bambang mengatakan, dengan kepadatan yang sudah begitu tinggi, menimbulkan berbagai masalah yang terus membebani Jakarta dan juga masyarakatnya.  Seperti banyaknya waktu yang terbuang sia-sia dan berimbas pada penurunan kualitas hidup, hingga produktivitas yang dihasilkan.

“Kalau dua jam di angkutan umum, saya bisa apa dalam dua jam? Itu opportunity yang hilang karena terjebak kemacetan. Bagi yang masih senang bertemu Ayah, Ibu, Kakak, adik, (momentum) bisa hilang,” paparnya.

Keputusan pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota menjadi solusi mengurangi beban Jakarta, sebab saat ini Jakarta sudah menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat politik.

“Semuanya dibebankan di Jakarta, karena itu kita harus kurangi beban Jakarta. Supaya kaum muda nanti, pasti ada yang ingin tinggal di Jakarta yang sesuai harapan. Jakarta mengakomodir kepentingan anak muda, lingkungan yang lebih baik,” jelasnya. 

Kemudian, dari sisi kesehatan juga menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam memindahkan Ibu Kota, sebab, polusi udara terus memburuk belakangan ini seakan menghantui Jakarta dan masyarakatnya.

“Saya sepuluh hari lalu ke Papua, Jayapura, Nabire. Apa bedanya ? Ketika saya travelling Jayapura dan Nabire saya melihat langit sangat biru, di Jakarta kita nengok ke atas enggak dapat tuh blue sky. Kabutnya bukan karena alamiah, tapi polusi,” ujarnya.

Baca juga: Ini 5 Negara Terkaya di Dunia, Upah Minimumnya Ada yang Rp 29 Juta!

Lokasi Ibu Kota Baru Sudah Dikuasai Pemerintah

ibu kota
Alasan berpolusi dan makin padat, ini alasan kuat kenapa pemerintah mantap memindahkannya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sementara itu, Bambang menegaskan, calon lokasi Ibu Kota negara di Pulau Kalimantan sudah dikuasai oleh pemerintah, hal ini membantah isu spekulan tanah yang tengah berkembang di Kalimantan.

“Kalau spekulasi itu risiko yang melakukan sendiri, artinya itu bukan karena intervensi pemerintah. Tapi lokasi yang akan dipilih adalah lokasi yang sudah dikuasai pemerintah,” tegas Bambang.

Bambang memastikan, lokasi yang pasti akan dijadikan Ibu Kota Negara baru terletak di selat Makasaar, lokasi ini dipilih dengan pertimbangan luas wilayah Indonesia.

“Kalau Indonesia begini luas, jaraknya jangan terlalu ekstrem dengan wilayah. Kita cari lokasi tengah, jadi jatuhnya di Selat Makassar,” kata Bambang.

Nah, itu dia polemik pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia yang makin ke sini hangat dibicarakan. Menurut kamu gimana nih milenial? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.