Izin Investasi Ribet, Investor Asing Mikir-Mikir ke Indonesia

1 menit
Investasi Asing (Shutterstock)
Investasi Asing (Shutterstock)

Persaingan investasi asing ditengah gejolak ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat dan China menjadi perebutan berbagai negara.

Banyak perusahaan yang keluar dari China atau memindahkan basis produksinya ke negara yang terbebas dari aturan perang dagang Amerika Serikat.

Akan tetapi, Indonesia dinilai tak mampu mengambil peluang ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, persoalan perizinan yang ribet dan tidak mudah menjadi Indonesia tak menjadi pilihan para investor asing.

“Jadi sebenarnya masalah biaya, tenaga kerja, dan sebagainya itu sesuatu yang bisa diukur jadi buat mereka engak masalah, mereka bisa masukan di dalam perhitungan mereka, feasibility mereka. Tapi yang tak bisa diukur adalah perizinan, selesainya kapan, pembebasan lahan,” kata Destry di Jakarta.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun mengaku kesal terkait adanya 33 perusahaan di China yang keluar dan tidak ada satupun dari perusahaan itu yang memilih Indonesia karena 23 memilih di Vietnam sedangkan 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Destry mengungkapkan, saat ini keseluruhan aliran dana asing yang masuk ke Indonesia masih di sekitaran Rp170 triliun. Akan tetapi dana yang masuk tersebut lebih banyak masuk ke pasar saham dan obligasi.

“Padahal kan ekonomi kita lebih butuh investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) jadi akan lebih bagus jika ini diimbangi masuknya FDI yang lebih besar. Kita telusuri, satu hal yang memang membuat mereka berat itu perizinan,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pihaknya akan segera melakukan akselerasi terkait pemangkasan perizinan penghambat investasi.

Darmin menyatakan pemerintah memikirkan bagaimana investasi bisa meningkat lebih cepat dibandingkan dengan saat ini.

“Pemerintah akan benar-benar fokus dalam waktu yang pendek ini, 1—2 bulan ini, memangkas, betul-betul memangkas, lagi berbagai perizinan,” kata Darmin.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.