Cara Cek Saldo dan Cairkan Jamsostek Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

6 menit
jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Menara Jamsostek, Jakarta, tahun 2004. (Tempo)

Sejak dulu Indonesia telah memiliki jaminan sosial untuk para pekerja yang dikenal dengan nama Jamsostek. Sejak berdirinya perusahaan plat merah ini, para pekerja, khususnya mereka yang bekerja di sektor formal, tidak perlu khawatir untuk menghadapi hari tua dan risiko kecelakaan kerja. 

Risiko-risiko yang bakal mereka terima jika kehilangan pekerjaan bakal dicover sama perusahaan ini. Bahkan, kesehatan para peserta dan keluarganya juga dilindungi lho. 

Kini Jamsostek Indonesia telah bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Perubahan ini juga diiringi dengan peningkatan manfaat yang didapatkan oleh pesertanya. 

Baca juga: Dapat Santunan hingga Rp 100 Juta, Ini Manfaat BPJS Ketenagakerjaan buat TKI

Jamsostek adalah perusahaan asuransi tenaga kerja yang kini berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Kini, Jamsostek udah berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. (Shutterstock)

Jaminan sosial untuk para pekerja ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1977. Sesuai dengan PP No 33 tahun 1977 tentang pelaksanaan program asuransi sosial tenaga kerja (ASTEK), maka berdirilah Perum ASTEK. 

Perusahaan BUMN ini memberikan jaminan sosial bagi para tenaga kerja BUMN maupun Swasta. Demi upaya penyegaran, pada tahun 1992, kemudian berubah nama menjadi PT Jamsostek. 

Gak cuma nama, cakupan jaminannya pun juga meningkat, dari yang tadinya cuma menjamin si pekerja, tapi kemudian diperluas sampai ke keluarga pemegang asuransi. Kemudian juga program-program jaminannya semakin lengkap, ada Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan. 

Hingga akhirnya pada tanggal 1 Januari 2014 silam, PT Jamsostek sudah tiada. Perusahaan ini secara resmi bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Landasan hukum perubahan nama ini didasari atas terbitnya UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Baca juga: Sering Disepelekan, Ini 5 Kendala yang Bikin Pencairan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Ditolak

Persamaan dan perbedaan Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan 

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Kartu BPJS Ketenagakerjaan. (Shutterstock)

Meski bertransformasi dalam wujud yang baru, pelayanan jaminan sosial untuk pekerja ini tetap terus meningkatkan layanannya. Setidaknya ada beberapa persamaan dan perbedaan yang melekat antara kedua lembaga ini. 

Persamaan 

  • Sama-sama jaminan sosial untuk tenaga kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah
  • Program jaminan sosial yang sistem pembiayaannya menggunakan funded social security, yang artinya didanai sendiri oleh pesertanya
  • Sama-sama punya program Jaminan Hari Tua (JHT), Kematian (JK), dan Keselamatan Kerja (JKK)

Perbedaan

  • Jamsostek bisa untuk berobat, sementara BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa, karena sudah ada BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan memiliki satu program tambahan, yaitu Jaminan Pensiun
  • Gak cuma untuk pekerja formal, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyediakan jaminan sosial untuk pekerja informal
  • Saat masih bernama Jamsostek, biaya kecelakaan kerja hanya sampai maksimal Rp 20 juta, tapi kalau BPJS Ketenagakerjaan tidak ada batasannya alias sampai sembuh.
  • Orientasi perusahaan berbeda, kalau Jamsostek masih berada di bawah naungan Menteri BUMN dan terus berorientasi untuk mencari keuntungan. Tapi kalau BPJS Ketenagakerjaan kini berada di bawah Presiden langsung dan fokus untuk melayani masyarakat seutuhnya

Baca juga: Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan Susah? Ini 3 Penyebab dan Solusinya

Cara cek saldo Jamsostek (JHT) dengan datang ke kantor BPJS ketenagakerjaan

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Kantor BPJS Ketenagakerjaan. (Tempo)

Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan sama-sama memiliki program Jaminan Hari Tua atau JHT. JHT ini didapat dari iuran setiap bulannya yang disisihkan dari gaji pekerja. Nantinya uang yang telah terkumpul itu bisa diambil apabila si pekerja telah pensiun. 

Untuk mengecek berapa saldo JHT kamu bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satu cara konvensionalnya adalah dengan datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Di sana kamu tinggal menunjukkan kartu kepesertaan dan juga kartu identitas seperti KTP atau SIM. 

Setelah pencocokan data selesai, nantinya kamu akan ditunjukkan besaran tabungan hari tua yang kamu miliki. 

Cek saldo JHT lewat online dan SMS 

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Jaminan Hari Tua. (Instagram)

Kalau datang langsung ke BPJS Ketenagakerjaan dinilai terlalu ribet, karena harus jalan langsung ke sana, dan mengantre, mending cek langsung saja secara online. Caranya adalah tinggal login ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Masukkan email dan password untuk login ke portal tersebut, tapi kalau belum punya kamu harus lakukan registrasi, dengan mengisi sejumlah formulir.  

Setelah berhasil masuk ke portal itu, kamu bisa pilih menu cek saldo JHT, lalu tinggal masukkan PIN yang dikirim melalui SMS atau email. Setelah proses-proses itu terpenuhi nantinya bakal muncul tabungan saldo hari tuamu di layar. 

