Kekayaannya Mencapai Rp 7,8 Triliun, Jeffrey Epstein Sempat Tersandung Skandal

3 menit
Jeffrey Epstein (Shutterstock).

Dibandingkan Mark Zuckerberg, Bill Gates dan Warren Buffet nama Jeffrey Epstein buat sebagian dari kamu mungkin belum terlalu familiar sebagai salah satu miliarder yang ada di dunia. Padahal di Amerika Serikat sendiri ia cukup dikenal oleh masyarakat terkait bisnis dan relasi politiknya bersama beberapa tokoh penting disana.

Pada tanggal 6 Juli 2019 kemarin pria yang lahir pada tanggal 20 Januari 1953 di kota Brooklyn, Amerika Serikat ini ditahan oleh pihak federal terkait kasus perdagangan anak yang tengah dijalani serta tuduhan konspirasi seks di bawah umur, mengutip dari Business Insider.

Jeffrey Epstein  sendiri adalah seorang pebisnis yang sukses mendirikan sebuah firma milik pribadi di Amerika Serikat. Bidang yang digelutinya gak jauh-jauh sama dunia keuangan.

Daripada berlama-lama lagi mending kita lihat langsung aja nih sedikit fakta tentang Jeffrey Epstein berikut ini:

Baca juga: Gak Cuma Menhan Madagaskar, 5 Pejabat Negara Ini Juga Keturunan Indonesia

Waktu muda Jeffrey Epstein mengambil jurusan MIPA

Jeffrey Epstein
Waktu muda mengambil jurusan MIPA (Bussines Insider)

Walaupun bisnisnya bergerak di bidang keuangan gak banyak yang mengetahui bahwa semasa kuliah Epstein mengambil jurusan MIPA di New York University’s Courant Institute of Mathematical Sciences.

Namun sayangnya ia gagal dalam meraih gelar sarjana dan melanjutkan kehidupannya dengan mengajar kurikulum kalkulus serta fisika di sekolah Dalton.

Semenjak mengajar di sekolah di Dalton kariernya mulai menanjak

Jeffrey Epstein
Dalton School (Bussines Insider)

Langkah yang diambil oleh Jeffrey Epstein terbilang cukup beruntung sebab ini sedikit banyak bakal mengubah kehidupannya secara keseluruhan.

Salah satu anak didiknya merupakan putra dari Ace Greenberg yang merupakan chairman dari perusahaan finansial besar bernama Bear Stearns. Pada tahun 1976 ia memutuskan untuk keluar dari sekolah Dalton dan melanjutkan kariernya di perusahaan tersebut.

Baca juga: Garap Avengers Ala Indonesia, Ini Fakta Unik Joko Anwar Sutradara Film Gundala

Mendirikan perusahaan J. Epstein and Co di tahun 1982

Jeffrey Epstein
Mendirikan perusahaan J. Epstein and Co di tahun 1982 (Bussines Insider).

Setelah belajar banyak tentang dunia keuangan selama kurang lebih 5 tahun di Bear Stearns, Jeffrey Epstein memutuskan untuk mendirikan perusahaan finansialnya sendiri bernama  J. Epstein and Co di tahun 1982.

Hebatnya lagi bisnis yang digelutinya ini langsung mengalami  progres yang terbilang cukup signifikan. Bahkan J. Epstein and Co hanya menerima klien dengan total aset lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliunan. Pantes aja ia masuk dalam daftar miliarder dunia.

Memiliki harta kekayaan mencapai Rp 7,8 triliunan

Jeffrey Epstein
Memiliki kekayaan triliunan rupiah (Shutterstock).

Dengan seluruh usaha serta bisnis yang dijalani oleh Jeffrey Epstein tersebut tercatat total harta kekayaannya mencapai angka US$ 550 juta atau setara Rp 7,8 triliunan.

Selain dari bisnisnya pria berzodiak Aquarius ini juga memiliki penghasilan lain dari investasi di beberapa perusahaan. Salah satunya adalah Bear Stearns tempat dulu ia meniti karier.

Meninggal pada tanggal 10 Agustus 2019 karena bunuh diri

Jeffrey Epstein
Tewas karena bunuh diri (Bussines Insider).

Tragisnya Epstein memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri ketika sedang ditahan oleh pihak federal pada tanggal 10 Agustus 2019.

Pihak kepolisian masih belum mau mempublikasikan tentang penyebab kematiannya. Namun beberapa rumor mengatakan ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Nah itulah sedikit informasi tentang Jeffrey Epstein seorang miliarder Amerika Serikat yang terpaksa harus mengakhiri hidupnya secara tragis. Dari cerita tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa uang bukanlah segalanya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1