Belanja Online Makin Populer, J&T Express Gencar Bidik E-Commerce

2 menit
E-Commerce Makin Menjamur (Shutterstock)
E-Commerce Makin Menjamur (Shutterstock)

J&T Express, perusahaan jasa pengiriman yang fokus pada bisnis e-commerce memasuki tahun keempat berkiprah di Indonesia. 

Tingginya pertumbuhan bisnis online berdampak signifikan pada peningkatan pengiriman paket setiap tahunnya. Sehingga tahun ini J&T Express berhasil mencapai pengiriman 1 juta paket per hari diluar momen peak season

Pada momentum ini, J&T Express kembali berinovasi dengan melakukan penambahan infrastruktur terbaru dalam bisnisnya yakni Mega Hub yang rencananya dimulai pada akhir tahun 2019.

“Tahun ini kami melakukan sejumlah penambahan infrastruktur untuk meningkatkan pelayanan pengiriman yang lebih masif dengan membangun Mega Hub di Jakarta. Selain itu, kami sedang dalam proses penyelesaian pemasangan mesin sortir otomatis di Semarang dan Surabaya,” ujar Robin Lo selaku CEO J&T Express.

Sesuai dengan visi J&T Express untuk menjadi jasa pengiriman nomor satu untuk e-commerce dengan jangkauan Asia tenggara. Akhir tahun 2019 J&T Express kembali melebarkan bisnisnya ke Singapura. 

Ekspansi ke Beberapa Negara

Setelah sebelumnya melakukan ekspansi di beberapa negara yaitu Malaysia, Vietnam, Filipina dan Thailand dimana keempat negara tersebut kini telah memiliki lebih dari 300 hingga 700 drop point.

Dengan terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan e-commerce di Indonesia, J&T Express giat bersinergi dengan berbagai partner. Seperti market place terdepan Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada yang telah diusung sejak 2017 lalu. Lalu ikut serta pada Pasar idEA yang mengandeng ratusan UKM dari seluruh Indonesia.

Selain itu, J&T Express juga masuk ke segmen milenial melalui kerjasama dengan EVOS esport dan roadshow J&T Youngpreneur yang diadakan di 15 kampus di Indonesia.

Sementara itu, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memprediksi potensi pertumbuhan bisnis logistik bisa mencapai dobel digit atau lebih dari 30 persen hingga 2020 mendatang.

Hal ini dilihat dari semakin berkembangnya bisnis logistik di Indonesia dan juga banyaknya pemain baru yang hadir di Indonesia. Seperti Paxel, Iruna, Triplogic, Expedito, dan Kargo yang menawarkan solusi pengiriman barang.

Estimasi Pertumbuhan Logistik Rp 40 Triliun

Bahkan, estimasi pertumbuhan sektor logistik secara menyeluruh diprediksi bisa mencapai Rp 40 triliun atau lebih per tahunnya. McKinsey memperkirakan terdapat 1,6 miliar paket transaksi lewat e-commerce dikirim per tahun pada 2022.

Dari laporan Google dan Temasek, terdapat perputaran uang sebesar US$ 27 miliar atau sekitar Rp 378 triliun dari roda ekonomi digital di Indonesia selama tahun 2018 lalu. 

Pertumbuhan itu meningkat hingga 49 persen sejak 2015. Sedangkan, transaksi e-commerce tercatat menyumbang sekitar US$ 12 miliar dari total ekonomi digital tersebut.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.