Jangan Kudet, Sudah Tahu Apa Itu Rekening Bersama alias Rekber dan Gimana Cara Kerjanya?

3 menit
Apa itu rekening bersama

“Sis, bisa lewat rekber?” Pertanyaaan ini bukan diajukan seseorang kepada Siska buat nanyain arah ke suatu lokasi.

 

Kalau suka main di forum-forum Internet, sapaan “sis” pasti akrab di telinga. Sis itu kependekan dari sister atau sista, dan biasa dipakai buat nyapa penjual online cewek. Maksudnya penjual online yang jenis kelaminnya perempuan, jangan ngeres yaa….

 

Sedangkan rekber adalah rekening bersama. Maksud pertanyaan itu adalah bisakah beli barang yang dijual dengan metode pembayaran rekening bersama?

 

Eh, belum tahu apa itu rekening bersama? Wah, ada yang kudet nih alias kurang update.

 

Gak apa-apa. Begitu selesai baca penjelasan soal cara kerja rekber di sini, pasti statusnya udah berubah jadi up to date. Mari kita bedah seluk beluk rekber bareng-bareng.

 

Apa Itu Rekening Bersama

Rekber adalah suatu metode pembayaran transaksi online yang dianggap lebih aman ketimbang transfer langsung ke rekening penjual. Karena itu, banyak peminatnya. Metode ini dikenal di Indonesia lewat forum populer Kaskus.

 

Kalau di luar negeri, rekening bersama dikenal dengan nama escrow service (ES). Di dunia perbankan Indonesia yang diketahui juga istilah escrow service. Rekber lebih seperti istilah gaul buat ES.

 

Rekber dioperasikan oleh orang yang menjadi perantara transaksi antara penjual dan pembeli online. Jadi, tanggung jawab pemilik jasa rekber gede banget karena berhubungan dengan dua pihak sekaligus.

 

Rekening bersama bukan yang rekening bank dimiliki pasangan suami-istri. Itu lain lagi.

 

 

Di Indonesia, rekber banyak dibuka oleh perseorangan. Sebab memang gak perlu banyak orang buat jadi pengusaha rekber.

 

Modalnya cuma buka rekening di bank yang terkenal sebagai penampung duit transaksi. Semakin beragam rekening bank yang dipunyai, semakin besar kesempatannya jadi pilihan orang yang mau transaksi online.

 

[Baca: Cicipi Kredit Usaha Rakyat, Hidup Sejahtera pun Terbuka Lebar]

 

Pendapatan pengusaha rekber berasal dari biaya jasa rekber mereka. Misalnya mereka netapin biaya jasa Rp 10 ribu buat transaksi barang senilai Rp 100 ribu-500 ribu. Lalu Rp 20 ribu buat nominal transaksi Rp 501 ribu-1 juta.

 

Kalau ada yang pakai jasanya buat transaksi barang yang harganya Rp 200 ribu, pengusaha itu dapet untung Rp 10 ribu. Kalau harga barangnya Rp Rp 600 ribu, untungnya Rp 20 ribu, dan seterusnya.

 

Cara Kerja Rekening Bersama

Sebelumnya udah disebutkan bahwa transaksi lewat rekber dipandang lebih aman. Gimana bisa muncul pandangan itu?

Buat jawab pertanyaan itu, yok kita pahami cara kerja rekber lewat contoh konkretnya. Misalnya ada transaksi dengan poin-poin berikut ini:

– Jati hendak membeli handphone di lapak online Andri
– Harga handphone Rp 4 juta
– Transaksi diputuskan memakai jasa rekber Iwan dengan tarif dibebankan ke Jati selaku pembeli
– Tarif rekber Iwan untuk transaksi Rp 4 juta sebesar Rp 20 ribu

1. Jati akan mentransfer Rp 4.020.000 ke rekening Iwan. Habis transfer, Jati harus ngasi konfirmasi ke Iwan sesuai dengan ketentuan.

 

2. Iwan wajib membalas konfirmasi transfer dari Jati. Kalau duit udah diterima, Iwan akan ngasi tahu Andri selaku penjual bahwa duit dari pembeli udah ditransfer.

 

3. Begitu dapet pemberitahuan konfirmasi transfer dari Iwan, Andri akan mengirim handphone dagangannya ke Jati. Pengiriman ini juga harus diketahui rekber Iwan.

 

4. Jati harus konfirmasi ke Iwan kalau barang yang dia beli udah diterima sesuai dengan pesanan. Begitu juga kalau barang gak sesuai.

 

5. Kalau barang sesuai, tahap selanjutnya adalah Iwan kirim transferan Rp 4 juta ke Andri sesuai dengan harga barang. Tapi kalau barang gak sesuai atau bahkan gak dikirim, duit Rp 4 juta bisa dibalikin ke Jati.

 

6. Apa pun hasil akhir transaksi itu, duit jasa rekber Rp 20 ribu tetep masuk kantong Iwan.

 

[Baca: Ingin Jadi Reseller Toko Online? Siap-Siap Tahan Banting sama 13 Problem Ini!]

 

Jadi, rekber digunakan buat menghindari penjual kabur bawa duit transaksi. Sebab penjual baru bisa nikmatin duit hasil dagangannya kalau pembeli udah konfirmasi bahwa barang udah diterima dengan baik.

 

Tapi, meski rekber terkesan sebagai dewa penyelamat karena ngamanin transaksi online, ada juga yang malah nipu. Dengan rekeningnya terisi penuh banyak duit transferan orang, ada aja pengusaha rekber yang tergoda buat ngelariin duit yang bukan miliknya itu.

 

Di Kaskus, pengusaha rekber sekelas BlackPanda yang udah terkenal punya rekam jejak baik aja jadi kasus. Dia dituding bawa lari duit transaksi rekber lebih dari Rp 500 juta!!

 

Keliru kalau nganggep pakai rekber bakal aman sehat sentosa. Waspada itu selalu wajib hukumnya.

 

 

Poin yang bisa diambil dari kasus rekber BlackPanda adalah walau terbilang lebih aman, transaksi online lewat rekber gak luput dari ancaman penipuan. Udah wajib hukumnya buat kita pembeli maupun penjual selalu berhati-hati jika bertransaksi online.

 

[Baca: Kamu Punya Bisnis Online? Waspada Ya Dengan Penipuan Pembeli Online, Ini Contohnya]

 

 

 

Image credit:

  • http://2.bp.blogspot.com/-8cIIsajLl24/UsKr2tYi-_I/AAAAAAAABoQ/gPZpCW3ELlM/s1600/Rekening+Bersama.gif
  • http://optimizely.comlab.co.id/wp-content/uploads/2015/09/11.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.