Perbedaan Indeks Saham Amerika Serikat antara Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq

3 menit
Nasdaq, indeks saham-saham perusahaan teknologi (Shutterstock).

Kalau di Indonesia kita mengenal IHSG sebagai indeks saham, di Amerika Serikat ada tiga indeks yang dipakai sebagai indikator investasi atau trading. Di luar tiga indeks tersebut, masih ada 5.000 indeks lainnya yang menjadi indikator pergerakan saham-saham di Amerika Serikat.

Tiap-tiap indeks saham punya metode dan pengkategorian saham yang gak sama satu sama lain, tergantung dari apa tujuan yang pengin dicapai. Dari banyak indeks yang ada di Amerika Serikat, indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq selalu jadi tolok ukur di sana.

Tentu aja investor ataupun manajer investasi terbantu dengan adanya indeks-indeks tersebut. Mereka bisa mengambil keputusan berinvestasi dengan mengacu pada grafik dari indeks yang dijadikan ukuran.

Terus bedanya indeks saham Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq itu apa? Berikut ini ulasannya seperti yang dikutip dari Investopedia.

Baca juga: Selain Saham dan Emas, Ini 7 Investasi Alternatif yang Bikin Gemuk Rekening Kamu!

1. Indeks Dow Jones, saham tertua di Amerika Serikat

Indeks Saham
Indeks Dow Jones (Shutterstock).

Dow Jones Industrial Average mulai diperkenalkan pada 16 Februari 1885. Kehadirannya di tahun tersebut bikin indeks saham ini menjadi indeks tertua di Amerika Serikat.

Indeks yang dioperasikan S&P Dow Jones Indices menjadi salah satu indeks yang sering digunakan di dunia. Apalagi indeks ini mencerminkan pergerakan 30 saham perusahaan besar dan berpengaruh di Amerika Serikat.

Terus Dow Jones Industrial Average atau DJIA ini mewakili seperempat dari keseluruhan nilai bursa saham di Amerika Serikat lho. Walaupun begitu, perubahan yang terjadi di Dow Jones gak bisa dianggap sebagai perubahan yang pasti 100 persen.

Rata-rata perusahaan yang masuk dalam indeks Dow Jones adalah saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar alias saham blue chips. Mulai dari The Coca-Cola Company, Intel Corporation, Microsoft Corporation, hingga Apple Inc. masuk 30 saham DJIA.

Nama-nama yang ada bisa aja masuk kembali atau digantikan. Semua bergantung pada ketentuan S&P Dow Jones Indices.

2. S&P 500, mewakili 500 perusahaan di Amerika Serikat

Indeks Saham
S&P 500 (Shutterstock).

Berbeda dengan indeks Dow Jones, jumlah perusahaan yang masuk ke indeks S&P 500 gak tanggung-tanggung banyaknya, yaitu 500 perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang terpilih tentunya perusahaan-perusahaan teratas.

Emiten-emiten yang masuk indeks S&P 500 dipilih gak cuma berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Ada faktor-faktor lainnya yang memengaruhi, seperti likuiditas, free float, klasifikasi sektor, kelayakan finansial, hingga riwayat perdagangan.

Dengan jumlah 800 emiten yang masuk, indeks S&P 500 mewakili 80 persen dari total nilai bursa saham di Amerika Serikat. Jelas lebih besar dibandingkan dengan Dow Jones.

Hampir semua perusahaan yang masuk indeks Dow Jones dimasukkan ke indeks S&P 500 ini. Makanya indeks ini sering juga dipantau perkembangannya. Malahan nih banyak yang beranggapan kalau indeks S&P 500 menjadi representasi terbaik di bursa saham Amerika.

Baca juga: Gak Perlu Tajir, Begini Cara Menabung Saham yang Mudah dan Efisien

3. Nasdaq, indeks saham-saham perusahaan teknologi

Indeks Saham
Indeks Nasdaq (Shutterstock).

Kalau lagi cari tahu gimana perkembangan saham-saham perusahaan teknologi di Amerika Serikat, kamu bisa cari tahu di indeks Nasdaq. Emiten-emiten yang masuk indeks ini mayoritas adalah emiten-emiten perusahaan teknologi di Amerika Serikat.

Saham-saham di indeks yang hadir sejak 1971 ini berjumlah 30 saham. Salah satunya adalah saham Tesla, Inc. yang merupakan saham perusahaan mobil listrik milik Elon Musk.

Gak seperti Dow Jones dan S&P 500, indeks Nasdaq gak cuma menerima saham perusahaan besar, tapi juga perusahaan yang kecil. Terus saham-saham yang berkapitalisasi pasar kecil pun juga masuk daftar indeks ini.

Sejarahnya, indeks Nasdaq pernah jatuh saat bubble perusahaan Dot-com tahun 2000-an. Sebab saat itu harga saham-saham perusahaan Dot-com naik secara cepat karena spekulasi dan berakhir dengan penurunan yang tajam.

Itu tadi ketiga indeks saham perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang sering dipakai banyak investor ataupun trader sebagai acuan. Selain sebagai cerminan pasar modal, ketiga indeks tersebut juga menjadi cerminan ekonomi di Amerika Serikat lho. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!