Modal Kecil Untung Gede! Gini Cara Pilih Reksa Dana yang Cocok buat Pemula

5 menit
investasi reksa dana
Investasi reksa dana. (Shutterstock)

Investasi reksa dana kini memang tengah populer dan banyak dilirik masyarakat sebagai salah satu cara untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Kenapa demikian?

Ya, soalnya instrumen investasi yang satu ini terbilang minim risiko dengan return yang tak perlu diragukan lagi alias bisa memberikan keuntungan yang besar. Bahkan, hanya dengan bermodalkan uang ratusan ribu rupiah, kamu bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Nah, buat kamu yang belum tahu apa itu investasi reksa dana tapi sangat tertarik ingin menggelontorkan uang ke jenis investasi ini, MoneySmart.id ingin membahas tuntas tentang investasi reksa dana. Bahasan dimulai dari cara kerja hingga memilih jenis reksa dana apa yang cocok buat kamu, khususnya untuk para pemula. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Mau Raup Uang dari Reksa Dana? Ketahui Dulu 4 Jenis dan Cara Kerjanya di Sini

Apa itu investasi reksa dana?

investasi reksa dana
Ilustrasi reksa dana. (Shutterstock)

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, seperti yang dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana merupakan salah satu wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana.

Nah, dana tersebut lantas akan dikelola sebagai bentuk investasi oleh manajer investasi ke dalam portfolio efek yang di antaranya meliputi kumpulan surat berharga, seperti saham, obligasi, deposito dan lain sebagainya.

Kelebihan yang dimiliki oleh reksa dana adalah memungkinkan adanya diversifikasi investasi. Artinya, investasi yang dilakukan akan dipecah ke dalam beberapa instrumen.

Misalnya saja seperti pada reksa dana saham. Uang yang diberikan investor akan ditanamkan ke beberapa perusahaan oleh manajer investasi. Jadi, bukan hanya ke satu perusahaan saja.

Dengan begitu, jika nilai saham di satu perusahaan sedang turun, maka uang kamu gak akan ludes gitu aja. Karena, mungkin saja di saat yang bersamaan, nilai saham di perusahaan lainnya justru sedang naik. Jadi, risiko investasinya akan lebih minim.

Baca juga: 8 Tempat Beli Reksa Dana Modal Rp 100 Ribu Rupiah buat Mulai Investasi

Cara kerja investasi reksa dana

investasi reksa dana
Ilustrasi reksa dana. (Shutterstock)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau risiko investasi reksa dana itu jauh lebih kecil dibanding investasi langsung.

Tapi bukan itu aja yang bikin instrumen investasi ini menjadi populer lho. Pasalnya, reksa dana itu dikenal lebih mudah diakses oleh masyarakat. Selain itu, return atau imbal baliknya juga terbilang besar.

Kamu bisa langsung membeli reksa dana di lembaga pengelola dan penerbit produk reksa dana atau yang lebih dikenal dengan manajer investasi.

Namun, jangan asal membeli aja. Kamu perlu mencari tahu terlebih dahulu bagaimana performa manajer investasi itu. Gimana caranya? Kamu bisa cek di website resmi Bareksa.

Setelah sudah menemukan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhanmu, kamu bisa langsung menghubungi pihak manajer investasi dan tinggal duduk manis di rumah. Biarkan manajer investasi yang mengelola dana investasimu dan kamu hanya perlu menunggu uangmu terus beranak pinak.

Agar konsisten dan bisa mendapatkan untung yang maksimal, sebaiknya kamu menggunakan reksa dana autodebet. Jadi, setiap bulan uangmu akan ditarik otomatis untuk dialihkan ke rekening reksa dana milikmu. Enak kan, jadi gak perlu repot top up manual setiap bulan.

Baca juga: Buat Pemula, Ini Panduan Investasi Saham dari Ahlinya

Alasan memilih investasi reksa dana

investasi reksa dana
Ilustrasi reksa dana. (Shutterstock)

Selain beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari investasi reksa dana seperti yang sudah disebutkan di atas. Kamu juga bisa terjun ke instrumen investasi yang satu ini dengan modal yang minim.

Jadi, buang tuh jauh-jauh pikiran kamu yang masih beranggapan bahwa investasi itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berduit aja. Sebab, kini dengan modal Rp 100 ribu, kamu udah bisa memiliki investasi. Salah satunya ya, reksa dana.

Gak cuma itu aja, kamu yang masih baru mulai berinvestasi bisa lebih tenang karena dana yang kamu gelontorkan itu dikelola oleh manajer investasi. Oleh karena itu, tentu saja instrumen investasi yang satu ini sangat cocok ditujukan buat kamu yang masih awam di dunia investasi.

Jadi, buat kamu para pemula yang ingin mulai investasi tapi terlalu takut untuk terjun ke investasi saham, reksa dana bisa jadi pilihan yang tepat.

Investasi Reksa Dana vs Emas

Secara garis besar, investasi reksa dana dan investasi emas itu sama-sama dapat memberikan keuntungan dalam beberapa tahun mendatang alias jangka panjang. Jangka panjang di sini yaitu di atas lima tahun.

Selain itu, kedua instrumen investasi ini juga minim risiko. Soal return atau keuntungan juga akan bergantung pada seberapa banyak dan seberapa konsisten kamu meletakkan dana ke reksa dana atau untuk membeli emas. Semakin besar porsi yang kamu gelontorkan dan semakin konsisten penyetorannya, maka semakin besar pula untung yang bisa kamu kantongi.

Akan tetapi, kamu juga harus mengetahui plus minus dari kedua jenis investasi ini. Seperti yang diketahui kalau investasi emas itu memang sudah dikenal lama dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk investasi ketimbang reksa dana.

Namun, jika menelisik lebih dalam. Investasi reksa dana itu bisa menghasilkan keuntungan  yang jauh lebih besar lho dibanding emas. Karena imbal balik yang kamu dapatkan di atas rata-rata investasi emas.

Selain itu, harga emas itu cenderung fluktuatif sehingga tak dapat menghasilkan keuntungan yang terlalu besar.

Mengenal jenis investasi reksa dana

Investasi reksa dana itu terbagi menjadi empat yaitu reksa dana saham, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap.

Masing-masing reksa dana itu menawarkan keuntungan dan cara kerja yang berbeda-beda. Karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk menggelontorkan uang ke salah satu jenis reksa dana, ada baiknya kamu mengetahui lebih detail tentang masing-masing jenis reksa dana tersebut. Apa saja? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  • Reksa dana saham

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang dananya akan dialihkan ke saham. Namun, risikonya tentu lebih rendah dibanding investasi saham langsung.

Meski begitu, jika bicara soal return udah gak perlu diragukan lagi. Karena, instrumen yang satu ini dikenal bisa kasih untung gede, namun dengan risiko yang lebih tinggi ketimbang jenis reksa dana lainnya.

Jadi, bisa dibilang, sekalinya turun bisa mencapai puluhan persen dalam hitungan hari. Tapi, sekalinya untung, uangmu bisa menjadi banyak, bahkan berlipat-lipat ganda.

  • Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang mayoritas dananya akan dialihkan ke deposito dan surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun.

Karena itu, risiko reksa dana pasar uang itu lebih kecil dibanding dengan yang lainnya. Lalu, bagaimana dengan return-nya?

Meski gak sebesar reksa dana saham, tapi keuntungannya masih lebih besar dari deposito yang bunganya tidak terlalu menggiurkan.

  • Reksa dana campuran

Reksa dana campuran umumnya akan mengalokasikan dana ke beberapa sektor seperti saham, obligasi dan sisanya di pasar uang.

Selain reksa dana saham, instrumen reksa dana yang satu ini termasuk salah satu investasi yang banyak dilirik orang karena dapat memberikan return yang tinggi.

Meski begitu, risikonya terbilang menengah alias lebih rendah ketimbang saham tapi lebih tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap.

Selain itu reksa dana campuran juga sangat cocok buat para investor yang ingin meraup keuntungan di pasar saham tapi gak mau kehilangan momentum di obligasi. Jenis reksa dana ini sangat direkomendasikan untuk jangka waktu menengah hingga panjang.

  • Reksa dana pendapatan tetap

Sama halnya dengan reksa dana yang lainnya, tapi kalau reksa dana pendapatan tetap itu mayoritas dananya akan dialihkan ke obligasi milik pemerintah dan swasta.

Nah, sisanya kemudian dialokasikan ke instrumen pasar uang yang memang pergerakannya relatif lebih stabil. Selain itu, reksadana pendapatan tetap saat ini terbilang jenis investasi yang sangat menjanjikan, terutama saat suku bunga deposito menurun.

Pasalnya, bunga yang dapat diperoleh bisa mencapai di atas 10 persen dalam waktu setahun. Risikonya juga terbilang cukup kecil.

Karena itulah, kini banyak sekali orang yang sudah mulai beralih untuk mengalokasikan kekayaannya ke reksa dana pendapatan tetap ketimbang deposito.

Selain itu, kamu juga bisa menarik uangmu kapan aja, beda dengan deposito yang baru bisa ditarik jika sudah jatuh tempo. Kalau dana ditarik sebelum jatuh tempo, kamu harus siap kena penalti.

Gimana, sekarang udah tahu kan seluk beluk tentang reksa dana? Mulai dari pengertian hingga bagaimana menentukan jenis reksa dana yang cocok buat kamu. Udah tertarik untuk menggelontorkan uang ke instrumen investasi yang satu ini? (Editor: Ruben Setiawan)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.