Apa Untungnya Investasi Reksa Dana? Ini Fakta-Faktanya yang Banyak Orang Belum Tahu

7 menit
investasi reksa dana
Ilustrasi investasi reksa dana. (Shutterstock)

Cara investasi reksa dana online itu gimana sih? Banyak orang yang berniat memulai investasi reksa dana, tapi belum tahu dari mana mereka harus memulainya.

Padahal, cara berinvestasi reksa dana itu simpel dan gak ribet lho. Apalagi, sekarang berinvestasi reksa dana itu bisa dilakukan secara online. Itu berarti dari rumah pun, siapa aja bisa berinvestasi.

Sekarang ini banyak orang, khususnya generasi milenial, yang lagi giat-giatnya berinvestasi. Mereka yang telah melek secara finansial memahami betapa pentingnya mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai kekayaan mereka agar gak tergerus oleh inflasi.

Berinvestasi juga menjadi salah satu keputusan finansial yang fundamental buat menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Keuangan yang berada dalam kondisi baik-baik aja menjadi tanda kalau manajemen keuangan telah berada di jalur yang benar.

Lebih dari itu, berinvestasi membawa seseorang dalam meraih kemerdekaan finansial. Kondisi ini bisa tercapai saat seseorang memiliki dana yang surplus dan telah memproteksi dananya dari risiko-risiko yang bisa aja membuat dananya habis dalam waktu singkat.

Dengan menyadari itu semua, orang-orang yang telah melek finansial pada akhirnya memutuskan buat berinvestasi. Dari beragamnya instrumen investasi yang ditawarkan, investasi reksa dana menjadi pilihan yang memiliki banyak peminat. 

Sayangnya, belum banyak orang tahu cara investasi reksa dana meskipun investasinya bisa dilakukan secara online. Dalam ulasan kali ini, Moneysmart mau membahas cara investasi reksa dana online yang sebenarnya mudah dan gak bikin pusing. Yuk, disimak ulasannya.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

Apa itu reksa dana?

investasi reksa dana
Ilustrasi reksa dana. (Shutterstock)

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Portofolio efek adalah kumpulan efek yang secara selektif dipilih manajer investasi. Kumpulan efek yang merupakan surat berharga terdiri dari surat berharga komersial, saham, obligasi, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, hingga deposito.

Antara manajer investasi yang satu dan yang lain berbeda-beda dalam mengomposisikan portofolio efek dalam reksa dana. Pembentukan reksa dana tergantung dari jenis reksa dana yang ditawarkan. Lalu, bagaimana cara kerja reksa dana?

Baca juga: Ini Alasan Reksa Dana Pasar Uang Bisa Jadi Alternatif Investasi

Keuntungan investasi reksa dana, apa aja?

investasi reksa dana
Apa aja sih keuntungan simpan dana di reksa dana? (Shutterstock)

Tujuan investasi adalah menghasilkan pendapatan dari dana yang dimiliki. Simpelnya, kamu membeli produk yang gak dikonsumsi sekarang dengan harapan produk tersebut terus berharga nilainya hingga akhirnya di masa depan menciptakan kekayaan buat dirimu.

Begitu pun tujuan reksa dana diciptakan. Reksa dana menjadi pilihan yang boleh diambil siapa aja buat menumbuhkan nilai kekayaan yang dimiliki.

Investor dapat memperoleh keuntungan dari reksa dana lewat tiga cara, yaitu

1. Keuntungan reksa dana berasal dari capital gain

Cara mendapat untungnya, yaitu membeli unit reksa dana sekarang lalu menjualnya saat harganya lebih tinggi dari harga beli. Selisih penjualan tersebut dinamakan capital gain.

2. Keuntungan reksa dana didapat dari dividen saham ataupun bunga obligasi

Karena dalam portofolio efek reksa dana terdapat saham, obligasi, ataupun deposito, pemberian dividen saham ataupun bunga dihitung sebagai keuntungan.

Cara kerja reksa dana, seperti apa?

Lalu, gimana cara kerja reksa dana? Dalam investasi reksa dana, ada beberapa pihak yang terlibat, yaitu perusahaan manajer investasi (asset management), investor, bank kustodian, agen penjual reksa dana, dan OJK.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, reksa dana dibuat sebagai wadah penghimpun dana dari masyarakat. Buat mendapatkan dana tersebut, perusahaan asset management tempat manajer investasi bekerja menawarkan reksa dana mereka kepada agen-agen penjual reksa dana.

Agen penjual reksa dana ini bisa bank atau platform online yang kini banyak bermunculan. Para agen penjual tersebut wajib mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buat menjual reksa dana. Dengan begitu, para investor gak perlu khawatir dengan dana yang diinvestasikan.

Nah, orang-orang yang pengin investasi reksa dana harus menghubungi agen penjual reksa dana. Mereka melakukan transaksi buat mendapatkan reksa dana yang mereka inginkan. 

