Jangan Nyinyir Dulu. Menitipkan Orangtua di Panti Jompo Itu Ada Positif dan Negatifnya

4 menit

Merawat orangtua yang sudah jompo menjadi tradisi kebanyakan negara timur. Seperti di Cina, juga Indonesia.

Di Cina terutama, banyak didapati orang jompo yang didorong dengan kursi roda di taman-taman. Mereka dirawat oleh keluarga layaknya bayi. Pos pengeluaran rela ditambah demi memastikan perawatan mereka.

Adapun di Indonesia, memang tradisi menitipkan orangtua di panti jompo gak begitu kental. Bahkan ada saja yang nyinyir bila sebuah keluarga membawa orangtuanya ke panti jompo.

Padahal menitipkan orangtua yang sudah pensiun di panti jompo itu ada positif dan negatifnya. Gak melulu soal negatif ya. Lagian, kalau banyak negatifnya, gak mungkin pemerintah memberi izin operasional panti wreda ini.

Berikut ini dijelaskan positif dan negatifnya menitipkan orangtua di panti jompo:

Positif

1. Ada yang merawat

Salah satu alasan menitipkan orangtua di panti jompo adalah gak ada waktu untuk merawatnya. Saat orangtua dirawat di panti jompo, kelangsungan hidup mereka justru lebih terjamin.

menitipkan orangtua di panti jompo
Di panti jompo, jangan khawatir masalah perawatan. Perawatanya banyak (usia lanjut/micmrc)

Daripada di rumah mereka lebih sering terabaikan, mending dibawa ke panti wreda. Di sana, ada petugas yang memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi.

2. Ada teman

Kakek-nenek juga butuh sosialisasi. Di panti jompo, banyak teman sebaya yang bisa diajak ngobrol.

Kalau di rumah, mungkin teman mereka hanya televisi atau radio. Pasti bosen dong. Sosialisasi bisa membuat orang lebih bahagia lho.

3. Ada aktivitas atau kegiatan

Selain bersosialisasi, para orangtua bisa beraktivitas secara rutin di sini. Salah satunya adalah olahraga.

Para kakek dan nenek pun bisa terhindari dari kebosanan. Plus bisa lebih sehat karena dapat berolahraga secara rutin.

4. Fasilitas lebih lengkap untuk kebutuhannya

Panti jompo juga memberikan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan para opa dan oma. Di antaranya pengobatan.

Ketika di rumah tanpa perawatan intensif, mereka berisiko tak mendapat pengobatan yang diperlukan. Lain halnya dengan di panti jompo, yang punya catatan khusus tentang penghuninya dan apa saja yang dibutuhkan sehari-hari.

Negatif

1. Gak bisa ketemu tiap hari

Menitipkan mereka ke panti wreda berarti kita gak bisa menjumpai mereka tiap hari. Kunjungan hanya bisa dilakukan sesuai dengan jadwal, biasanya weekend.

Jadi, gak bisa sering-sering memantau langsung mereka. Meski begitu, kita bisa meminta laporan dari petugas panti jompo yang memberi perawatan.

2. Gak dikelilingi keluarga

Meski dikelilingi teman sebaya, para kakek dan nenek gak bisa menjumpai anak-cucu tiap hari. Keluarga jadi lebih jauh.

Itulah kenapa jadwal kunjungan mesti dimanfaatkan betul. Jangan sampai melewatkan waktu bertemu yang terbatas itu.

3. Ada biaya yang dikeluarkan

Panti jompo gratis ada, tapi sangat terbatas. Itu pun hanya untuk warga miskin, yang betul-betul berhak.

menitipkan orangtua di panti jompo
Walau banyak teman, jauh dari keluarga pasti gak enak (kakek/preferhome)

Artinya, kita mesti menyiapkan biaya untuk menitipkan orangtua di panti jompo. Jangan sampai di tengah jalan orangtua dipulangkan karena kurang biaya.

Berikut ini rekomendasi panti jompo dengan fasilitas dan pelayanan baik di Jabodetabek beserta biayanya:

1. Panti Werdha Wisma Mulia

Panti ini berada di bawah binaan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kebanyakan penghuninya oma-oma alias wanita. Biaya perawatan per bulan di sini terhitung sangat murah, kurang-lebih Rp 1 juta per bulan.

Alamat:
Jl. Hadiah No.14-16 RT.05/03 Kelurahan Jelambar
Kecamatan Grogol Petamburan – Jakarta Barat 11460.
Telp/Fax : 021-5683603

2. Sasana Tresna Werdha (STW)

Panti wreda ini adalah peninggalan Tien Soeharto, bekas ibu negara. Ada enam wisma yang tersedia dengan kerja sama sejumlah rumah sakit. Tarifnya sekitar Rp 3 jutaan per bulan.

Alamat:
Jl. Karya Bhakti Km. 17, Cibubur
Telp: (021) 8730 179

3. Graha Alumnarum Ursulae Sanctae Societas Internasionalis (AUSSI)

Panti ini terhitung megah dan mewah. Namun biayanya masih bisa dijangkau, yakni sekitar Rp 3 jutaan. Lokasinya sangat hijau dan lega, cocok buat menikmati masa tua.

Alamat:
Jl Bandung No 25, Bukit Cinere Indah
Telp: (021) 754 0864, 754 1017, 754 0579

4. Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia

Panti sosial ini milik pemerintah DKI Jakarta. Penghuninya adalah para lanjut usia yang gak lagi bisa menerima perawatan keluarga di rumah. Biayanya bisa gratis asalkan memenuhi syarat. Panti ini ada di beberapa tempat, termasuk yang khusus untuk opa dan oma yang sakit.

menitipkan orangtua di panti jompo
Sudah bulat tekadmu untuk nitipin orangtua ke panti jompo? Pikir-pikir lagi deh (kakek di kursi roda/physicians weekly)

Alamat:
Ada 5 Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia. Selengkapnya ada di situs pemerintah DKI.

5. D’Khayangan

Ini nih panti jompo eksklusif. Bila hendak menitipkan orang tua di panti jompo ini, mesti serius menyiapkan dana. Sebab, dengan segala fasilitas mewahnya, tarif di D’Khayangan mencapai Rp 2 miliar. Tapi ini untuk keanggotaan seumur hidup.

Alamat:
Jl.Taman Golf Timur 1 No 100, Jababeka Residence
Cikarang 17550, Bekasi
Telp: 021-2851 8040/46

Itulah sekelumit penjelasan tentang sisi positif dan negatif menitipkan opa-oma ke panti jompo. Untuk diperhatikan, tarif yang tercantum di sini gak bersifat pasti. Untuk lebih mendapat kepastian, bisa langsung menghubungi panti yang bersangkutan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Buat Dana Pensiun, Pilih BPJS, DPLK, atau Reksa Dana ya?]

[Baca: Tetap Punya Penghasilan Saat Pensiun dengan Melakukan 5 Hal Ini]

[Baca: Kesalahan Mengatur Penghasilan Bulanan Bisa Bikin Hidup Gak Lebih Sejahtera? Simak Ini Dulu Deh!]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.