Biar Dapat Untung Maksimal, Ini Jenis Investasi yang Tepat dari Usia 20 hingga 50 Tahun!

4 menit
Investasi buat usia 20-50 tahun. (Shutterstock)
Investasi buat usia 20-50 tahun. (Shutterstock)

Kini udah banyak banget jenis investasi yang dipilih orang untuk meraup pundi-pundi rupiah. Pilihannya pun beragam, bahkan bisa dengan modal yang sangat kecil dan cara kerja yang gampang banget.

Selain meraup keuntungan, berinvestasi juga berguna untuk mengamankan keuangan kita di masa depan. Yang berhasil sudah banyak, contohnya yang sudah besar ya Warren Buffett, pria yang jadi miliarder berkat berinvestasi saham.

Seperti diketahui, Warren Buffett berada di peringkat ke-3 orang terkaya di dunia versi Forbes dengan total kekayaan mencapai US$ 83,3 miliar. Kalau dirupiahkan jadi sekitar Rp 1,176 triliun. Luar biasa banget, kan?

Belum lagi dengan berbagai kisah orang yang bisa punya uang banyak karena kesuksesannya mengalihkan pundi-pundi rupiahnya ke investasi saham. Bahkan Ayyi Achmad Hidayah selaku Personal Finance Advisor, menuturkan kalau return atau keuntungan yang kamu dapatkan dengan berinvestasi saham itu di kisaran 18 hingga 20 persen per tahunnya.

Memang sih, itu kalau di saham. Tapi, pada dasarnya semua investasi pasti bakal memberikan imbal hasil yang menguntungkan. Bedanya hanya di persentase imbal hasil dan risikonya. Jadi, semakin besar uang yang kamu gelontorkan serta semakin lama waktu yang kamu pilih, maka semakin besar pula uang yang dapat kamu kantongi.

Ditambah lagi kini kamu bisa mulai investasi dengan modal yang sangat minim. Contohnya saja, reksadana yang bisa dimulai dengan uang Rp 100 ribu. Meski begitu, investasi juga dikenal dengan risikonya. Ya, semakin tinggi return yang kamu dapatkan, semakin besar pula risiko yang harus kamu tanggung.

Karena itu, penting bagi kamu mempelajari terlebih dahulu cara kerja instrumen investasi yang akan kamu pilih. Tujuannya agar bisa mendapat untung yang maksimal dan gak bangkrut juga tentunya.

Selain itu, instrumen investasi itu juga berbeda-beda lho di setiap usianya. Berikut adalah pilihan produk investasi yang tepat dari usia 20 hingga 50 tahun ke atas. Yuk, simak!

Baca juga: Gaji Masih di Bawah UMR Jakarta tapi Mau Investasi Saham? Begini Caranya

Usia 20 tahun, mau investasi apa?

investasi
Gimana supaya uangmu berkembang kalau kamu berusia 20 tahun? (Pexels)

Buat kamu yang masih berusia 20 tahun, inilah waktu yang tepat untuk segera terjun, jika ingin hidup enak di masa tua nanti.

Namun, di usia 20 tahun yang tergolong masih sangat muda, gak sedikit mereka yang masih doyan senang-senang, seperti belanja, kulineran atau jalan-jalan.

Padahal jika ingin jadi miliarder, kamu harus segera memulai investasi sedini mungkin lho. Bukannya gak boleh senang-senang, tapi tetap sisihkan uangmu untuk tujuan ini juga ya.

Karena penghasilannya belum besar atau mungkin masih kuliah, kamu bisa memilih instrumen reksadana dengan modal Rp 100 ribu. Biar konsisten, sebaiknya kamu mengikuti fasilitas reksadana autodebet. Gak masalah nominalnya kecil tapi nanti lama-lama kan jadi bukit.

Kamu juga bisa membuka Tabungan Emas Pegadaian. Modalnya bahkan gak sampai Rp 20 ribu kok.