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Reksa dana yang dijual, dihitung dalam satuan unit penyertaan. Sementara harga unit penyertaan reksa dana disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV).

Misalnya aja Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan Reksa Dana Super Untung sekitar Rp 500. Itu berarti harga satu unit reksa dana Super Untung sama dengan Rp 500. Sebagai gambaran, NAB per unit penyertaan itu mirip-mirip dengan harga per lembar saham.

Saat ini para investor bisa membeli unit reksa dana dengan modal mulai dari Rp 100 ribu. Kalau NAB per unit penyertaan sekitar Rp 500, itu berarti jumlah unit penyertaan yang dimiliki dengan modal Rp 100 ribu sebanyak 200 unit penyertaan.

Dana Rp 100 ribu milik investor tersebut kemudian dicatatkan di rekening dana investor (RDI) yang dibuatkan di bank kustodian. Dana Rp 100 ribu tersebut disimpan bank kustodian untuk nanti diteruskan ke asset management buat dikelola.

Sementara itu, investor berhak atas reksa dana yang telah ia beli. Reksa dana yang dipegang investor ini bisa dikatakan sebagai kontrak kesepakatan dari asset management beserta ketentuan-ketentuannya yang disetujui investor.

Bank Kustodian

Apa itu bank kustodian? Bank kustodian adalah bank yang mewakili pemegang rekening investasi dan menyediakan jasa penitipan efek, penerimaan dividen, bunga, dan transaksi efek. 

Setiap transaksi yang dilakukan investor bakal dicatat bank kustodian. Begitu juga dengan keuntungan yang didapat investor, juga dicatatkan bank kustodian dan dimasukkan ke rekening dana investor (RDI).

Keberadaan bank kustodian diawasi OJK. Biasanya bank kustodian di Indonesia merupakan bank-bank umum, seperti Bank BCA, Mandiri, CIMB Niaga, Permata, hingga BRI.

Para investor reksa dana bisa memantau perkembangan NAB per unit penyertaan reksa dana yang mereka punya di platform yang disediakan agen penjualan atau asset management. Dari situ, investor bisa memutuskan apakah waktunya menjual karena harganya udah tinggi atau membeli buat menambah unit penyertaan reksa dana.

Jenis-jenis reksa dana yang dapat diinvestasikan

investasi reksa dana
Apa aja jenis reksa dana yang ada? (Shutterstock)

Sebelum berinvestasi reksa dana, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis reksa dana yang diperjualbelikan. Setiap jenis digolongkan menurut komposisi portofolio efeknya. Nah, apa aja jenis-jenisnya? Berikut ini daftarnya.

1. Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang terdiri dari efek jangka pendek minim risiko dengan 100 persen komposisinya berupa deposito, obligasi negara, dan obligasi swasta. Walaupun minim risiko, tingkat imbal hasil (return) reksa dana ini terbilang kecil.

2. Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang 80 persen atau lebih komposisinya berupa obligasi negara, sedangkan sisanya berupa obligasi perusahaan dan pasar uang (deposito).

3. Reksa dana saham

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang minimal 80 persen komposisinya berupa saham, sedangkan sisanya bisa berupa obligasi ataupun pasar uang. Jenis reksa dana ini bisa memberi imbal hasil yang besar, tapi mengandung risiko yang juga besar.

4. Reksa dana campuran

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang komposisi efeknya terdiri dari saham, obligasi, dan pasar uang. Besarnya persentase yang ada dalam komposisi reksa dana campuran bisa berbeda-beda, tergantung dari keputusan manajer investasi.

5. Reksa dana indeks dan ETF

Reksa dana indeks dan ETF adalah jenis reksa dana yang mengacu pada indeks saham semisal IDX 30, Indeks MSCI, hingga indeks LQ 45. Itu berarti naik turunnya pergerakan indeks bakal memengaruhi naik turun gerak harga reksa dana indeks dan ETF.

Kelebihan dan kekurangan investasi reksa dana

investasi reksa dana
Ada kekurangan dan kelebihannya ya ternyata. Apa aja? (Shutterstock)

Dibandingkan instrumen investasi lainnya, ada beberapa kelebihan dari investasi reksa dana. Apa aja kelebihan-kelebihannya?

  • Portofolio efek di reksa dana dibuat para manajer investasi yang berpengalaman dan profesional.
  • Likuiditas reksa dana terbilang tinggi yang berarti mudah dibeli dan mudah pula dijual.
  • Penempatan dana di reksa dana gak cuma di satu efek, tapi di banyak efek sehingga minim risiko.
  • Keberadaan reksa dana diatur dan diawasi OJK.
  • Penyampaian informasi reksa dana yang transparan dan bisa dilihat di prospectus dan fundfactsheet.
  • Biaya rendah.
  • Gak dimasukkan sebagai objek pajak.

