Jokowi: Penghasilan Orang Indonesia Bakal Rp 27 Juta Sebulan di 2045

2 menit
Ilustrasi Pidato Pelantikan Jokowi (Shutterstock)
Ilustrasi Pidato Pelantikan Jokowi (Shutterstock)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara resmi telah memulai masa bakti hingga 2024 mendatang setelah mengucapkan sumpah jabatan di Gedung DPR-MPR Senayan Jakarta.

Dalam pidato utamanya, Presiden Jokowi menyebut target dan cita-cita pemerintah pada saat Republik Indonesia merayakan HUT ke 100 di tahun 2045 mendatang, Indonesia bisa menjadi negara maju.

Jokowi mengatakan, pada 2045 mendatang, Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menegah dan menjadi negara maju dengan perekonomian kelima terbesar di dunia.

“Mimpi kita cita-cita kita di tahun 2045, satu abad Indonesia merdeka  Insyaallah Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut itung-itungan Rp 320 juta per kapita per tahun. Nilai itu setara 27 juta per kapita per bulan itulah target kita bersama,” kata Presiden Jokowi di Senayan, Jakarta.

Selain itu, Presiden menargetkan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2045 mendatang mencapai US$ 7 triliun dengan laju kemiskinan penduduk mendekati nol persen.

Mimpi Tahun 2045 Gak Ada Kemiskinan

“Mimpi kita di tahun 2045 produk domestik bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun dan Indonesia sudah masuk ke 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati 0 persen,” papar Jokowi.

Menurut Presiden, target dan mimpi tersebut sangat masuk akal dan sangat mungkin terjadi, karena Indonesia memiliki berbagai potensi.

Akan tetapi, Jokowi menegaskan, berbagai target tersebut harus dikejar dengan kerja keras dan kerja cepat. Karena pergerakan dunia kedepan semakin dinamis dan tidak bisa diprediksi.

“Semua itu tidak datang otomatis tidak datang dengan mudah, harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat. Harus disertai kerja-kerja yang produktif dalam dunia yang penuh risiko yang sangat dinamis yang sangat kompetitif,” kata Presiden.

Salah satu hal penting dalam mengejar target tersebut adalah melakukan perubahan atau keluar dari rutinitas yang membuat Indonesia kalah bersaing.

 “Sekali lagi mendobrak rutinitas ada satu hal dan meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Kita jangan lagi berorientasi pada proses tapi harus berorientasi pada hasil hasil yang nyata,” kata Presiden.

Laporan Asal Bapak Senang

Presiden mengatakan, selama lima tahun periode pertama dirinya sering mendapatkan laporan dari warga atau masyarakat mengenai program-program pemerintah yang tidak berjalan dengan baik.

Bahkan, Presiden sering mendapatkan perbedaan antara laporan warga dengan laporan menteri atau pejabat negara.

“Saya sering mengingatkan kepada para menteri tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan. Tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan menikmati pembangunan.

Seringkali menteri melaporkan bahwa program sudah dijalankan anggaran telah dibelanjakan dan laporan akuntabilitas telah selesai. Kalau ditanya jawabnya programnya sudah terlaksana pak. Tetapi setelah dicek di lapangan setelah saya tanya ke rakyat ternyata masyarakat belum menerima manfaat ternyata rakyat belum merasakan hasilnya,” ucap Jokowi

Dirinya berharap, kedepan para menteri yang terpilih untuk bekerja sebaik mungkin. Melayani kebutuhan rakyat, dan memastikan berbagai program dan kebijakan bukan hanya terlaksana, tetapi dinikmati oleh rakyat.

“Tugas kita itu menjamin diterima bukan hanya menjamin sudah terkirim saja, saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making deliver. Itu menjamin agar manfaat program itu dirasakan oleh masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia yang saya banggakan,” papar Presiden.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.