Banner ImageBanner Image

Jangan Asal Dapat Uang Pinjaman, Ini Lho Konsekuensinya Pinjam di Aplikasi Online

4 menit
Pinjaman online (Shutterstock).

Uang pinjaman menjadi salah satu solusi yang diambil banyak orang saat kepepet butuh dana cepat. Banyak cara buat mendapatkannya. Mulai dari mengajukan pinjaman ke bank hingga apply aplikasi online pemberi pinjaman.

Dari pilihan yang ditawarkan bank, kredit tanpa agunan atau KTA adalah pinjaman yang paling populer dan diajukan banyak orang. Syaratnya yang ringan tanpa jaminan dan bunganya yang rendah jadi alasan orang-orang kenapa pengin dapat uang pinjaman dari sini.

Namun, banyak juga lho yang pengajuan pinjamannya ditolak alias gagal. Makanya gak sedikit dari mereka yang gagal tersebut beralih ke aplikasi online pemberi pinjaman.

Walaupun bisa jadi alternatif sumber uang pinjaman, ada beberapa hal yang jadi konsekuensi seandainya kamu pinjam uang di aplikasi online. Apa aja konsekuensinya? Yuk disimak.

Baca juga: Gak Mahal! Bermodalkan Tiket PP Rp 3 Juta, Udah Bisa Liburan ke Jepang Lho

1. Syarat mudah, tapi kena bunga lebih tinggi dari bank

pinjaman uang tanpa jaminan proses cepat
Gunakan fitur yang ada di website pinjaman online (moreishmarketing)

Banyak orang yang kepincut ajukan pinjaman online karena syarat-syaratnya yang terbilang mudah. Buat dapat uang pinjaman dari aplikasi online, kamu cuma perlu install aplikasi. Lalu serahkan dokumen-dokumen yang diminta seperti KTP, slip gaji, NPWP, hingga foto diri.

Selain syaratnya yang mudah, proses aplikasi pinjaman pun juga terbilang cepat. Dibanding dengan proses persetujuan KTA yang butuh waktu 7 – 14 hari, pengajuan pinjaman lewat aplikasi online bisa disetujui dalam satu hari. Jadi, hari itu mengajukan, hari itu juga disetujui.

Gak enaknya pinjam uang di aplikasi online itu bunga yang dipatok terbilang tinggi. Malahan nih tingginya melebihi bunga yang ditetapkan bank.

Baca juga: Dari Perawat Hingga Penguji Kasur, Ini Pekerjaan Paling Membahagiakan bagi Wanita

2. Biaya administrasi yang besarnya bukan main

Biaya administrasi yang besar.

Selain bunga yang tinggi, biaya administrasi yang besar menjadi salah satu yang membebani debitur yang peroleh uang pinjaman dari aplikasi online. Ada sejumlah biaya yang berlaku dari awal pinjaman disetujui hingga pembayaran cicilan.

Saat aplikasi pinjaman telah disetujui, debitur bakal dikenakan biaya di awal. Sebutan untuk biaya ini bermacam-macam. Ada aplikasi yang menamakannya sebagai biaya layanan, ada juga yang menamakannya sebagai biaya lainnya.

Gak cuma biaya di awal pinjaman disetujui. Ada biaya-biaya lain yang menanti seandainya kamu terlambat bayar cicilan atau menunggak. Biaya-biaya tersebut bisa berupa denda yang besarannya progresif alias berlipat seiring lamanya tunggakan.

Sialnya nih ada penyedia pinjaman online yang gak mencantumkan informasi detail denda tersebut. Di sini kamu perlu aktif menanyakan hal tersebut agar nanti gak sampai terjerat rentenir online.

Baca juga: 4 Aktivitas Akhir Pekan yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar dan Bikin Boros

3. Telat sebentar, telepon sudah berdering

Debt Collector

Kamu sebagai debitur juga harus tahu aturan-aturan atau prosedur dalam penagihan uang pinjaman. Asal tahu aja nih, karena gak tahu, banyak orang yang jadi korban debt collector nakal. Padahal, apa yang dilakukan debt collector jelas-jelas menyalahi aturan yang berlaku.

Bayangkan aja, telat sebentar aja, udah ditelepon penyedia pinjaman. Mending sekali, kadang-kadang bisa berkali-kali. Sebenarnya, kirim email atau SMS udah cukup buat mengingatkan kewajiban debitur buat bayar tagihan.

Lebih konyolnya lagi nih belum waktunya bayar tagihan, telepon udah berdering meminta kita setor cicilan pinjaman. Kalau sampai mengalami hal ini, jangan sungkan buat melaporkan ini ke OJK atau YLKI.

4. Siap-siap diteror debt collector gara-gara menunggak

Siap-siap diteror debt collector gara-gara menunggak.

Ini nih hal yang sama sekali gak diharapkan. Namun, sulit dicegah terjadi kalau bayar tagihan pinjaman sampai macet. Soalnya emang udah tugasnya penagih utang alias debt collector membereskan utang yang macet.

Walaupun itu tugasnya, debt collector kadang-kadang jadi sumber keresahan banyak debitur. Cara-cara mereka menagih utang cenderung bikin malu. Bahkan, mereka gak segan melakukan teror alias menebar ancaman.

Hari-harimu bakal digentayangi debt collector selama tunggakan belum dibayarkan. Penagihan bakal makin gencar kalau kamu ambil pinjaman di aplikasi online.

Namun, kalau sampai hal buruk ini terjadi, kamu jangan pasrah gitu aja menerimanya. Ini bisa dilaporkan ke Polisi sebagai perbuatan pidana. Sebab ada unsur kekerasan dalam penagihan pinjaman. Apalagi kalau sampai harta benda dirampas sebagai jaminan.

Setelah menyimak ulasan di atas, masih kepengin gak dapat uang pinjaman dari aplikasi online? Perlu diperjelas konsekuensi seperti sering ditelepon hingga didatangi debt collector gak bakal terjadi seandainya tagihan dibayarkan sesuai waktunya.

Jadi, selama menjalankan kewajiban dengan baik, dua hal di atas bisa dihindari. Lain cerita dengan bunga tinggi dan biaya administrasi yang besar. Hal tersebut udah menjadi ketentuan dari penyedia pinjaman.

Lagi pula aplikasi online penyedia pinjaman gak cuma satu atau dua perusahaan. Banyak kok aplikasi yang bisa kamu pilih. Tinggal sesuaikan aja mana yang cocok dengan profil keuanganmu. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong