Apakah Investasi Emas Benar-Benar Menguntungkan? Begini Fakta-Faktanya

6 menit
investasi emas
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Investasi emas paling populer di Indonesia. Saking populernya, kebanyakan orang kalau diajak ngobrol soal investasi pasti tahunya cuma investasi emas. Buat kebanyakan orang di Indonesia, investasi emas pokoknya udah paling menguntungkan deh.

Padahal, selain investasi emas, ada investasi reksa dana ataupun saham. Namun, kedua instrumen investasi tersebut kalah pamor dengan emas.

Bukan cuma karena kurangnya pengetahuan, berinvestasi emas dianggap lebih baik karena tersebarnya cerita orang-orang dulu yang telah merasakan keuntungan investasi logam mulia tersebut. Padahal, cerita orang-orang yang untung dari saham juga gak kalah menarik lho.

Di sinilah perlunya ada pemahaman tentang investasi emas. Seperti apa keuntungannya? Apa aja kerugiannya? Perlu diketahui, investasi itu gak selalu kasih untung. Kadang ada kondisi yang mana investor merugi. Makanya muncul istilah “high risk, high return”.

Dalam ulasan kali ini, Moneysmart mau bahas soal investasi emas. Mulai dari untung ruginya, dan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Yuk, disimak.

Baca juga: Cuan Investasi Emas untuk Karyawan Bergaji Kecil, Begini Caranya

Keuntungan investasi emas, apa aja?

investasi emas
Apa saja keuntungan investasi emas? (Shutterstock)

Inilah yang menjadi daya tarik emas sebagai logam mulia. Ada beberapa keuntungan investasi emas yang membuat banyak orang kepincut menempatkan dananya di logam mulia ini. Lalu, apa aja yang menjadi keuntungan dari menginvestasikan uang di emas? Berikut ini daftarnya.

1. Nilai emas cenderung stabil dibandingkan instrumen investasi yang lainnya

Alasan kenapa investasi emas menguntungkan karena nilai emas yang cenderung stabil. Emas memiliki volatilitas yang lebih rendah ketimbang instrumen-instrumen investasi lainnya. 

Maksud dari volatilitas rendah di sini adalah harganya gak cepat berubah dalam waktu singkat. Dengan kata lain, harga emas gak tiba-tiba naik tinggi dalam waktu cepat ataupun turun dalam waktu sekejap.

2. Keberadaan emas sebagai logam mulia diakui dan diterima banyak orang di dunia

Hampir semua orang di seluruh dunia percaya dan sepakat dengan adanya nilai yang dikandung emas. Menariknya, di dunia ini masih ada beberapa jenis logam mulia yang lebih bernilai daripada emas. 

Namun, sejarah emas yang telah dikenal sejak zaman dahulu membuat nilai logam mulia ini terus bertahan hingga sekarang. Bahkan, dulunya emas pernah menjadi alat tukar yang paling dominan.

3. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbilang likuid

Karena dipercaya memiliki nilai dan semua orang sepakat dengan konsep tersebut, emas dengan mudahnya dijual buat memperoleh uang tunai (cash). Bisa dibilang, logam mulia yang satu ini tergolong sebagai investasi yang likuid atau punya likuiditas yang baik.

Sifatnya yang universal menguntungkan buat mereka yang berinvestasi emas. Sebab di mana pun berada dan kapan pun waktunya, emas bisa dikonversi menjadi uang tunai.

4. Emas melindungi nilai uang dari inflasi (hedging)

Inflasi di satu sisi bisa menguntungkan, tapi di sisi lain bisa merugikan. Makanya tingkat inflasi harus berada di kisaran yang pas, gak boleh plus ataupun minus.

Walaupun begitu, perlu langkah antisipatif dalam melindungi nilai uang. Sebab, inflasi membawa efek negatif terhadap nilai uang yang kita miliki.

Investasi emas menjadi salah satu langkah melindungi nilai uang dari inflasi (hedging). Soalnya saat nilai mata uang, semisal Dolar turun, nilai emas tetap terjaga, bahkan nilainya beranjak naik.

5. Investasi emas berperan dalam diversifikasi investasi

Agar risiko yang ditanggung gak besar-besar amat, perlu adanya diversifikasi dalam berinvestasi. Maksud dari diversifikasi di sini adalah penganekaragaman portofolio investasi. Jadi, investasi yang dimiliki gak cuma saham, tapi juga ada instrumen investasi lainnya.

Nah, emas menjadi salah satu pilihan dalam melakukan diversifikasi investasi. Sebab emas punya korelasi negatif dengan saham. Saat harga saham turun, harga emas cenderung naik. Dengan memiliki emas dalam portofolio, kerugian saham bisa diminimalkan.

6. Menyimpan emas sangat berguna saat kondisi gak pasti

Ketidakpastian politik dan ekonomi menjadi hantu yang menakutkan bagi banyak orang, termasuk mereka yang memiliki kekayaan. Saat kondisi tersebut terjadi, investasi emas menjadi keputusan yang tepat dan sangat berguna.

Kebanyakan investor bakal mengalihkan uang mereka ke emas ketimbang saham ketika kondisi perekonomian dibayangi ketidakpastian. Ketimbang menerima risiko yang besar, mereka mengamankan kekayaan dengan berinvestasi emas.

Baca juga: Gak Bisa Sembarangan! Ini Trik Investasi Emas Biar Untung Banyak dan Gak Rugi

Kerugian investasi emas yang sebaiknya diwaspadai

investasi emas
Kerugian investasi emas. (Shutterstock)

Di balik keuntungan investasi emas, ada kerugian yang perlu diwaspadai. Sayangnya, gak banyak orang tahu mengenai risiko-risiko dari memiliki emas. Berikut ini adalah sejumlah kerugian yang sebaiknya dipahami dari berinvestasi emas.

1. Memperoleh profit dari investasi emas gak secepat investasi saham

Sekalipun aman alias minim risiko, memperoleh profit dari berinvestasi emas gak secepat berinvestasi saham. Emang sih belakangan ini harga emas lagi naik-naiknya. Namun, coba deh tengok pergerakan harganya dalam lima tahun terakhir. Naiknya cenderung lambat.

Itulah kenapa diingatkan buat jangan berharap tinggi memperoleh keuntungan besar dari memiliki emas. Kegunaan emas di mata kebanyakan investor sebatas melindungi nilai uang. Gak usah heran kalau investor gak mengubah dana yang mereka miliki sepenuhnya ke emas.

2. Sekalipun cenderung stabil, harga emas juga bisa menurun

Pergerakan harga emas emang cenderung stabil. Namun, bukan berarti harganya gak bisa turun. Emas itu gak ubahnya barang komoditas yang harganya bisa berubah.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi harga emas. Mulai dari kebijakan perubahan suku bunga acuan oleh The Fed, kondisi ekonomi Amerika Serikat, penawaran dan permintaan terhadap emas, inflasi, pergerakan dolar, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi.

3. Emas gak bisa menciptakan pendapatan pasif

Investasi emas gak sama dengan investasi saham. Menyimpan uang dalam wujud emas juga gak sama seperti menyimpang uang di deposito atau obligasi.

Berinvestasi saham bisa menghasilkan dividen tiap tahunnya, sedangkan berinvestasi di emas sama sekali gak memberi dividen atau semacamnya. Kalau menaruh dana di deposito atau obligasi dapat memberi bunga, memiliki emas sama sekali gak menghasilkan hal tersebut.

Satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh dari emas adalah ketika harga jualnya lebih tinggi dari harga saat membelinya, menjual emas pada saat tersebut bisa menguntungkan kamu. Itulah sebabnya emas gak bisa diharapkan sebagai sumber pendapatan pasif.

4. Emas juga berpotensi menciptakan bubble

Bukan cuma harga saham, harga saham juga menyimpan potensi terciptanya gelembung atau bubble. Potensi tersebut bisa muncul ketika harga emas dianggap telah terlampau tinggi lalu para investor khawatir hingga akhirnya menjual emas yang dimilikinya.

Banyaknya investor yang menjual emas membuat investor lainnya ikut khawatir dan akhirnya membuat keputusan buat menjual emas yang mereka punya. Pada gilirannya, emas yang semua bernilai tinggi telah kehilangan nilainya akibat aksi jual yang dilakukan banyak investor.

5. Ada selisih negatif saat beli dan jual emas pada saat hari yang sama

Meskipun likuid alias mudah dibeli dan mudah dijual, ada selisih pada harga beli dan jual emas. Alih-alih selisih menguntungkan, selisih yang didapat adalah selisih kerugian. 

Misalnya aja kamu membeli emas saat ini di harga Rp 738 ribu per gram. Kalau kamu menjualnya pada hari yang sama saat kamu membeli, harga jualnya bukan Rp 738 ribu per gram atau lebih, melainkan Rp 697 ribu per gram. Inilah yang disebut selisih negatif.

Baca juga: Patricia Gouw Investasi Emas dan Valas Sejak Masih Pakai Seragam Sekolah!

Kapan waktu yang tepat buat investasi emas?

investasi emas
Federal Reserve. (Shutterstock)

Sebagaimana yang udah disinggung di atas, perubahan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor. Ketika kamu hendak berinvestasi emas, ada baiknya mencermati faktor-faktor tersebut. Berikut ini adalah tanda-tanda yang menjadi petunjuk waktunya beli emas.

1. Ketika bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menurunkan suku bunga, itu waktunya membeli emas

Harga emas secara global bergantung pada tingkat suku bunga acuan yang diputuskan The Fed. Kalau bank sentral Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, nilai Dolar menjadi turun. Itu berarti, investasi dalam bentuk mata uang Dolar jadi gak menarik.

Emas kemudian dilirik para investor sebagai alternatif buat menyimpan uang yang mereka miliki. Harga emas pun terdongkrak oleh aksi beli para investor yang memilih menghindar dari  Dolar.

2. Kondisi ekonomi dan turunnya harga saham

Keputusan The Fed menurunkan suku bunga acuan didasari kondisi ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi ekonomi yang jelek cenderung mendorong The Fed buat menurunkan suku bunga acuan. Inilah yang kemudian menurunkan nilai Dolar dan menaikkan nilai emas.

Dampak dari ekonomi yang jelek juga tercermin dari turunnya harga saham, terutama saham blue chips. Melihat kondisi tersebut, investor kurang begitu tertarik menempatkan uangnya di saham. Alhasil, emas pun dipilih dan yang mengakibatkan naiknya harga emas.

3. Gejolak politik dan inflasi

Udah gak bisa disangkal kalau gejolak politik membuat ekonomi terpuruk. Akibatnya, inflasi pun naik dan membuat nilai mata uang menurun.

Ketika ada gejala inflasi bakal naik, itulah saatnya buat kamu berinvestasi emas buat mengamankan nilai uang yang kamu miliki. Dengan begitu, nilai uang yang kamu pegang terhindar dari tergerusnya nilai mata uang akibat inflasi.

Nah, itu tadi informasi untung rugi dari membeli emas serta kapan waktu yang tepat buat membelinya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!