5 Kesalahan Umum Berinvestasi untuk Pemula yang Bikin Rugi di Masa Depan

3 menit
investasi untuk pemula
Kesalahan investasi untuk pemula yang harus dihindari (Shutterstock)

Butuh tips investasi untuk pemula? Tenang saja, gimana kalau lebih dulu mengetahui sejumlah kesalahan tentang investasi secara “umum”.

Kesalahan-kesalahan ini gak hanya berlaku untuk investasi saham atau reksadana, melainkan investasi apapun secara menyeluruh.

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak di bawah sini:

1. Gak mulai investasi

investasi untuk pemula
Gak mulai investasi

Ini kesalahan umum yang paling wajar dan paling sering dilakukan. Investasinya cuma sebatas “niat” saja, gak pernah dilakukan sama sekali.

Alasan menunda investasi ini memang cukup beragam. Tapi, yang paling umum adalah karena duitnya “gak ada”.

Padahal, investasi dengan uang Rp 50 ribu pun bisa dilakukan. Beli produk investasi dengan cara mencicil pun bisa. Kenapa gak lantas memulainya? 

Baca juga: Biar Gak Salah! Ini Pilihan dan Tips Investasi Pertama untuk Pemula Menurut Pakar

2. Gak pernah berpatok pada tingkat inflasi

investasi untuk pemula
Gak pernah berpatok pada tingkat inflasi

Investasi untuk pemula itu apa saja sih? Sebenarnya ada banyak, tapi sebagian besar orang awam cuma paham emas atau deposito. Itupun karena penjelasan orangtua yang masuk ke telinga kita sejak kecil, bukan? 

Bukannya jelek atau gimana. Dua investasi itu memang minim risiko, tapi imbal hasilnya gak akan signifikan, kecuali uangmu miliaran rupiah. 

Tentunya, investasi tersebut juga gak akan sebanding dengan inflasi yang terjadi di negara kita. Tingkat inflasi itu bisa jadi acuan lho untuk berinvestasi, karena ketika inflasi tinggi maka imbal hasil dari investasi kita berpotensi tergerus dengan kenaikan barang dan jasa di masa depan.

Ketika inflasinya 10 hingga 15 persen, apakah deposito yang imbal hasilnya 5 persen itu cocok untuk jadi investasimu? Silakan jawab sendiri. 

3. Memakai semua uang yang dimiliki

investasi untuk pemula
Memakai semua uang yang dimiliki

Demi mendapatkan imbal hasil yang besar, maka semua uang pun dipakai untuk berinvestasi. Ini bukan hal yang tepat dilakukan oleh investor manapun. Pemula atau yang pro. 

Ketika kamu menggunakan semua uangmu, bagaimana dengan pengeluaran bulanan? Apa kabar juga dengan ketersediaan dana darurat di rekening? 

Karena itu, gunakanlah maksimal 10 hingga 20 persen dari penghasilan bulananmu untuk berinvestasi. Kalau mau 30 persen, ya silakan, tapi konsekuensinya gak boleh berutang ya!

4. Ikut-ikutan tren

Ikut-ikutan tren

Ini juga bahaya, kalau produknya salah tentu kita yang bakal merugi. Bukan malah untung.

Jangan pernah abaikan tips investasi untuk pemula yang menyebutkan bahwa pemahaman soal produk investasi seputar returns dan risiko adalah yang paling berharga. 

Intinya, sebelum mengeluarkan uang pahami dulu produk investasinya. Jangan ikut-ikutan berinvestasi di berbagai produk yang kita sendiri gak paham mekanisme untung ruginya.

5. Tak ada diversifikasi

investasi untuk pemula
Tak ada diversifikasi

Walau seolah terlihat “mengurangi keuntungan”, tapi ini adalah salah satu tips investasi untuk pemula yang cukup aman. 

Karena ketika ada kendala di salah satu sektor investasimu, maka masih ada cuan di sektor lain. Seiring dengan berjalannya waktu sektor yang merugi pun akan pulih.

Itulah deretan kesalahan yang harus diwaspadai para investor pemula. Semoga bermanfaat, selamat berinvestasi! (Editor: Chaerunnisa)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.