Butuh Uang Beberapa Tahun Mendatang? Coba 4 Investasi Jangka Pendek Ini

4 menit
Investasi jangka pendek

Investasi, baik investasi jangka pendek maupun jangka panjang memang bisa membuat orang kaya. Investasi jangka pendek berikut bisa memberimu keuntungan, lho!

Kedua jenis investasi itu memang sama-sama dapat memberikan keuntungan besar asal kamu mengerti cara bermainnya, mulai dari memilih instrumen investasi yang tepat hingga kapan waktu yang tepat untuk membelinya.

Misalnya, ingin investasi saham, kamu disarankan membeli saat harga saham sedang turun dan jangan beli saat sedang naik. Tapi, untuk mengetahuinya, kamu perlu memiliki kemampuan membaca pergerakan harga saham dan itu gak bisa dilakukan semua orang.

Karena itu, para pemula disarankan tidak mengalokasikan dananya ke investasi saham langsung. Jika tetap ingin investasi saham, sebaiknya pilih reksadana saham aja.

Jelas, danamu akan dikelola manajer investasi yang memang udah ahli di bidangnya. Jadi, gak perlu takut bangkrut, ya!

Nah, soal investasi, ada dua jenis investasi yaitu investasi jangka pendek dan juga jangka panjang. Meski sama-sama dapat memberikan keuntungan, produk instrumen investasinya tetap berbeda.

Untuk investasi jangka panjang, biasanya memang dipersiapkan untuk masa tua. Sedangkan jangka pendek, buat mereka yang membutuhkan dana di beberapa tahun mendatang.

Buat kamu yang ingin meraup kekayaan dari investasi jangka pendek. Berikut, empat pilihan instrumen investasi yang sudah dirangkum MoneySmart.id:

Baca juga: Instrumen dan Return-nya Berbeda, Ini Bedanya Investasi Jangka Panjang dan Pendek

1. Deposito

Deposito
Deposito

Instrumen investasi jangka pendek pertama yang menguntungkan dan patut dicoba adalah, deposito. Dibandingkan dengan investasi yang lain, deposito hingga saat ini masih sangat populer dan banyak dipilih para investor.

Pasalnya, deposito memiliki risiko yang terbilang kecil. Selain itu, deposito juga dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Itulah yang membuat deposito tetap menjadi primadona banyak orang meski hanya dapat memberikan keuntungan sekitar 4-8 persen.

Karena itu, investasi yang satu ini bisa dijadikan pilihan tepat untuk investasi jangka pendek.

Tapi, hati-hati kalau kamu mengambil dana sebelum jatuh tempo, maka akan dikenakan biaya penalti. Karena itu, pilihlah tenor waktu yang sesuai dengan kemampuanmu.

Baca juga: Rekomendasi Investasi Jangka Panjang, Pendek dan Menengah Menurut Pakar

2. Investasi jangka pendek kedua: tabungan berjangka

investasi tabungan berjangka
investasi tabungan berjangka

Cara kerja deposito itu adalah menyetor sejumlah dana ke bank minimal Rp 5 juta. Untuk sebagian orang, tentu sangat berat.

Nah, buat yang ingin konsisten nabung sekaligus investasi, kamu bisa memilih tabungan berjangka. Jadi, setiap bulan uang kamu dari tabungan utama akan ditarik secara otomatis oleh bank tempat kamu menabung.

Sama halnya dengan deposito, tabungan berjangka juga memiliki jangka waktu dan kalau kamu menarik dana sebelum tenor berakhir. Maka akan dikenakan dipenalti.

Meski begitu, tabungan berjangka tetap banyak dipilih orang khususnya buat mereka yang mengalami kesulitan buat menabung. Karena, mereka akan dipaksa mau gak mau untuk menabung, dan itu bagus banget kan buat manajemen keuanganmu.

Baca juga: Ini Lho 3 Pilihan Investasi yang Dilakukan Sejak Muda Bisa Bikin Kaya Saat Tua

3. P2P Lending

P2P lending
P2P lending

Peer to peer lending atau P2P Lending kini tengah menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dilirik para milenial.

Pasalnya, instrumen investasi yang satu ini terbilang menguntungkan dengan modal yang kecil yaitu bisa dimulai dengan Rp 100 ribu aja. Itulah mengapa P2P Lending merupakan investasi yang cocok buat kamu para pemula, dan ingin investasi jangka pendek.

Nah, situs P2P lending merupakan wadah untuk peminjam dana dan pemberi pinjaman. Jadi, saat kamu memutuskan menjadi pemberi pinjaman, berarti kamu investor.

Untuk return-nya beragam, ada yang berani menjanjikan 30 persen per tahun, tapi ada juga yang hanya berani memberikan return hanya belasan persen. Jadi, semakin besar imbal hasilnya, maka besar juga risikonya dan begitu juga sebaliknya.

4. Reksadana

Reksadana
Reksadana

Sama halnya dengan P2P lending, reksadana juga menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati orang saat ini.

Selain mudah, kamu juga hanya perlu menyiapkan bujet mulai Rp 100 ribu untuk bisa mulai terjun ke investasi yang satu ini.

Gak cuma itu aja, buat para investor pemula juga gak perlu takut dananya bakal hilang entah ke mana. Pasalnya, uang yang kamu alokasikan ke reksadana akan dikelola manajer investor yang memang udah tahu seluk beluk investasi reksadana.

Kamu gak perlu tuh pusing mikirin pergerakan harga saham setiap saham. Kamu hanya perlu duduk manis di rumah dan menunggu uangmu terus bertambah setiap saat. Asyik banget kan?

Itu dia empat instrumen investasi jangka pendek yang menguntungkan dan bisa kamu jadikan pilihan. Jadi, saat dapat bonus atau rezeki nomplok sebaiknya alokasikan ke investasi aja. Daripada uangmu habis gak karuan.

Semoga pembahasan soal jenis investasi jangka pendek yang menguntungkan ini bisa bermanfaat untuk kamu ya. Selamat berinvestasi! (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.