Di sisi lain reksa dana juga memiliki kekurangan. Apa aja kekurangannya?

  • Sama seperti saham, pembelian atau penjualan reksa dana dikenakan biaya, yaitu biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee) dan biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee).
  • Keuntungan yang diperoleh dari reksa dana gak sebesar investasi saham walaupun ada reksa dana saham di dalamnya.
  • Pergerakan harga cenderung lambat atau bisa turun tergantung jenis reksa dananya.

Gimana cara investasi reksa dana secara online? Berikut ini langkah-langkahnya

investasi reksa dana
Gimana cara investasi secara online? (Shutterstock)

Kini investasi reksa dana makin mudah sejak munculnya platform online yang dikhususkan sebagai marketplace reksa dana. Di platform tersebut para investor bisa melakukan jual beli reksa dana. Berikut ini cara-cara investasi reksa dana online.

1. Pilih platform investasi reksa dana online

Sejauh ini cukup banyak platform jual beli reksa dana online yang tercatat di OJK. Daftar platform tersebut bisa ditemukan di website resmi OJK.

Tinggal ditelusuri satu per satu atau cari tahu informasinya dari orang-orang yang telah menggunakan layanan dari platform tersebut. Biasanya, informasi berdasarkan pengalaman orang lebih membantu buat menemukan platform yang tepat.

2. Registrasikan diri buat memiliki akun, single investor identification (SID), dan rekening dana investasi (RDI)

Umumnya hampir semua platform menawarkan pendaftaran sekaligus. Dengan kata lain, investor gak cuma mendaftar buat memiliki akun di platform, tapi juga memiliki single investor identification (SID) dan rekening dana investasi (RDI).

Nomor tunggal identitas pemodal atau single investor identification (SID) adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai identitas dari investor. Sementara rekening dana investasi (RDI) berguna sebagai rekening tempat investor menempatkan dananya buat membeli reksa dana, saham, ataupun obligasi.

Tiap-tiap platform punya prosedur yang berbeda-beda. Ada yang prosedurnya total dilakukan secara online, ada juga yang meminta pengiriman formulir pembukaan rekening yang telah diberi materai dan dibubuhkan tanda tangan.

3. Setelah memiliki akun, SID, dan RDI, lakukan deposit awal buat memulai investasi

Investasi reksa dana gak bisa dilakukan sebelum ada konfirmasi yang menyatakan SID dan RDI milikmu telah selesai dibuatkan. Biasanya konfirmasi tersebut diinformasikan melalui email yang dikirimkan platform marketplace reksa dana.

Begitu menerima email konfirmasi, kamu diminta melakukan deposit awal atau mengirimkan sejumlah dana ke rekening dana investasi agar bisa membeli unit reksa dana. Dana di RDI juga bisa dipindahkan ke rekening tabungan kapan aja kalau kamu membutuhkan dananya.

4. Temukan reksa dana yang pengin dibeli di daftar reksa dana

Setiap platform marketplace menyediakan daftar reksa dana yang diperjualbelikan. Mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran, hingga indeks dan ETF.

Pembelian reksa dana dilakukan dengan melihat beberapa kriteria, yaitu jenis, pergerakan NAB atau NAV selama 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, hingga 10 tahun. 

Ada juga penilaian yang diberikan platform berdasarkan imbal hasil (return) dan risiko (risk). Enaknya lagi nih beberapa platform diketahui menyediakan screener buat memilih reksa dana menurut kriteria si investor. Entah kriterianya berdasarkan NAV atau dana kelolaan (AUM).

Setelah menemukan reksa dana yang sesuai kriteria, kamu bisa melakukan pembelian dengan memilih unit reksa dana tersebut. Lalu pilih tombol Beli dan isi jumlah unit penyertaan yang mau dibeli. Konfirmasi pembelian ketika muncul notifikasi dan lakukan transfer dana investasi.

5. Pantau perkembangan NAB reksa dana

Kinerja reksa dana perlu dipantau perkembangannya secara berkala. Entah itu 1 bulan, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, hingga 10 tahun. Atau bisa juga dipantau secara Year to Date (YTD).

Setiap baik atau buruknya kinerja reksa dana menjadi pertimbanganmu dalam mengambil keputusan buat melakukan pembelian lagi atau menjual. Semua data mengenai reksa dana yang kamu beli bisa dilihat di fund factsheet yang tersedia.

Nah, itu tadi informasi seputar investasi reksa dana yang penting diketahui buat mereka yang pengin berinvestasi. Informasi di atas cuma sebatas pengenalan. 

Buat lebih jauh memahami tentang reksa dana, kamu bisa mengetahui langsung dari buku, seminar, diskusi, ataupun pengalaman orang-orang. Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!