Nilai Impor Garam Indonesia Tembus Rp 600 miliar, Apakah Paling Besar di Dunia?

2 menit
impor garam
Ilustrasi gudang garam. (Shutterstock)

Indonesia kemungkinan bakal melakukan impor garam. Pasalnya, para pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mendesak Pemerintah agar secepatnya merealisasikan rencana impor tersebut.

Permintaan impor tersebut disampaikan AIPGI saat berada di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada Selasa (20/8). Menurutnya, kuota garam yang diserap industri telah menipis. Karena itu, impor garam perlu dilakukan agar kebutuhan industri tetap terpenuhi.

Soalnya dampak yang ditimbulkan dari gak terpenuhinya kebutuhan garam industri bisa fatal. Menurut AIPGI, sejumlah industri sejauh ini telah mengalami kesulitan dalam mengoperasikan bisnisnya. Kalau dibiarkan, bisa-bisa banyak pekerja yang dirumahkan sebagai imbas macetnya kegiatan produksi.

Indonesia emang diketahui bisa memproduksi garam sendiri. Namun, permintaan industri yang memasang kriteria dari sisi kualitas membuat garam lokal sulit terserap oleh industri. Ujung-ujungnya garam impor menjadi komoditas yang diandalkan para pelaku industri.

Walaupun protes bermunculan karena impor dianggap turut merusak harga pasar, Pemerintah telah menetapkan kuota impor garam buat tahun 2019, yaitu sebesar 2,7 juta ton. 

Per 15 Agustus 2019 seperti yang diberitakan Detik, jumlah garam yang diimpor baru mencapai 1,54 juta ton. Sisanya, belum direalisasikan. Dengan kuota impor sebanyak itu, apakah Indonesia menjadi negara nomor satu dari nilai impor garamnya? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Diklaim Baik untuk Kesehatan, Kenapa Garam Himalaya Lebih Mahal dari Garam Yodium?

Nilai impor garam Indonesia tahun 2017 US$ 44,5 juta. Gimana dengan negara-negara lain?

impor garam
Petani garam di Indonesia. (Shutterstock)

Di dunia ada beberapa negara yang tercatat sebagai pengimpor garam dalam jumlah besar. Nilai impor negara-negara tersebut gak tanggung-tanggung, menyentuh angka hingga ratusan juta dolar.

Dilansir dari The Observatory of Economic Complexity (OEC), pada tahun 2017 Indonesia telah mengimpor garam dengan nilai US$ 44,5 juta atau sekitar Rp 600 miliar (kurs Desember 2017). 

Dibanding negara-negara pengimpor lainnya, apakah nilai impor garam Indonesia paling besar? Berikut ini daftarnya.

Negara pengimpor garam Nilai impor
Amerika Serikat US$ 437 juta
China US$ 220 juta
Jepang US$ 199 juta
Jerman US$ 177 juta
Belgia US$ 130 juta
Kanada US$ 113 juta
Korea Selatan US$ 92,2 juta
Prancis US$ 91,6 juta
Rusia US$ 87,5 juta
Inggris US$ 81,1 juta
Norwegia US$ 59,7 juta
Belanda US$ 54,4 juta
Swedia US$ 52,7 juta
Italia US$ 50 juta
Ceko US$ 49,2 juta
Indonesia US$ 44,5 juta
Polandia US$ 41,2 juta
Hungaria US$ 37,4 juta
Irlandia US$ 31,7 juta
Denmark US$ 29,7 juta

Total nilai impor garam negara-negara di dunia yang dicatat OEC mencapai US$ 2,72 miliar. Dari nilai impor tersebut, Amerika Serikat mencatatkan persentase 16 persen. Kemudian disusul China sebesar 8,1 persen, Jepang sebesar 7,3 persen, dan Jerman sebesar 6,5 persen.

Menariknya nih, China, Amerika Serikat, dan Jerman termasuk negara dengan produksi garam terbesar lho di dunia. Bisa jadi produksinya belum bisa mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Itulah kenapa negara-negara tersebut masih perlu impor.

Sementara Indonesia yang berada di urutan ke-16 sebagai negara pengimpor garam cuma mencatatkan persentase sebesar 1,6 persen. Kendati demikian, nilai impor yang mencapai US$ 44,5 juta membuat Indonesia menjadi negara terbesar di ASEAN dalam urusan impor garam.

Itu tadi informasi mengenai nilai impor garam Indonesia dan negara-negara pengimpor lainnya di dunia. Seandainya hasil produksi garam Indonesia memenuhi standar industri, nilai impor yang tercatat mungkin gak bakal sebesar itu. (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!