Selain lewat situs resminya, kamu juga bisa mengecek lewat layanan SMS. Caranya adalah dengan mengirimkan SMS ke nomor 2757. 

Tapi sebelumnya, peserta jaminan sosial harus melakukan pendaftaran dahulu lewat SMS dengan mengetik:    Daftar(spasi)SALDO#NO_KTP#TGL_Lahir(HH-BB-TTTT)#NO_PESERTA#EMAIL(jika ada). Kirim sms tersebut ke 2757. 

Setelah terdaftar, kamu bisa mulai melakukan pengecekan saldo JHT dengan mengetikkan: SALDO(spasi)NO_PESERTA, lalu kirim 2757. Tunggu beberapa saat, saldo Jamsostek hari tuamu bakal muncul lewat SMS balasan. 

Mengecek saldo lewat SMS akan dikenakan biaya pulsa 165 per SMS. 

Cek saldo JHT lewat ATM

Cara lainnya lagi adalah bisa lewat anjungan tunai mandiri (ATM). Tapi sayangnya, hingga kini baru Bank BNI saja yang memiliki layanan ini. Langkah-langkahnya juga cukup mudah, tinggal masukkan kartu ATM dan pilih menu cek saldo BPJS, setelah itu ikuti perintah-perintah selanjutnya. 

Tapi sayangnya layanan via ATM ini cuma bisa untuk pengecekkan ya, belum bisa untuk pencairan dana. 

Aplikasi cek saldo Jamsostek 

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
BPJSTKU. (Instagram)

Buat pengguna Iphone atau Android, kamu juga bisa mengecek saldo Jaminan Hari Tua (JHT) lewat aplikasi BPJSTKU. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di App Store atau Playstore. 

Setelah selesai diunduh dan diinstal, lakukan pendaftaran dengan menginput data diri seperti nomor KTP, dan nomor kepesertaan. Apabila sudah terdaftar, lanjut ke tahap login, masukkan email dan password yang telah didaftarkan. 

Jika berhasil masuk, kamu akan dihadapkan dengan beragam pilihan. Salah satunya adalah cek saldo. Di situ nanti tertera dengan jelas berapa besaran JHT yang kamu miliki, dan dari mana saja perusahaan pemberinya. 

Cara mencairkan Jamsostek 

jamsostek bpjs ketenagakerjaan
Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan peraturan yang dibuat oleh BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah pada tahun 2015, kini peserta gak harus berusia lanjut untuk mencairkan dana JHT. Bagi peserta yang telah berhenti bekerja dan sedang masa tunggu selama lebih dari 1 bulan sudah berhak untuk melakukan pencairan dana sesuai dengan saldo yang dimiliki. 

Tapi, tentu ada beberapa persyaratan dokumen yang harus dipenuhi, di antaranya, 

  1. Salinan dan KTP asli
  2. Salinan dan Kartu Keluarga asli
  3. Salinan dan paklaring asli
  4. Salinan dan ijazah terakhir asli
  5. Salinan dan akte kelahiran asli
  6. Salinan dan buku rekening asli
  7. Salinan dan surat keterangan domisili dari RT/RW

Kalau salah satu dari dokumen-dokumen tersebut gak bisa kamu tunjukkan saat proses pencairan, kemungkinan besar dana JHT tidak akan cair.

Sementara itu, proses pencairannya bisa menggunakan beberapa metode, dari offline sampai online. Cara pertama adalah dengan datang langsung ke kantor BPJS. 

Offline

  1. Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari tempat tinggal kamu.
  2. Mengisi formulir pengajuan klaim.
  3. Serahkan dan tunjukkan dokumen-dokumen persyaratan yang telah disebutkan di atas kepada petugas.
  4. Tunggu proses wawancara dan pengambilan foto.
  5. Tunggu hingga proses pencairan disetujui. 

Sayangnya, pencairan dengan cara offline ini akan memakan banyak waktumu. Karena, kamu harus rela mengantre panjang dengan para peserta lainnya. Tipsnya supaya dapat nomor antrean duluan adalah dengan datang sepagi mungkin. 

Online 

Buat kamu yang malas antre pagi-pagi buta, BPJS Ketenagakerjaan sudah mempersiapkan layanan e-Klaim. Layanan ini memungkinkan kamu untuk melakukan pencairan dari rumah hanya bermodalkan komputer dan jaringan internet. 

Berikut ini langkah-langkahnya, 

  1. Lakukan pendaftaran online e-Klaim di website https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  2. Isi formulir yang tertera di email tersebut, mulai dari data diri sampai alasan klaim.
  3. Cek kelengkapan data lalu masukkan PIN dan Kode Verifikasi yang dikirim lewat email atau SMS.
  4. Unggah dokumen-dokumen persyaratan yang telah disebutkan di atas.
  5. Tunggu konfirmasi balasan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan selama 1 x 24 jam.
  6. Datang ke kantor BPJS terdekat untuk proses pencairan sambil membawa dokumen-dokumen persyaratannya. 
  7. Proses pencairan umumnya memakan waktu 10 hari kerja. 

Itulah tadi cara mengecek dan mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek. Perlu diingat, bahwa uang tersebut bertujuan untuk pegangan kamu di masa tua nanti. Andaikata langsung dicairkan tapi untuk hal yang gak berguna, sama saja bohong dong. Tapi kalau digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, misal membuka usaha atau investasi, tentu itu adalah pilihan yang sangat tepat. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.