Jika Budaya Malas Membaca Tetap Dipelihara, Jangan Mengeluh Jadi ‘Orang yang Tertindas’

budaya malas membaca

Belakangan ini media sosial benar-benar membuat khawatir. Banyak netizen yang menganggap Facebook, Twitter, atau situs jejaring sosial lain sebagai ring tinju.

 

Semuanya berantem. Saling lempar sumpah-serapah. Sama-sama merasa paling benar.

 

Sepertinya Indonesia memang sudah terpecah menjadi dua kubu. Dan salah satu pemicu utama masalah ini adalah berita-berita politik yang bikin hati dan kepala panas.

 

Seperti diketahui, dunia politik Indonesia sejak Pemilu 2014 terbagi menjadi dua kubu. Di tengah masyarakat muncul pemikiran, kalau kamu bukan simpatisan kubu A, berarti kamu setuju dengan kubu B dan musuh bagi kubu A, sehingga harus diserang.

 

Tak hanya di dunia nyata, netizen juga begitu. Kalau ada netizen kubu A yang share berita negatif tentang kubu politik B, pasti terjadi gontok-gontokan di antara simpatisan kedua kubu itu di bagian komentarnya. Begitu juga sebaliknya.

 

facebook_debate

 

 

Yang bikin prihatin, banyak berita negatif itu antara judul dan isi ternyata kurang sesuai. Kewajiban media memang bikin headline yang menarik perhatian, tapi kadang jatuhnya malah menyesatkan orang.

 

Jadi secara tidak langsung media turut berperan memanas-manasi situasi politik di dunia maya ini. Contohnya ada berita berjudul “Menteri A Akan Hapus Tunjangan PNS”. Padahal sang menteri tak berniat menghapus, hanya mengganti metode penilaian besar-kecilnya tunjangan.

 

Tapi di medsos orang sudah telanjur heboh. Awalnya, satu orang share berita itu dengan dilengkapi cibiran. Orang lain yang satu kelompok dengan dia lalu berbondong-bondong menambahi cibiran di komentar, tanpa membaca isi berita itu.

 

Padahal kalau membacanya mungkin mereka akan batal mencibir. Bahkan mereka akan mendapat pengetahuan baru soal penentuan tunjangan PNS. Kemalasan membaca ini telah mendatangkan kerugian, yakni ancaman terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

 

Malas Baca Siap Rugi

argumen


Salah satu penyakit kronis orang Indonesia adalah malas membaca atau enggan meluangkan waktu buat membaca. Apalagi setelah dunia medsos berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini.

 

Orang lebih suka baca status Facebook temannya yang galau ketimbang buku berisi pengetahuan baru. 

 

Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Mungkin bukan hanya saya, Anda pun khawatir.

 

Malas membaca bisa membuat kita merugi. Sebab, ketika membaca suatu bacaan, itu artinya kita sedang memperluas wawasan, menambah pengetahuan. Kalau tak membaca, kita akan kekurangan informasi.

 

Dari kacamata keuangan, budaya malas membaca ini sangatlah berbahaya. Salah satu akibat malas membaca adalah mudah jadi korban penipuan.  [Baca: 7 Modus Penipuan di Jalanan yang Mungkin Enggak Kamu Tahu. Waspada Ya!]

 

Netizen yang berkomentar negatif atas berita dengan judul lebay di atas adalah contoh konkretnya. Dia “tertipu” headline berita bombastis karena tak membaca isinya.

 

Contoh Kasus Keuangan yang Merugi Akibat Malas Membaca

000rupiah borgol

 

Di salah satu forum Internet terkenal di Indonesia, ada juga orang yang mengaku rugi total gara-gara tak membaca-baca informasi seputar kredit perumahan rakyat (KPR) saat akan membeli rumah. [Baca: Yang Wajib Diketahui Tentang KPR]

 

Agan yang bernasib malang tersebut bercerita, dia mendapat tawaran KPR dari dua bank saat hendak membeli rumah idamannya bersama sang istri. Tawaran yang pertama bunganya lebih rendah, sedangkan yang satunya lagi menyediakan fasilitas lebih banyak.

 

Dia memutuskan memilih tawaran yang kedua. Dia merasa sudah memahami mekanisme KPR berdasarkan keterangan petugas bank, sehingga langsung saja meneken akad kredit. [Baca: Tahapan dan Cara Mengajukan KPR, Lengkap Sampai  Tandatangan Akad Kredit]

 

Tapi ternyata di perjanjian kredit itu dia harus mencicil pembayaran utang KPR hingga 20 tahun. Padahal dia sebelumnya meminta 15 tahun.

 

Selain itu, dia kaget saat diminta membayar biaya ini-itu saat akan melunasi down payment (DP) atau uang muka. Dia tak tahu bahwa total uang muka yang dibayar meliputi jasa notaris dan biaya administrasi lain, termasuk materai.

 

Walhasil, rencana keuangan yang dia atur untuk membeli rumah itu porak-poranda. Bahkan dia sampai mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) untuk menggenapi total DP. Jadilah beban utangnya dobel, yaitu KPR dan KTA. [Baca: KTA Dijadikan DP KPR? Wow, Mau Bikin Keuangan Berantakan?]

Di forum itu dia curhat soal penyesalannya tak membaca-baca informasi seputar KPR terlebih dahulu. Bahkan brosur KPR dari bank pun hanya dia baca bagian depannya.

 

Harapannya menulis curhatan adalah tak ada orang lain yang mengikuti jejaknya. Sebab, tak disangka-sangka, keengganannya membaca informasi  berujung pada kerugian yang menimpa dia dan keluarganya.

 

Fakta Memprihatinkan yang Wajib Diperbaiki

meme membaca
Menurut laporan Indeks Pembangunan Manusia 2014 yang disusun United Nations Development Programme, Indonesia menempati peringkat ke-108 dari total 187 negara. Bandingkan dengan Singapura yang duduk di posisi ke-9 atau negeri jiran Malaysia yang menduduki posisi ke-62.

 

Suka tak suka, kualitas sumber daya manusia Indonesia masih memprihatinkan. Faktornya jelas.

 

Salah satu kriteria yang dinilai dalam indeks ini adalah pendidikan, yang ditentukan oleh faktor besar-kecilnya minat baca masyarakat negara tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas seorang manusia salah satunya ditentukan oleh minat baca.

 

Semakin tinggi minat baca, semakin tinggi pula kualitas orang tersebut. Titik.

 

Mari, kita tingkatkan minat baca agar bisa lebih meningkatkan kualitas diri lewat pengetahuan. Dengan memiliki pengetahuan, kita bisa terhindar dari kerugian yang datang akibat ketidaktahuan.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.diariodocentrodomundo.com.br/wp-content/uploads/2014/06/facebook_debate.png
  • https://pbs.twimg.com/media/BrXhUfdCUAAm7Cq.jpg:large
  • http://geotimes.co.id/wp-content/uploads/2014/09/000rupiah%20borgol.jpg
  • http://www.presentasi.net/wp-content/uploads/GandakanProduktivitasdenganMembacaCepat04.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560