Kalah Ekspor, Jokowi Pengen Tambah 2 Pembantu

2 menit
Jokowi
Shutterstock

Melihat kinerja investasi dan ekspor Indonesia yang tengah alami tekanan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap perlunya dua pos menteri ekonomi baru. Sebab, investasi dan ekspor merupakan kunci pertumbuhan ekonomi nasional untuk saat ini.

“Saya sudah sampaikan minggu lalu dalam forum rapat kabinet, saya bertanya apakah perlu kalau situasinya seperti ini, yang namanya menteri investasi dan menteri ekspor,” ujar Presiden Jokowi di Rapat Koordinasi Investasi.

Bahkan, Presiden mengucapkan, saat ini penyakit yang tengah menerpa ekonomi Indonesia adalah laju investasi dan ekspor. “Wong penyakit kita ada di situ,” ujar Jokowi.

Keinginan Presiden adanya dua pos menteri baru, karena melihat adanya kebutuhan akan hal itu, dan mencontoh negara-negara kawasan Eropa.

“Di EU ada menteri investasi, ada menteri khusus ekspor, negara lain saya lihat juga sama. Mungkin dari sisi kelembagaan memang kita harus memiliki menteri investasi dan menteri ekspor. Dua menteri itu mungkin perlu,” jelasnya.

Peluang Investasi Asing

Presiden menegaskan, adanya pergolakan perang dagang antara Amerika Serikat dan China bisa menjadi sebuah peluang bagi Indonesia meningkatkan laju investasi dan ekspor.

Namun demikian, investor lebih memilih negara lain di kawasan Asia Tenggara sebagai negara tujuan utama investasi bukan Indonesia. “Investor yang investasi di China itu mulai goyang, mulai mencari tempat baru investasinya,” jelasnya.

Seperti industri mebel di China sudah mulai hengkang dari negeri tirai bambu tersebut, dan mencari lokasi investasi baru akibat adanya perang dagang.

“Kita lihat industri menggunakan kayu, bambu, rotan di Guangzhou mulai keluar tapi kenapa datangnya ke Vietnam? Padahal kayu ada di kita, raw material ada di kita, kayu ada di kita, bambu ada di kita, apa yang salah dari Indonesia?,” keluh Presiden.

“Ini koreksi buat kita semua. Ini baru satu produk atau barang yang kita ceritakan, produk lain ya kurang lebih ya sama,” tegasnya.

Kalah Ekspor

Tak hanya dari sisi investasi, Indonesia juga dikatakan Presiden kalah dari sisi tingkat ekspor ke berbagai negara.

Bahkan pada saat ini, Indonesia kalah dengan Vietnam dari sisi tingkat ekspor. Seperti ekspor tujuan Amerika Serikat, Indonesia hanya bisa menguasai 3 persen pasar AS.

Sedangkan, Vietnam bisa menguasai pasar sekitar 16 persen. “Artinya apa? Kita kalah rebutan, kalah merebut investasi, kalah merebut pasar. Saya rasa ini tanggung jawab kita semuanya,” tegas Presiden.

Dengan itu, Presiden melihat kebutuhan akan Kementerian Investasi maupun Kementerian Ekspor secara terpisah.

“Dari sisi kelembagaan memang kita harus memiliki Menteri Investasi dan Menteri Ekspor. Dua menteri. Tapi nanti kalau sudah ada menteri juga enggak nendang yang salah kita semuanya,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan