Ini Tarif Pajak Penghasilan untuk yang Punya NPWP dan Tidak

3 menit

Gak sedikit orang yang masih bingung berapa tarik pajak penghasilan yang dipotong setiap bulan. Tahunya setiap bulan dapat gaji bersih yang sudah dipotong dari pajak.

Padahal nih, setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan atau wajib pajak diharuskan membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya.

Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan lho. Jadi kalau mangkir, siap-siap deh kena sanksi.

Nah, tarif pajak penghasilan yang harus dipotong setiap bulan dibedakan antara yang punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan yang tidak memiliki NPWP.

[Baca: Kartu NPWP Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya]

Tapi sebelum mengetahui kisaran tarif pajak penghasilan untuk pemilik dan bukan pemilik NPWP, kamu perlu memahami dulu soal PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Mengapa? Soalnya ini akan berpengaruh dengan jumlah pajak yang akan kamu bayar.

PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenai pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Jadi, wajib pajak yang penghasilannya di bawah batas PTKP tidak perlu membayar pajak penghasilan.

Tarif penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

tarif-pajak-penghasilan
tarif penghasilan tidak kena pajak (beritapetang)

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak PMK No. 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak, berikut tarif penghasilan tidak kena pajak:

  • Wajib pajak orang pribadi sebesar Rp 54 juta
  • Tambahan Rp 4,5 juta untuk wajib pajak yang sudah menikah
  • Tambahan Rp 54 juta untuk gabungan penghasilan suami dan istri
  • Tambahan Rp 4,5 juta untuk yang sudah memiliki tanggungan, maksimal tiga orang

Untuk besaran tarif PTKP itu sendiri juga tergantung dari kondisi perekonomian negara. Jadi Bisa naik, bisa juga tidak.

[Baca: Yuk, Memahami Penghasilan Tidak Kena Pajak 2018!]

Nah, dari tarif PTKP di atas, kamu jadi dapat mengetahui apakah penghasilanmu kena PPh atau tidak.

Lalu berapa tarif PPh yang dibebankan kepada wajib pajak untuk pemilik dan bukan pemilik NPWP? Berikut penjelasannya:

Tarif pajak penghasilan pemilik NPWP

tarif-pajak-penghasilan
Tarif pajak penghasilan pemilik NPWP (moneysmart)

Seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2008 Pasal 17 ayat 1, ada dua jenis tarif pajak penghasilan yang dikenakan kepada wajib pajak, yaitu:

a. Wajib pajak orang pribadi dalam negeri

Jadi, misalnya kamu pegawai yang belum menikah dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan. Berarti dalam satu tahun penghasilanmu sebesar Rp 60 juta.

Nah, karena batas PTKP untuk wajib pajak orang pribadi adalah sebesar Rp 54 juta sedangkan penghasilanmu dalam satu tahun Rp 60 juta, maka kamu akan dikenakan tarif PPh sebesar lima persen. 

b. Wajib pajak badan dalam negeri

Sedangkan untuk wajib pajak badan dalam negeri atau yang memiliki penghasilan tetap dari usaha akan dikenakan tarif pajak sebesar 28 persen dari jumlah dana yang dilaporkan ke kantor pajak.

2. Tarif pajak penghasilan tidak memiliki NPWP

tarif-pajak-penghasilan
Tarif pajak penghasilan tidak memiliki NPWP (moneysmart)

Seperti yang tertera pada Undang-Undang No 36 tahun 2008 Pasal 21 (ayat) 5a menjelaskan,

“Wajib pajak orang pribadi yang tidak memiliki NPWP tapi memperoleh penghasilan, akan dikenakan pemotongan PPh 21 dengan tarif lebih tinggi 20% dibanding wajib pajak yang memiliki NPWP.”

Dalam hal ini yang dimaksud wajib pajak yang tidak memiliki NPWP seperti pekerja lepas atau freelance, maupun pensiunan yang tetap menerima penghasilan secara rutin setiap bulannya.

Nah, itu dia penjelasan mengenai tarif penghasilan untuk pemilik NPWP, tidak memiliki NPWP serta untuk pajak penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Kini kamu bisa memperkirakan sendiri kan berapa potongan pajak yang harus kamu bayarkan setiap bulannya? Semoga membantu!

[Baca: E-Filing Pajak Online: Kesalahan yang Sering Terjadi dan Solusinya]

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.