Tawarkan Investasi di Indonesia, Ketua OJK PDKT ke Investor Inggris

2 menit
Kerja Sama OJK dengan Invesror Inggris (MoneySmart.id)
Kerja Sama OJK dengan Invesror Inggris (MoneySmart.id)

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melakukan pendekatan ke investor Inggris agar mau menanamkan investasinya di Indonesia. Berbicara dalam Indonesia Executive Forum 2019 di London, Inggris dirinya memberikan update terkini tentang perekonomian Indonesia. 

Forum yang dihadiri oleh puluhan investor dan direktur kawakan Inggris ini di selenggarakan oleh Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) Inggris. Mereka berkerja sama dengan Bank Indonesia London, Institute of Directors (IoD) London, Accenture, dan Prudential.

“Perekonomian Indonesia yang tumbuh di angka 5.17 persen YoY di 2018, paling tinggi ke-3 diantara negara-negara G20 setelah India dan Tiongkok. Hal ini membuktikan sekali lagi bahwa Indonesia memilki fundamental ekonomi makro yang solid.

Indonesia pun mampu keluar dari tekanan dinamika global. Dari normalisasi suku bunga dan tensi perang dagang AS Tiongkok” kata Wimboh seperti dikutip dari siaran pers yang diterima MoneySmart.id.

Sejak awal tahun 2019, nilai tukar IDR mulai stabil dan kinerja IHSG terus meningkat bersamaan dengan masuknya modal asing. Hal ini seiring positifnya persepsi investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Tingkat inflasi Indonesia juga stabil dan cukup rendah dimana inflasi di bulan Maret 2019 berada di level 2,48 persen. “Stabilitas dan kinerja sektor jasa keuangan terjaga dengan baik, dengan didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai” kata Wimboh.

Sementara intermediasi perbankan tumbuh mencapai 12,13 persen YoY di bulan Februari 2019, dengan tingkat NPL yang rendah di 2,59 persen. Intermediasi yang tumbuh positif ini didukung tingkat permodalan yang tinggi dengan CAR di angka 23,86 persen.

Perbankan dan Startup Melesat

Pertumbuhan kredit perbankan ini diproyeksikan akan tumbuh 13 + 1 persen di tahun 2019. Peningkatan kinerja pasar modal Indonesia diproyeksikan akan mencapai 75-100 emiten dengan potensi penawaran umum berkisar Rp 200-250 triliun.

Selain itu, peningkatan aset usaha perasuransian diperkirakan akan tumbuh positif. Wimboh juga menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi keuangan (fintech) di Indonesia mempunyai daya tarik tersendiri bagi investor global.

Baik melalui digitalisasi produk dan layanan keuangan yang ditawarkan lembaga jasa keuangan, yang memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi. Selain pula kemudahan, dan jangkauan nasabah yang lebih luas.

Indonesia saat ini sudah memiliki paling tidak satu decacorn dan 3 unicorn startup fintech yang menarik banyak investor global. Dengan potensi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia yang begitu besar, OJK mengundang investor asing untuk berperan aktif. 

Diantaranya melalui:

  1. Pendalaman pasar modal dengan mendorong penerbitan instrumen pasar modal yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Seperti Green Bonds/ Green Sukuk, dengan potensi penerbitan hampir mencapai US$ 4 miliar.
  2. Memfasilitasi pembiayaan 31 proyek pembangunan infrastruktur, dengan pembiayaan skema blended finance dengan total nilai hampir USD 2,5 miliar.
  3. Merealisasikan potensi penerbitan muncipal bonds/obligasi daerah dengan nilai mencapai USD 8,7 miliar di kurang lebih 10 provinsi di Indonesia.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati