Diam-Diam Australia Minati Makanan dan Minuman Indonesia

2 menit
Makanan dan Minuman Indonesia (Shutterstock)
Makanan dan Minuman Indonesia (Shutterstock)

Indonesia berhasil meraih nilai transaksi sebesar 2,38 juta dollar AS untuk produk makanan dan minuman (mamin) unggulan di Pameran Fine Food Australia 2019. 

Pameran yang berlangsung di International Convention Center (ICC) Sydney Darling Harbour ini merupakan pameran tahunan industri mamin olahan terbesar di Australia.

“Selama empat hari penyelenggaraan, total nilai transaksi yang berhasil diraih sebesar US$ 2,38 juta. Nilai ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang tercatat sebesar 1,3 juta dolar AS.

Capaian ini menunjukkan bahwa produk mamin Indonesia semakin digemari di pasar Australia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward.

Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan lima perusahaan Indonesia di sektor mamin. Kelima perusahaan tersebut yaitu PT Dua Kelinci, PT Helmigs Prima Sejahtera, PT Sari Segar Husada, PT Garuda Top Plasindo, dan PT Kampung Kearifan Indonesia. 

Selain itu, juga ditampilkan tiga distributor produk Indonesia di Australia yaitu Eastern Cross Trading Co., Sony Trading P/L, dan Grein Australia P/L.

Paviliun Indonesia terletak pada posisi strategis, yaitu dekat pintu masuk utama di bagian ‘Flavours of the World’. Tercatat sekitar 2.200 pengunjung dari berbagai kalangan, seperti pelaku usaha, mahasiswa, wisatawan, serta masyarakat umum mengunjungi Paviliun Indonesia.

Promosi Produk Unggulan

“Selain melakukan promosi produk-produk unggulan, keikutsertaan Indonesia di pameran ini menjadi ajang untuk melakukan kontak dengan para pelaku industri yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Lalu inovasi mesin-mesin kemasan, perlengkapan katering, aneka kue, kopi, teh, daging, makanan laut, hingga produk organik,” jelas Dody.

Partisipasi Indonesia terwujud atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, Atase Perdagangan RI di Canberra, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney.

Tercatat, total perdagangan Indonesia dan Australia pada periode Januari—Juni 2019 mencapai US$ 3,68 miliar. 

Pada 2018, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 8,64 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 yang sebesar US$ 8,53 miliar. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Australia adalah produk kayu dan turunannya. Kemudian tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik.

Sedangkan tahun 2018, produk ekspor utama Indonesia ke Australia adalah kayu dan furnitur; panel LCD, LED, dan panel display; alas kaki; dan ban. Sementara, produk impor utama Indonesia dari Australia adalah gandum, batu bara, hewan hidup jenis lembu, gula mentah atau tebu lainnya, serta bijih besi dan bijih lainnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.