30 Kali Lebih Besar dari Gedung Putih, Ini Istana Mewah Presiden Turki

3 menit
Presiden Turki
Presiden Recep Tayyip Erdogan (telegraph.co.uk)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sempat jadi pusat perhatian media pada pertengahan Agustus 2018 karena mata uang di negaranya anjlok.

Dalam artikel ini kita gak bakal bahas masalah itu, tapi soal tempat tinggal sang presiden. Dia ternyata menempati kompleks istana yang super megah. Di sana dia tinggal bersama Ibu Negara, Emine Erdogan, yang dikenal glamor.

Istana bernama Ak Saray ini emang dinobatkan sebagai salah satu istana presiden terbesar di dunia. Pembangunan istana itu dinilai kontroversial. Pasalnya, proyek itu jelas menghabiskan banyak uang, sementara rakyat Turki sendiri masih banyak yang miskin.

Belum lagi banyak pengungsi Suriah yang juga butuh bantuan tinggal di sana.

Pengin tahu lebih lanjut seperti apa bangunan raksasa itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Netizen sempat menyebut Ak Saray seperti stasiun di Cina

presiden turki
Megah juga ya, masa sih kayak stasiun kereta Cina? (AFP)

Kritik terhadap pembangunan Ak Saray seperti yang tadi disebut emang cukup banyak.

Entah kenapa, sempat dikabarkan bahwa ada warganet yang mengatakan bahwa istana itu gak mirip seperti Istana Turki di Dinasti Utsmani.

Ak Saray, kata warganet, malah gak jauh beda sama stasiun kereta di Cina.

Selain karena harga, pembangunan istana ini juga kontroversial lantaran dilakukan di Hutan Lindung Attaturk yang luas wilayahnya mencapai 300 ribu meter persegi.

Seharga Rp 7,2 triliun dan punya 1.100 kamar

presiden turki
Jelas saja lebih gede daripada Gedung Putih, wong biaya bangunnya aja Rp 7,2 triliun (AFP)

Tapi pernyataan mirip stasiun itu gak sebanding sama apa yang sebenarnya ada di sana. Proyek pembangunan istana yang dimulai pada 2014 lalu ini ditaksir memakan biaya hingga US$ 600 atau setara Rp 7,2 triliun pada saat itu.

Mana ada pembangunan stasiun yang menghabiskan uang sebesar ini.

Mahal? Jelas. Tapi itu sebanding dengan isinya. Istana Presiden Turki yang punya banyak penggemar di Indonesia ini punya 1.100 kamar, 250 di antaranya dipakai oleh keluarga.

Yang bikin merinding nih, total harga karpet di sana mencapai 7 juta pound sterling atau setara Rp 130 miliar. Sementara biaya buat pembuatan pintunya mencapai 5 juta pound sterling atau Rp 92 miliar, serta wallpaper 2.000 pound sterling (Rp 37 juta) per gulung.

Istana Presiden Turki jauh lebih besar daripada Presiden Amerika Serikat

presiden turki
Kalau dilihat malam hari megah banget ya (EPA)

Ak Saray sendiri kalau diartikan ke bahasa Indonesia adalah Istana Putih. Istana putih ini ukurannya 30 kalinya Gedung Putih, kantor presiden AS.

Selain lebih besar daripada Gedung Putih, istana Presiden Turki ini juga lebih besar daripada Kremlin di Rusia dan Istana Versailles di Paris.

Dan kehebatannya gak berhenti sampai di situ. Sama seperti istana presiden lainnya, di Ak Saray ada bunker bawah tanah yang kabarnya bisa menahan ledakan C4.

Selain itu, di sini juga ada laboratorium yang bisa mendeteksi serangan nuklir atau kimia yang ditujukan ke negara ini. Keren banget!

Istana itu dipenuhi material kelas wahid

presiden turki
Materialnya impor semua, pantesan mahal (Getty)

Jangan ditanya deh material apa yang ada di istana Presiden Turki. Udah pasti lantainya terbuat dari marmer yang harganya gak murah.

Marmer-marmer buatan India dipasang di koridor dan atrium Ak Saray. Sementara atap istana didatangkan langsung dari Jerman.

Beberapa material lainnya diimpor dari Italia, Inggris, dan Prancis. Kebayang dong seberapa mahalnya tuh material.

Istana jadi pusat komando dan kontrol militer

presiden turki
Wuih yang punya istana lagi rapat nih (Reuters)

Sama seperti istana presiden pada umumnya, istana Presiden Turki juga menjadi pusat komando militer. Dan itu ditunjang dengan keberadaan teknologi kelas satu.

Salah satunya adalah sistem komunikasi yang udah canggih banget.

Demikian informasi soal istana Presiden Turki, Ak Saray. Gimana menurutmu? Berlebihan apa gak nih?

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.