Gaji Masih UMR Bisa Kaya Raya dengan Ikuti 7 Tips Investasi Saham Ini

4 menit
Investasi saham untuk pemilik gaji UMR
Investasi saham untuk pemilik gaji UMR (Shutterstock)

Investasi saham dikenal sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan keuntungan besar, tapi dengan risiko yang besar pula. Istilahnya, high return-high risk.

Faktor itulah yang membuat banyak orang masih ragu untuk terjun ke produk investasi yang satu ini. Pasalnya, kamu dituntut harus memahami betul cara kerja investasi saham jika ingin maksimal mendapatkan return.

Tapi, bukan berarti orang awan alias pemula gak diizinkan berinvestasi saham. Kamu bisa memulai dengan membeli saham-saham bluechip yang memang dikenal lebih stabil dan likuid. Jadi, risiko kerugiannya pun lebih kecil.

Selain beralasan karena risikonya besar, gak sedikit orang masih beranggapan investasi saham butuh modal besar.

Pandangan itu hanya berlaku untuk zaman dulu. Kalau sekarang, kamu udah bisa investasi saham hanya bermodalkan ratusan ribu rupiah kok.

Jadi, hilangkan mindset saham hanya dikhususkan untuk orang-orang yang berduit. Kamu yang bergaji UMR pun bisa memiliki saham.

Gak percaya? Untuk mengetahuinya, kamu bisa mengikuti tips investasi saham menurut pakar bagi mereka yang bergaji UMR.

Tapi, sebelumnya, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu berapa bujet yang harus dikeluarkan untuk berinvestasi. Jangan sampai karena tergiur keuntungan, kamu malah mengesampingkan pengeluaran pokok, yaitu:

  1. Harus memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Nah, biasanya kebutuhan tersebut memakan hampir 50 persen penghasilanmu. Seperti yang diketahui, gaji UMR Jakarta 2019 adalah Rp 3,9 juta. Berarti, pengeluaran untuk kebutuhan pokok kamu selama satu bulan yaitu Rp 1.950.000.
  1. Memenuhi semua pos pengeluaran, seperti utang, asuransi dan tabungan, yaitu sebesar 30 persen dari pendapatan. Nah, 30 persen dari Rp 3,9 juta adalah Rp 1.170.000.
  2. Investasi sebesar 10 persen, yakni Rp 390 ribu.

Jika ditotal, maka pengeluaranmu setiap bulan yaitu sebesar Rp 3.510.000. Berarti sisa uang yang kamu miliki yakni Rp 390 ribu. Nah, sisa uang itu bisa kamu gunakan untuk memenuhi gaya hidupmu.

Tapi, alangkah baiknya kamu menekan bujet gaya hidup dan mengalokasikan beberapa persennya untuk investasi.

Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Gak masalah kalau saat ini kamu menahan semua keinginan bersenang-senang demi masa depan yang lebih baik, bukan?

Anggaplah, kamu mengalokasikan uang Rp 500 ribu untuk investasi dan Rp 280 ribu untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupmu.

Setelah mendapatkan bujet setiap bulan untuk berinvestasi. Kamu bisa menerapkan tujuh tips investasi saham menurut Personal Finance Advisor, Ayyi Achmad Hidayah agar berjalan lancar dan mendulang banyak keuntungan:

1. Mengetahui profil risiko

Investasi saham
Investasi saham

Sebelum memutuskan membeli saham di sektor apa, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu profil risikomu.

Maksudnya di sini, kamu termasuk orang yang nekat atau hati-hati dan seberapa besar batasan risiko yang bisa kamu terima.

Baca juga: High Return-High Risk! Ikuti 5 Trik Ini untuk Menekan Kerugian Investasi Saham

2. Memilih sekuritas yang tepat

Memilih sekuritas yang tepat
Memilih sekuritas yang tepat

Setelah mengetahui profil risiko diri sendiri, hal lainnya yang bisa dilakukan ialah memilih sekuritas yang tepat. Salah satunya, harus yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kamu bisa mengecek langsung di situs resmi OJK. Tujuannya ya agar gak terjebak di investasi bodong,” imbuh Ayyi.

Investasi bodong memang tengah marak terjadi di Indonesia. Karena itu, sebaiknya kamu main aman dengan menggelontorkan uang di sekuritas yang sudah dijamin keamanannya.

Baca juga: Investasi Saham dan Obligasi di 2019, Untung atau Rugi?

3. Memilih saham blue chip atau unggulan

Memilih saham bluechip
Memilih saham bluechip

Langkah lebih lanjut yang disarankan Ayyi ialah, memilih saham blue chip atau BUMN.

“Karena dananya yang minim, sebaiknya pilih saham blue chip atau BUMN, karena pergerakannya lebih stabil dan juga likuid, sehingga risikonya pun lebih kecil,” ujar Ayyi.

4. Jangan membeli saham terlalu banyak

Jangan terlalu banyak membeli saham
Jangan terlalu banyak membeli saham

Sama halnya dengan poin di atas. Karena dana yang kamu miliki cukup terbatas, sebaiknya jangan membeli saham yang terlalu banyak.

“Sebaiknya beli saham satu atau dua saja, tapi pilih yang benar-benar sahamnya itu unggulan. Sehingga return yang diperoleh pun akan besar,” ungkapnya.

5. Harus konsisten

Konsisten
Konsisten

Salah satu godaan investasi adalah, sering tergoda “absen” top up dana per bulan alias konsisten.

Jadi, kamu diwajibkan konsisten top up dana investasi setiap bulan sesuai dengan dana yang sudah ditetapkan. Tujuannya adalah, agar tujuan investasimu tercapai.

6. Memilih investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang
Investasi jangka panjang

Lebih lanjut, pria yang pernah bekerja di sekuritas salah satu bank BUMN itu menjelaskan, jika ingin maksimal mendapatkan imbal hasil, kamu disarankan memilih investasi jangka panjang yaitu di atas lima tahun.

7. Harus di-review secara berkala

Review secara berkala
Review secara berkala

Tips selanjutnya adalah, rutin melakukan review. Jadi, kamu harus memantau pergerakan investasimu secara berkala, yaitu minimal satu bulan sekali.

“Tujuannya untuk mengetahui potensi keuntungan yang kamu peroleh. Kalau hasilnya bagus, kamu bisa melanjutkan. Tapi jika sebaliknya, kamu bisa melakukan switch ke saham lainnya,” tandasnya.

Itulah tips investasi saham untuk kamu yang bergaji UMR. Jika konsisten dan sabar,  kamu bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang sangat menggiurkan lho.

Gak percaya? Yuk, kita hitung-hitung ya:

Investasi setiap bulan Rp 500 ribu. Berarti dalam satu tahun, dana investasimu sebesar Rp 6 juta.

Ayyi menuturkan, kalau return yang kamu peroleh di kisaran 18 hingga 20 persen. Anggaplah, mendapatkan return maksimal yaitu 20 persen.

Berarti, dalam satu tahun mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1,2 juta. Itu baru satu tahun lho, apalagi kalau di atas lima tahun dengan jumlah dana yang semakin banyak.

Kebayang gak berapa pundi-pundi rupiah yang akan kamu dapatkan hanya bermodalkan uang Rp 500 ribu setiap bulan? So, masih ragu berinvestasi? (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!