Mau Investasi P2P Lending dan Membantu Ibu-ibu di Desa? Gini Caranya

4 menit
Mau Investasi P2P Lending dan Membantu Ibu-ibu di Desa? Gini Caranya, (Instagram/@amarthaid).

Tertarik dengan investasi P2P lending sambil membantu emak-emak jadi makmur? Amartha mungkin bisa jadi solusinya agar kamu bisa tetap berinvestasi dan membantu sesama.

Tepat pada 30 April 2019, Amartha merilis Sustainable Accountability Report 2018 yang mengungkap fakta-fakta mengejutkan soal platform P2P lending ini.

Fakta-fakta tersebut tentunya bisa membuatmu makin yakin buat memulai berinvestasi di sana. Intinya, bisa berinvestasi sekaligus beramal, keren kan!

Ingin tahu seputar fakta-fakta yang dimaksud? Yuk, simak ulasannya di bawah sini.

Baca juga: Emas Bukan Investasi yang Menguntungkan Kalau 6 Hal Ini Diabaikan

1. Pendapatan perempuan desa mitra Amartha naik

Investasi P2P
Amartha saat ini udah membantu para perempuan di desa buat berwirausaha, (Instagram/@amarthaid).

Sebagai salah satu platform P2P lending di Indonesia, Amartha memang memusatkan fokus buat mendanai perempuan-perempuan yang pengin membuka usaha mikro di desanya.Menurut laporan dari Sustainable Accountability Report 2018, pendapatan perempuan desa mitra Amartha naik dari Rp 4,2 juta perbulan ke Rp 6,7 juta. Gokil juga ya naik 59 persen karena bisnisnya!

Fakta ini tentu menunjukkan bahwa mitra-mitra mereka benar-benar lancar dalam urusan pembayaran. Usaha mereka terbilang sukses dan berkembang sesuai dengan jenis bisnisnya.

Dengan meningkatnya penghasilan perempuan di desa, maka 52 persen dari mitra Amartha bisa menyisihkan uang buat membeli peralatan penunjang usaha. Sebut saja seperti motor atau melakukan renovasi toko. Gak perlu ragu lagi dong ya untuk investasi di situs ini.

Baca juga: Dulunya Buruh Pabrik, 4 Miliarder Dunia Ini Sukses Hasilkan Cuan Triliunan Rupiah

2. Angka kemiskinan mitra Amartha juga ikut menurun

Investasi P2P
Angka kemiskinan mitra Amartha juga ikut menurun, (Instagram/@amarthaid).

Baiklah ini juga jadi salah satu dampak dari meningkatnya penghasilan para mitra Amartha itu sendiri. Menurut laporan tersebut, 63 persen mitra Amartha di tahun 2016, emang masih berada di garis kemiskinan.

Sementara itu di tahun 2018, jumlah mitra yang di bawah garis kemiskinan turun jadi 41 persen! Sinyal ini tentu jadi kabar baik buat mereka yang ingin investasi sambil beramal bukan?

Mungkin selama ini, kita cuma tahu reksadana syariah, sukuk, atau deposito syariah saja yang bisa memudahkan investornya berinvestasi sambil beramal. Nah ternyata, investasi P2P lending di Amartha juga bisa.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Kok Angkanya Terus Naik, Kenapa Bisa Begitu?

3. Ada pembangunan infrastruktur desa

Investasi P2P
Amartha juga banyak membantu dalam infrastruktur desa, (Instagram/@amarthaid).

Lho apa kaitannya pembangunan infrastruktur sama keuntungan investasi di P2P lending ini? Jelas ada kaitannya.

“Dampak dari pembangunan infrastruktur (jalanan di desa) sangat berpengaruh (dalam kaitannya dengan pinjaman mitra Amartha). Tingkat pinjaman mitra kami bisa meningkat sebut saja yang biasanya pinjam Rp 2 juta sekarang berani Rp 3 juta,” ujar Vice President Amartha Aria Widianto, dalam sebuah press conference di Restoran Kembang Goela belum lama ini.

Aria menambahkan, pembangunan infrastruktur di desa justru membuat para perempuan mitra Amartha jadi pede buat berbisnis. Dulu, mungkin mereka masih ragu buat membuka warung dengan modal Rp 2 jutaan, sekarang lain cerita.

4. Para mitra Amartha dilatih wirausaha

Investasi P2P
Para mitra dilatih oleh para ahlinya Amartha, (Instagram/@amarthaid).

Mungkin sebagian besar dari kamu masih ragu dengan kemampuan para perempuan atau emak-emak di desa ini berbisnis. Tenang aja deh, ketika menjadi mitra Amartha, mereka dapat pelatihan wirausaha.

Amartha punya 1.100 pasukan yang tersebar di desa-desa di seluruh Indonesia. Merekalah yang bertugas buat menyalurkan pinjaman dana, sekaligus membina mitranya dalam kewirausahaan.

Pembinaan itu bisa berupa pengadaan seminar dari para pakar, dan lainnya. Canggih kan!

5. Pinjaman yang diajukan oleh mitra Amartha adalah buat berbisnis

Investasi P2P
Pinjaman yang diajukan oleh mitra Amartha adalah untuk bisnis, (Amartha).

Gak usah khawatir, pinjaman yang diajukan oleh mitra Amartha memang dialokasikan buat kepentingan usaha, bukan konsumtif ya!

Itu tandanya kamu membantu mereka buat kegiatan yang sifatnya produktif. Ibarat meminjamkan dana bagi mereka untuk membeli “alat pancingan” bukan “ikan.”

“Hampir seluruhnya untuk keperluan bisnis seperti buka warung, dan lainnya. Kalaupun ada untuk konsumsi itu paling cuma pendidikan atau renovasi, dan itu juga porsinya sangat kecil. Dan mereka yang bisa pinjam dana untuk keperluan ini, hanya yang sudah pernah pinjam ke kami dan lunas,” lanjut Aria.

Bila kamu masih ragu meminjamkan dana ke para mitra, gak usah khawatir Aria menambahkan bahwa di bagian dashboard investor, akan tersedia fitur skoring para mitra. Ada A, B, dan lainnya.

Dan pastinya, investasi ini juga terbilang cukup mudah dalam hal diversifikasi. Sama saja kayak investasi saham.

“Ketika kita memulai investasi (di Amartha), lakukanlah diversifikasi. Misalkan, kita ingin mendanai 10 orang, jangan 10-10nya pedagang tahu, danai juga mitra-mitra yang berbisnis di bidang mebel, bakso, dan lainnya,” tambahnya lagi.

Itulah lima fakta kenapa kamu harus mencoba investasi P2P lending di Amartha. Keuntungannya juga cukup menjanjikan lho, alias di atas 10 persen. Yuk buka akunnya sekarang juga! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.