Biar Gak Ketipu! Ini 8 Cara Identifikasi Perusahaan Sebelum Melamar Pekerjaan

4 menit
Lakukan identifikasi perusahaan sebelum lamar kerja (Shutterstock)

Lamar kerja merupakan hal mudah. Tapi, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, perlu usaha cukup keras dan dibutuhkan ketelitian. Pasalnya, gak sedikit kasus penipuan suatu lowongan pekerjaan.

Di luar sana, terdapat puluhan bahkan ratusan ribu lowongan pekerjaan yang tersebar di media cetak maupun media online.

Ratusan perusahaan berusaha mencari calon karyawan yang cocok kebutuhan yang diinginkan, begitu juga bagi para pencari kerja yang berlomba-lomba memperebutkan posisi tersebut.

Di balik kejadian tersebut, gak sedikit pihak memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan.

Salah satunya, memposisikan diri sebagai pihak perusahaan yang mencari pekerjaan dan meminta komisi kepada pencari kerja bisa diterima di perusahaannya alias lowongan kerja bodong.

Modus seperti ini sering terpampang di portal lowongan kerja serta event job fair yang sering diadakan beberapa event organizer. Korbannya juga gak bisa dibilang sedikit, beberapa dari mereka pasrah atas musibah tersebut.

Agar hal ini gak menimpa kamu, ada baiknya sebelum lamar kerja melakukan delapan cara identifikasi perusahaan seperti di bawah ini:

1.  Cari tahu track record perusahaan

Lamar kerja
Cari tahu track record perusahaan saat lamar kerja (Shutterstock)

Dikutip dari Robs Jobs, perusahaan yang baik dan sehat pada umumnya memiliki rekor perjalanan, baik di industri yang mereka tekuni.

Kamu bisa mencari tahu dari mana perusahaan itu berasal, sudah berapa lama beroperasi, di mana letak kantor pusatnya di Indonesia dan prestasi apa yang pernah diukir.

Selain untuk diri sendiri, hal ini juga bermanfaat ketika nanti kamu menjalani interview dengan HRD supaya gak buta-buta banget tentang perusahaan itu.

Baca juga: Pengin Pindah Kerja di Luar Bidang Kamu Sekarang? Ikuti 5 Tips Jitu Ini

2.  Tanya kepada teman

Lamar kerja
Tanya kepada teman saat lamar kerja (Shutterstock)

Kamu juga bisa mengidentifikasi perusahaan sebelum lamar kerja dengan cara bertanya kepada teman, apakah mereka memiliki informasi tentang perusahaan tersebut.

Biasanya sih jika suatu lamaran kerja itu bodong, udah banyak omongan negatif dari orang ke orang, yang bisa jadi salah satu dari teman kamu itu.

Sekalian aja menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan di tempat teman kamu kerja, siapa tahu ada dan bisa keterima, kan?

Baca juga: 5 Profesi Ini Diminati Psikopat, Ada Pekerjaan Idamanmu?

3.   Lihat ulasan dari orang lain

Lamar kerja
Lihat ulasan dari orang lain saat lamar kerja (Shutterstock)

Mirip dengan belanja di internet, lamar kerja juga perlu memerhatikan ulasan mantan pegawai atau orang yang udah mencoba melamar sebelumnya.

Di beberapa portal lowongan kerja online, ada fitur yang menyediakan visualisasi hal ini untuk memudahkan para pencari kerja.

Di luar portal lowongan kerja online, kamu juga bisa lihat ulasan orang tentang suatu perusahaan di Google atau forum diskusi seperti Kaskus.

4.  Perhatikan deskripsi pekerjaan

Lamar kerja
Perhatikan deskripsi pekerjaan saat lamar kerja (Shutterstock)

Mencari pekerjaan sesuai kemampuan kita udah jadi suatu pedoman yang rutin dilakukan setiap mencari pekerjaan.

Namun, jangan cuma mencari nama posisi jabatannya aja ya! Kamu juga perlu memerhatikan deskripsi pekerjaan yang akan dilakukan nantinya supaya gak keliru.

Karena banyak lowongan kerja bodong memanfaatkan judul lamaran agar menarik hati para pencari kerja.

5.  Kondisi keuangan

Lamar kerja
Lihat kondisi keuangan saat lamar kerja (Shutterstock)

Salah satu hal ketika lamar kerja yang bisa kamu lakukan agar gak ketipu adalah dengan mencari tahu kondisi keuangannya seperti apa.

Gak perlu yang terlalu rinci, cari aja di internet dengan kata kunci kondisi keuangan ditambah nama perusahaan tersebut.

Nanti akan muncul berita mengenai hal terkait kondisi keuangannya, jadi gak usah cari sampai minta laporan keuangannya.

6.   Mencari profil karyawan yang bekerja

Lamar kerja
Mencari profil karyawan yang bekerja saat lamar kerja (Shutterstock)

Dengan mencari profil karyawan yang bekerja di situ, kamu bisa tambah yakin perusahaan tempat kamu lamar kerja bukan perusahaan abal-abal.

Manfaatkan media jejaring sosial seperti LinkedIn untuk mengetahui profil karyawan yang sedang atau pernah bekerja di sana.

Buat beberapa orang cara yang satu ini mungkin terdengar seperti stalking, tapi apa salahnya daripada kamu yang rugi nanti.

7.  Kenali kompetitornya

Lamar kerja
Kenali kompetitornya saat lamar kerja (Shutterstock)

Udah menjadi hukum dunia usaha bahwa  suatu industri diizinkan mempunyai kompetitor dalam berusaha. Justru kalau gak ada kompetitor kamu harus curiga, jenis usaha apa yang sebetulnya dijalani.

8.  Cari tahu peringkatnya

Lamar kerja
Cari tahu peringkatnya saat lamar kerja (Shutterstock)

Dalam sebuah industri, kemungkinan besar akan terdiri dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang sama.

Karena adanya persaingan, maka umumnya akan ada perbandingan peringkat mengenai seberapa besar perusahaan itu berada.

Kalau gak menemukan di daftar peringkat, kamu patut curiga terhadap perusahaan tersebut. Tapi, jangan terlalu berlebihan juga. Pasalnya, ini bukanlah faktor X yang menentukan benar atau tidaknya ya!

Itulah delapan cara identifikasi perusahaan sebelum lamar kerja biar gak ketipu lowongan kerja bodong.

Amit-amit kamu sampai dipanggil sama lowongan seperti itu, sebaiknya kamu lebih hati-hati lagi, dan bagikan tips ini kepada teman lainnya. Tetap semangat! (Editor: Chaerunnisa)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan