Hindari Kesalahan-Kesalahan Ini Kalau Pengin Untung dari Reksa Dana

4 menit
Reksa dana (Ilustrasi).

Banyak orang sekarang ini yang melek investasi. Tujuannya udah jelas supaya kekayaan mereka bertambah. Ada beberapa instrumen investasi yang menjadi pilihan mereka dalam menempatkan dana. Mulai dari deposito, emas, saham, hingga investasi reksa dana.

Dari beberapa instrumen investasi tersebut, investasi reksa dana menjadi salah yang cukup banyak dipilih. Salah satu alasan kenapa reksa dana jadi pilihan sebab instrumen yang satu ini dinilai lebih mudah, apalagi pilihan yang disodorkan adalah hasil analisis dari manajer investasi.

Berkat adanya manajer investasi, kita gak usah repot-repot lagi melakukan analisis buat menentukan apakah dengan berinvestasi di saham ini misalnya bakal menguntungkan. Selain itu, modal yang diperlukan gak besar-besar amat buat investasi reksa dana.

Nah, reksa dana sendiri terbagi dalam beberapa jenis lho.

  • Reksa dana pasar uang: reksa dana yang alokasi dana investasinya 100 persen ditempatkan di obligasi, deposito, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Reksa dana pendapatan tetap: reksa dana yang alokasi dana investasinya 80 persen surat utang dan 20 persen pasar uang.
  • Reksa dana campuran: reksa dana yang alokasi dana investasinya saham, surat utang, dana pasar uang.
  • Reksa dana saham: reksa dana yang alokasi dana investasinya ke 80 persen saham dan 20 persen pasar uang.

Selain jenis-jenis reksa dana di atas, ada juga reksa dana ETF. Jenis reksa dana ini sama aja dengan reksa dana saham. Cuma nih bedanya dengan reksa dana saham biasa adalah reksa dana ini diciptakan dengan tujuan memberi hasil yang sama dengan hasil kinerja indeks.

Nah, agar investasi reksa dana bisa sukses dan memberi hasil yang optimal, ada baiknya menghindari beberapa yang bisa bikin kamu rugi. Seperti yang dikutip dari Moneycontrol, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari.

Baca juga: Pilih Tinggal di Apartemen Superblok atau Tunggal? Kenali dulu Untung Ruginya Ini

1. Gak tentukan tujuan yang pengin dicapai dengan berinvestasi reksa dana

Apa itu prospektus dalam investasi reksa dana? (Shutterstock)
Apa itu prospektus dalam investasi reksa dana? (Shutterstock)

Harus jelas dari awal apa tujuan dari investasi reksa dana. Dengan menetapkan tujuan berinvestasi, kamu jadi rutin dan disiplin dalam melakukannya.

Misalnya aja nih kamu berinvestasi dengan tujuan pengin membeli rumah 5 tahun mendatang. Kalau gitu, tiap bulan sisihkan uang kamu 10 – 20 persen dari gaji sebagai dana investasi.

Lakukan hal tersebut secara rutin dan jangan pernah sekali-sekali berhenti. Pokoknya dijamin deh dengan return 15 persen per tahun, kamu bisa membeli rumah 5 tahun mendatang.

2. Gak sabar pengin menikmati hasilnya

Reksadana (Shutterstock).

Gak sedikit para investor yang gak bersabar buat menikmati hasil investasi reksa dana. Begitu dianggapnya udah tinggi harganya, mereka menjualnya buat menikmati return-nya. Padahal, dari data-data yang ada, reksa dana berpotensi cenderung naik.

Sikap seperti inilah yang sebaiknya dihindari kalau pengin investasi reksa dana. Jangan melepas reksa dana setelah lewat setahun kalau kondisinya sangat mendukung buat berkembang lebih besar lagi.

Tahan lebih lama. Kalau pun ada penurunan, hal tersebut gak berlangsung lama. Sebab naik turun harga biasa terjadi. Misalnya aja kamu berinvestasi reksa dana saham. Tahanlah reksa dana tersebut hingga 5 tahun. Selama kondisinya mendukung, dijamin bakal untung besar.

Baca juga: Pengin Sukses Jawab Pertanyaan Saat Wawancara Kerja? Ini Triknya, Mudah Kok!

3. Mengabaikan risiko yang mungkin aja terjadi

Ilustrasi reksa dana pendapatan tetap. (Shutterstock)
Ilustrasi reksa dana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Sekalipun memberi untung, bukan berarti reksa dana gak berisiko. Risiko yang terjadi bisa mendatangkan kerugian. Sebagai contoh reksa dana saham. Kerugian yang dibawa dari reksa dana ini kurang lebih sama dengan investasi saham.

Namun, kerugian yang ditimbulkan reksa dana saham gak sebesar kerugian dari investasi saham. Ada sih investasi reksa dana yang kerugiannya kecil. Misalnya aja reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

Kenapa bisa kerugiannya bisa kecil? Sebab dana investasi reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap dialokasikan ke obligasi, deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang negara.

4. Gak lakukan diversifikasi investasi

Investor pemula harus diversifikasi investasi. (Shutterstock)
Investor pemula harus diversifikasi investasi. (Shutterstock)

Jangan menempatkan dana investasi ke satu jenis reksa dana aja. Sebaiknya, dana investasi dialokasi ke beragam reksa dana atau investasi. Misalnya aja gak cuma alokasi dana ke reksa dana saham, kamu juga alokasikan ke reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.

Bisa juga nin selain ke reksa dana, kamu juga mengalokasikan dana ke deposito. Dengan lakukan diversifikasi, kamu bisa meminimalkan risiko yang mungkin aja terjadi.

Baca juga: 5 Cara Agar Kamu Selalu Bahagia di Kantor, Cukup Terapkan Hal Baik Ini

Nah, itu tadi kesalahan-kesalahan yang sebaiknya dihindari dalam investasi reksa dana. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, kamu bisa maksimalkan untung investasi. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!