Jadi Freelancer yang Paham Cara & Syarat Bikin Kartu Kredit, Biar Percaya Diri Saat Ajukan Aplikasinya

4 menit

Sepertinya punya kartu kredit sudah jadi keharusan. Konteksnya bukan sekadar punya saja, melainkan fungsinya itu lho! Transaksi bakal lebih mudah, ada historinya, sampai seabreg fitur yang memanjakan pemegang kartu kredit.

 

Masalahnya, mereka yang memenuhi kualifikasi bank saja yang bisa punya kartu kredit. Nah, yang terpikir di kepala banyak orang itu, kualifikasi utama yang dimaksud bank itu punya pendapatan tetap.

 

So, mereka yang statusnya karyawan dan pegawai enak, punya gaji bulanan. Lha, kalau dibandingkan dengan mereka yang pendapatannya tak tetap seperti para freelancer alias pekerja lepas waktu? Gimana dong buat penuhi syarat bikin kartu kredit?

 

Kadang mereka yang profesinya freelance sudah merasa minder duluan karena khawatir tak diperhitungkan bank gara-gara pendapatannya enggak jelas. Kalau punya pikiran seperti itu, sebaiknya dibuang jauh-jauh deh.

 

Pada prinsipnya, syarat apply kartu kredit bagi golongan freelancer tak jauh beda dengan yang berstatus karyawan, pengusaha, maupun profesional lainnya. Satu catatan penting yang mesti diingat, bank cuma peduli orang lunasi utang kartu kreditnya, bukan mata pencahariannya!

 

tanda pembayaran kerja freelance

 

Jadi, sepanjang seseorang sanggup melunasi berapapun utang yang tertera di tagihan kartu kredit ketika jatuh tempo, bank bakal hepi. Makin sering gesek dan selalu lunas sebelum jatuh tempo, bank bakal makin sayang. Sederhana kan rumusnya?

 

Sudah percaya diri apply? Gampang kok caranya. Paling utama adalah lengkapi dokumen yang diminta. Dokumen itu antara lain:

 

-KTP/SIM/Paspor

-Kartu keluarga (bagi yang sudah menikah)

-Isi form dari bank

-Salinan saldo rekening bank yang aktif

 

Dokumen yang terakhir ini, yakni saldo rekening bank yang aktif, menjadi senjata buat meyakinkan bank. Pastikan rekening bank yang diserahkan saat apply kartu kredit itu yang digunakan dalam kegiatan pekerjaan freelance.

 

Biar lebih oke lagi, usahakan punya saldo minimum yang mengendap lama di rekening bank tersebut. Misalnya saja minimal ada saldo Rp 5 juta yang terpakir selama enam bulan.

 

Bahkan lebih bagus lagi kalau apply kartu kreditnya di bank yang sama dengan tempat pembukaan rekening. Dengan cara ini, Anda sudah ‘lama dikenal’ bank.

 

Syukur-syukur selama jadi nasabah di bank itu dalam waktu yang lama, record tabungannya stabil alias selalu ada setoran masuk meski waktunya tak tentu. Tenang, itu sudah cukup bikin bank anggap kita punya duit.

screenshot apply kartu kredit di DuitPintar.com

 

Berikutnya tinggal lengkapi form yang disediakan bank. Cantumkan semua informasi yang diminta bank.

 

Informasi itu antara lain nama, nomor telepon/ponsel, email, alamat tempat tinggal, nomor kontak orang tak serumah, identitas suami/istri, dan lain-lain.

 

Konkretnya, di bawah ini caranya apply kartu kredit buat freelancer:

 

  1. Bisa datang ke kantor cabang bank atau via online. Alangkah baiknya kalau apply kartu kredit-nya di tempat yang sama dengan pembukaan rekening tabungan
  2. Pastikan punya kapasitas keuangan yang mumpuni di mata bank. Caranya dengan memastikan rekening tabungan aktif dan selalu dipergunakan di setiap transaksi pekerjaan. Meski transaksinya tak tentu, asalkan nilainya mencukupi, tak masalah kok.
  3. Tunggu respons dari bank. Sudah jadi standar baku di mana bank akan melakukan proses verifikasi data. Misalnya mencocokkan data identitas diri, alamat, dan lain sebagainya. Proses ini bisa singkat dalam hitungan hari maupun pekan, tergantung dari kebijakan bank.

 

Pakai agunan

Ada opsi lain lagi bagi freelancer yang ingin apply mudah kartu kredit, yakni dengan agunan. Jadi kalau ada uang lebih yang menganggur, mending buka deposito.

 

Nah, deposito itu yang dipakai sebagai agunan kartu kredit. Plafonnya sendiri tergantung dari besaran nilai deposito.

 

secured credit card

 

Kenapa opsi pakai agunan ini perlu dipertimbangkan? Alasannya adalah belum punya ‘credit history’. Credit history adalah rekam jejak kredit yang berhubungan dengan bank atau lembaga keuangan lain. Misalnya saja tak punya cicilan motor, cicilan rumah, cicilan barang elektronik atau cicilan lain dalam bentuk kredit.

 

Lewat agunan ini, maka apply kartu kredit yang mengharuskan calon nasabah mesti melengkapi informasi yang krusial tentang status pekerjaan dan penghasilan minimum tak diperlukan lagi.

 

Tentunya sepanjang syarat usianya terpenuhi ya. Jadi pastikan pas apply sudah berusia minimum 21 tahun atau 18 tahun yang sudah menikah. Oh ya, kartu kredit yang gunakan jaminan ini disebut secured credit card.

 

Caranya juga gampang kok. Luangkan waktu saja mampir ke kantor cabang bank. Buka rekening deposito dan katakan kepada customer service kalau inginkan deposito itu sebagai jaminan kartu kredit.

 

Lalu bakal diberikan form kartu kredit untuk diisi. Tenang, kalau bingung jawabnya tinggal tanya petugas customer service.

 

Tak usah khawatir sama pekerjaan atau penghasilan. Analis bank tak bakalan menjadikan dua faktor itu sebagai penilaian yang penting.

 

Toh, kita sudah jaminkan dana kan! Intinya, cara ini bakal membuat apply kartu kredit diloloskan 100 persen.

orang lagi bertransaksi dengan kartu kredit

 

Jadi, harus percaya diri dong kalau freelancer juga bisa sanggup punya kartu kredit. Cuma kalau sudah berhasil buka kartu kredit, hati-hati ya pakainya.


Gagal mempergunakan kartu kredit bisa bikin masalah di kemudian hari. Enggak bisa bayar sama saja hancurkan credit history! kalau credit history sudah jelek bakal susah mengajukan utang ke bank. [Baca: Blacklist BI Sumber Aplikasi Kartu Kredit Ditolak]

Image credit:

  • http://designm.ag/wp-content/uploads/2013/07/get-paid-invoices.jpg
  • http://blog.mint.com/wp-content/uploads/2013/03/Do-Secured-Credit-Cards-Really-Help-Rebuild-Your-Credit.jpg
  • http://www.akki.or.id/images/Kontan20141212.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.