Investasi Syariah, Ini 5 Pilihan Produknya yang Disetujui MUI

4 menit

Buat yang pengin menjalankan syariat Islam, memilih investasi yang sesuai kadang jadi kendala tersendiri. Padahal sebenarnya kalau kamu mau sediakan waktu buat riset, cukup banyak investasi syariah yang bisa kamu pilih.

Dalam Islam sendiri, investasi tentu gak salah. Malah kamu dianjurkan buat berinvestasi agar masa depan terjamin.

Yang jadi pembeda antara investasi syariah ini dengan investasi konvensional terletak pada metode pembagian keuntungan atau bagi hasil.

[Baca: Praktisnya Cacah Penghasilan Lewat Investasi Syariah Online]

Investasi konvensional biasanya menerapkan bunga yang diatur oleh sepihak, yaitu biasanya pihak perusahaan. Sementara itu, investasi dengan konsep syariah menerapkan metode bagi hasil atau nisbah. Dengan begitu, baik perusahaan maupun nasabah udah saling mengerti bahwa mereka sama-sama menanggung risiko.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih sebuah produk investasi berlabel syariah:

  • Gak menggunakan praktik riba, melainkan bagi hasil dari profit hasil pengelolaan uang nasabah.
  • Menggunakan sistem terbuka, kamu bisa lihat gimana cara pengelolaan dana yang udah kamu tanamkan.
  • Bisnis yang dijalankan buat mengelola dana bebas dari unsur-unsur haram, seperti perdagangan produk yang gak mengandung babi, alkohol, atau penipuan.

Berkaca dari poin-poin di atas, kamu bisa tentukan pilihan investasi yang cocok namun tetap aman secara agama buat kamu.

Nah, apa aja sih produk investasi syariah yang sesuai fatwa MUI? Yuk, simak lima pilihan berikut.

1. Investasi berbentuk properti

Investasi syariah
Coba investasi properti dulu. (majalahkartini)

Kalau mau gampang, menghasilkan, dan sesuai pula dengan syariat Islam, investasi dalam bentuk properti sangat dianjurkan.

Investasi ini gak butuh pertimbangan yang ribet dengan segala perhitungannya. Yang kamu lakukan cukup membeli properti yang sesuai kemampuan kamu.

Selanjutnya, kamu bisa memperoleh keuntungan di tahun-tahun mendatang saat harga properti emang bakal hampir pasti naik. Cara lainnya, kamu bisa sewakan properti tersebut pada orang lain.

Investasinya jelas, gak ada riba, dan gampang pula!

Nah, yang penting proses pembelian properti tersebut gak melibatkan sistem bunga. Maka dari itu, kamu bisa beli properti dengan cara tunai dibandingkan kredit.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengambil KPR berbasis syariah Metodenya menggunakan sistem margin, bukan bunga. Jadi, dari awal, pihak bank syariah udah menetapkan persentase margin yang  harus kamu bayarkan, dan itu bersifat tetap hingga akhir cicilan.

2. Investasi emas

investasi syariah terbaik
Investasi emas gak ada matinya (tribunnews)

Nah, ini dia investasi yang paling dianjurkan oleh syariat Islam. Investasi emas lebih stabil karena harganya yang selalu naik secara progresif dari tahun ke tahun.

Buat berinvestasi emas, kamu pun gak memerlukan metode neko-neko. Cukup mulai tabungan emas dengan cara membelinya di gerai resmi seperti Antam dan Pegadaian.

Gimana kalau kamu melakukan kredit emas karena modal gak cukup?

[Baca: Ini Lho Keuntungan Investasi Emas Batangan, Yuk Dicoba!]

MUI udah mengeluarkan fatwa soal jual-beli emas secara gak tunai, kok. Pihak MUI memutuskan jual-beli emas secara kredit termasuk dalam perbuatan mubah atau dibolehkan. Akan tetapi, ada syarat dan ketentuan yang mengikutinya, yaitu:

  • Harga jual gak boleh bertambah selama masa perjanjian.
  • Emas tersebut gak boleh dijadikan jaminan.
  • Emas tersebut juga gak boleh dijadikan objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan.
  • Dibolehkan selama emas belum jadi alat tukar resmi.

3. Deposito bagi hasil

investasi syariah online
Perhatikan sertifikat deposito harus diterbitkan oleh bank syariah (bisnis)

Beda deposito konvensional dengan deposito syariah adalah proses penetapan keuntungan.

Pada deposito konvensional, persentase keuntungan didasarkan pada bunga yang udah ditetapkan sejak awal. Sementara itu, pada deposito syariah, keuntungan yang kamu peroleh berasal dari bagi hasil yang menyesuaikan dengan keuntungan bersih pengelolaan dana.

Perjanjian tersebut disebut sebagai akad Mudharabah, yaitu perjanjian yang disepakati oleh pihak pemilik modal dan pengelola modal.

Yang pasti, kalau kamu pengin berinvestasi dalam bentuk deposito syariah ini, kamu harus pilih bank syariah. Sebab, fatwa MUI membolehkan deposito syariah apabila sertifikat deposito tersebut diterbitkan oleh bank syariah.

4. Investasi syariah berupa reksadana

investasi syariah yang paling menguntungkan
Reksadana syariah (tribunnews)

Sebenarnya reksadana termasuk salah satu instrumen investasi yang sesuai syariat Islam. Salah satu alasannya adalah modal yang ditanamkan dikelola secara produktif. Pengelolaannya pun sering kali dilakukan secara transparan.

Nah, yang perlu diperhatikan adalah gak ada riba dalam prosesnya, serta pengelolaannya gak mengandung unsur non-halal.

Perusahaan-perusahaan yang menghadirkan produk reksadana syariah bisa kamu cek di situs Bareksa dengan memanfaatkan fitur filter kategori.

[Baca: Mengenal Saham Syariah di Indonesia: Apa Itu dan Bagaimana Cara Investasinya]

5. SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)

cara investasi syariah
Masih asing tetapi layak dicoba nih (republika)

Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN adalah obligasi atau surat utang yang diatur menggunakan metode syariah. Itu artinya surat yang diperjualbelikan gak berasal dari proses jual-beli produk haram.

Dalam proses penyerahannya, data yang diberikan haruslah transparan.

Melihat beragam ketentuan yang udah dipaparkan di atas, kamu yang pengin mulai investasi syariah sebaiknya gak sembarang memilih.

Bisa aja ada beberapa produk investasi yang berlabel syariah namun diterbitkan oleh bukan bank syariah. Di lain pihak, ternyata produknya berasal dari aktivitas pengelolaan dana dengan unsur non-halal.

Dengan mengetahui apa aja cakupan investasi yang sesuai syariat Islam, kini kamu lebih mudah buat memilih produk yang cocok, kan? Harta kamu bertambah, hati pun tetap tenang!

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.