Baca juga: Uang Rp 20 Juta Buat Liburan ke Dubai? Mending Alihkan ke 4 Investasi Ini Biar Makin Tajir

Usia 30 tahun

investasi
Usia makin matang, bagaimana strateginya? (Shutterstock)

Memasuki usia 30 tahun, gak sedikit orang yang semakin memutar otak untuk dapat menghasilkan banyak uang. Investasi pun menjadi salah satu pilihan. Ditambah lagi, di usia 30 tahun kebanyakan mereka sudah memiliki penghasilan yang cukup.

Di usia 30, seseorang sedang produktif-produktifnya kerja. Karena itu, kamu bisa lebih berani menggelontorkan uangmu di berbagai jenis, mulai dari reksadana hingga membeli saham langsung.

Kamu bisa memilih jenis saham blue chip yang memang dikenal lebih stabil dan likuid. Jadi, risiko kerugian yang kamu tanggung juga lebih kecil.

Selain itu, kamu juga bisa terjun ke bidang properti lho lewat skema crowdfunding yaitu dengan cara pengumpulan dana kolektif alias patungan. Dengan cara ini, kamu gak perlu membeli properti secara utuh. Istilahnya seperti pemegang saham gitulah.

Baca juga: Investasi dalam Bentuk Berlian Menguntungkan atau Gak, Ini Penjelasannya

Usia 40 tahun

investasi
Kalau sudah 40 tahun, bagaimana sebaiknya? (Shutterstock)

Memasuki usia yang sudah matang yaitu 40 tahun, pemasukan dan pengeluaran bisa dibilang sama-sama besar. Misalnya aja, biaya sekolah anak, cicilan rumah atau kendaraan dan lainnya. Belum lagi memikirkan dana pensiun yang seharusnya sudah dipersiapkan sejak muda.

Meski begitu, kamu tetap harus mengalokasikan pundi-pundi rupiahmu ke investasi lho. Selain agar masa tua terjamin, pendidikan dan masa depan anak-anakmu pun juga aman.

Kamu bisa memilih instrumen reksadana, obligasi, saham maupun properti. Buat kamu yang masih takut dengan risiko yang akan ditanggung atau kekurangan modal. Kamu bisa menggelontorkan uang di beberapa jenis reksadana.

Enaknya dari reksadana itu, kamu gak perlu pusing mikirin pergerakan pasar modal. Pasalnya, uang yang kamu alokasikan akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang memang sudah ahli di bidangnya. Kamu tinggal menunggu uangmu terus bertambah.

Usia di atas 50 tahun

investasi
Meski udah 50 tahun, bukan berarti berhenti lho. (Shutterstock)

Seiring bertambahnya usia, maka pengeluaran pun akan semakin besar. Ditambah lagi kamu juga udah tidak produktif bekerja. Enaknya sih menikmati masa tua dengan santai di rumah, berlibur hingga melakukan hobi yang selama ini tertunda karena sibuk mengais rezeki.

Nah, biar hal menyenangkan itu bisa terwujud, salah satu hal yang harus kamu lakukan adalah inves sejak muda. Namun, bukan berarti memasuki usia 50 tahun kamu berhenti lho.

Meski tidak seagresif saat muda, investasi tetap kudu dilakukan. Sebab, jika uang tidak dikelola dengan baik, berapa banyak pun uang yang kamu miliki, ya bakal habis-habis juga.

Instrumen seperti reksadana maupun deposito bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu lho. Walau return yang ditawarkan tidak sebesar saham, tapi risikonya juga lebih rendah.

Jangan nekat menggelontorkan seluruh uang dana pensiun kamu ke saham. Kalau merugi, yang ada bukannya hidup enak, malah stres dan ujung-ujungnya harus kerja keras lagi untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari. Duh, jangan sampai deh. Karena itu, pilihlah yang aman dengan risiko yang rendah.

Nah, itu dia jenis investasi yang tepat dari usia 20 hingga 50 tahun ke atas. Jadi, jangan sampai salah memilih instrumen ya.

Jangan lupa juga untuk mengetahui cara kerja jenis investasi yang akan kamu pilih terlebih dahulu biar dapat untung maksimal sehingga tujuan investasimu dapat tercapai. Semoga bermanfaat! (Editor: Ruben Setiawan)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan